Landscape Indonesia

Blog

Test Aerial Fotografi di Malam Hari

test foto aerial malam
percobaan pertama memotret aerial malam

Terbangun sekitar pukul 4 pagi dan terlintas untuk mencoba mengambil foto malam dari udara.
Secara teori sih dji phantom 3 pro bisa digunakan untuk kecepatan lambat sampai 8 detik. Iso juga bisa sampai 1600, tapi dari pengalaman sebelumnya di atas iso 400 noise sudah cukup berasa. Dan perkiraan awal akan banyak kendala yang dihadapi sebelum akhirnya nanti bisa mendapatkan foto malam hari dari udara yang cukup bagus.

Indonesia @Night, proyek photobook berikutnya dari Landscape Indonesia

next photobook INDONESIA @night

Saya mulai memotret malam kalau tidak salah ingat di awal 2010, kurang dari satu tahun semenjak saya belajar memotret dengan dslr pertama saya, canon 450D.

Dalam setiap perjalanan, asal gelap dan keliatan bintang saya bela-belain untuk memasang tripod dan mulai jeprat jepret. Saat itu tidak terlalu banyak orang yang menyenangi memotret di malam hari, biasanya setelah matahari terbenam rombongan orang yang memotret kemudian bubar jalan, hanya tersisa beberapa orang yang masih menuggu sampai malam tiba.

Selamat Pagi Indonesia

Pagi drone Landscape Indonesia
semburat pagi sebelum mentari terbit

Selamat pagi...
Itu mungkin ucapan paling sering yang kita ucapkan ataupun kita terima dari teman-teman kita.
Ya pagi memang selalu diibaratkan semangat. Semangat untuk menjalani hari dengan lebih baik.

Update Photobook Merbabu (pertengahan maret)

LI photobook Merbabu update

Barusan dapat kabar menggembirakan dari team revisi, layout dan editing photobook Merbabu sudah kelar.. Yihaaaaa
Hari ini sudah mulai masuk test dummy revisi terahkir, dan mudah-mudahan segera bisa masuk ke proses cetak, yang menurut pihak percetakan butuh waktu kurang lebih sekitar 10 hari.

mengabadikan senja di Kemuning

mengabadikan senja di kemuning
mengabadikan senja di Kemuning

Sore ini melipir bareng beberapa teman ke kebun teh Kemuning, Karanganyar, sekitar satu jam perjalanan dengan mobil dari rumah. Tujuan kami mengambadikan keindahan sunset yang belakangan ini keliatannya sudah mulai menunjukan tanda tanda cuaca bersahabat. Tapi begitu kami mobil masuk pertigaan yang menuju ke candi Cetho cuaca mendung menyelimuti gunung Lawu. Dan begitu lewat kebun karet hujan mengguyur permukaan bumi. Wah gagal deh sunset sore ini.

Menyusuri Punggungan Timur Merbabu

menyusuri punggungan timur merbabu

Sekitar pukul 10 pagi kami mulai perjalanan dari basecamp REMPALA di desa Candisari, Ampel, Boyolali. Cuaca masih cukup bersahabat, tandanya langit biru masih menemani kami ketika meninggalkan desa. "mengke yen mpun tekan sareyan, milih sing dalan sebelah kiwo njih mas. Yen teng kanan niku teng ndeso" (nanti di makam ambil jalan yang ke kiri ya mas. Kalau ke kanan itu ke desa") ucap pak Suripto, penjaga basecamp. Tapi ketika sampai makam Syech Maulana Ibrahim Maghribi kami pun sedikit ragu karena jalur di kiri cuma kecil setapak, sedangkan di sebelah kanan jalur lebar mengarah ke sungai. Akhirnya kamipun bertanya kepada salah satu penduduk yang sedang beraktivitas di sekitar makam.

Update via Email

Dapatkan informasi terbaru seputar update website, event hunting dan traveling, ebook terbaru
GRATIS melalui email Anda

silakan masukan alamat email Anda :


*kerahasiaan data Anda akan terjaga dan hanya digunakan untuk informasi update