Landscape Indonesia

Perjalanan

Esai Pagi Bukit Cumbri

esai pagi bukit cumbri

Bulan bulat nyaris sempurna menyambut kedatangan kami ketika tiba di punggungan terbuka bukit Cumbri. Di bawah sana lampu lampu rumah menerangi kawasan yang masih banyak terlihat pepohonan. Dan di dekat kami berdiri tenda, dari pengunjung lain yang lebih dulu tiba di banding kami. Saya sedikit kehilangan orientasi untuk menentukan posisi pertama kali mengunjungi bukit Cumbri tahun lalu. Tapi masih ada jalan menuju ke atas lagi, jadi kami meneruskan menapaki jalan lumayan terjal. Sesampai di atas kami baru sadar ternyata jalur yang kami lewati sekarang berlawanan arah dengan jalur tahun lalu. Sementara itu langit berwarna merah kekuningan sudah menyambut kami. Selamat pagi dari Bukit Cumbri.

Perjalanan ke bukit Cumbri kali ini juga merupakan perjalanan dadakan seperti biasanya. Awalnya saya dapat info dari Adit Negro kalau ada rencana bareng teman-teman di Solo Drone Fly (SDF) yang akan ke sana. Tapi karena peminat cukup banyak, ber enam, belum termasuk peralatan yang dibawa, pasti mobil yang ditumpangi penuh. Kebayang saja perjalanan dua jam dalam posisi berdesak-desakan di mobil pasti kurang nyaman. Jadi saya memilih mengalah tidak ikut ajakan jalan kali ini. Sampai menjelang pukul setengah dua belas malam saya masih asyik "bertempur" di Bolivia bareng beberapa tim memberantas gembong narkoba. Menikmati malam itu dengan bermain game Ghost Recon Wildlands.

Hape berbunyi, ada tanda pesan di wa dari Negro. "Bek jadi mau ikutan ke Cumbri ndak? Dua orang batal ikut" Segera saya balas dengan jawaban singkat OK. Matikan komputer dan segera bergegas mengemas peralatan. Kali ini saya sengaja berfokus membawa peralatan aerial karena pertimbangan bisa belajar banyak dari teman-teman di SDF yang sudah lebih mahir daripada saya. Tidak lupa dslr dan beberapa lensa buat berjaga-jaga siapa tahu dapat momen pagi yang indah di atas bukit Cumbri.

Sekitar pukul satu pagi kami berlima sudah laju membelah jalan menuju ke perbatasan Wonogori - Ponorogo. Kali ini mengambil rute jalur pendakian yang lebih dekat. Melalui desa Pagerukir. Beruntung sudah pernah ada yang lewat jalur ini sebelumnya sehingga kami tidak terlalu lama berputar-putar untuk menuju ke lokasi parkiran.

Setelah menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa, perjalanan dimulai melalui jalan setapak. Jalur sudah cukup baik, di beberapa tempat yang menanjak sengaja dibikin berundak. Tapi memang kalau kondisi basah setelah hujan juga masih licin. Jadi tetap masih perlu menggunakan alas kaki yang nyaman dipakai buat jalan dan masih bisa menggigit di jalur tanah.

Jalur langsung menanjak membuat beberapa teman yang ngebut dari awal mulai terlihat berkurang staminanya. Rehat sebentar sembari meminum seteguk dua teguk air dan mengistirahatkan kaki dan kembali melanjutkan perjalanan.

esai pagi bukit cumbri

Sekitar empat puluh menit kemudian kami sudah bertengger di atas bukit. Dari balik bukit tempat kami berdiri terlihat bulatan bulat seperti lampu menerangi bumi. Memutar pandangan ke arah timur terlihat siluet gunung Lawu yang mulai tersinari cahaya kekuningan. Cuaca cerah, langit biru mulai muncul. Venus yang terlihat terang berada di atas gunung lawu seakan menyambut sang surya yang sebentar lagi beranjak dari peraduan. Gradasi warna kuning mulai bermain di ufuk timur. Beberapa awan yang melintang di atas gunung Lawu sudah mulai merona kemerahan tersapu cahaya pagi.

esai pagi bukit cumbri

Angin masih kencang bertiup, saya masih belum berani menerbangkan drone dengan kondisi seperti ini. Apalagi masih agak gelap jadi hasilnya juga pasti masih kurang begitu bagus. Nanti saja kalau angin sudah lebih tenang dan cahaya mentari sudah mulai menerangi bumi baru saya terbangkan phantom 3 nya.

esai pagi bukit cumbri

esai pagi bukit cumbri

esai pagi bukit cumbri

Di bawah kami rombongan dari My Trip My Adventure yang saat itu juga sedang melakukan pengambilan gambar sedang terlihat menyiapkan properti untuk menyambut matahari terbit. Sedikit menyesal tadi meninggalkan tripod di mobil karena berpikirnya sampai di atas sudah terang. Apa daya sesal kemudian tak berguna, akhirnya mencari lokasi yang tepat untuk menaruh kamera di atas batuan untuk pengambilan kecepatan rendah supaya hasil tidak goyang.

esai pagi bukit cumbri

Kamera 360 juga sudah terpasang di tripod dan dalam mode interval shooting mengabadikan pagi dalam rentang waktu tiap 8 detik. Sengaja menggunakan setingan exposure -2 supaya tidak over ketika nanti mentari muncul dari balik punggungan gunung Lawu. Kamera poket juga sudah siap dalam mode video, zoom di bagian kaki langit tempat nanti mentari muncul. Sementara kamera dslr dengan lensa tele sudah siap mengabadikan bulatan mentari yang akan menyapa kami sebentar lagi.

esai pagi bukit cumbri

esai pagi bukit cumbri

Langit kekuningan dengan pusat cahaya berada di kaki punggungan Lawu. Sekitar pukul lima lebih lima puluh bulatan sempurna mentari muncul menyinari bumi. Bergerak perlahan seiring bunyi shutter kamera yang menari mengikuti irama. Dan tak lama kemudian terang menyinari bumi, menghapus kegelapan dan memberi kehangatan. Selamat pagi Cumbri..

Selepas itu langit biru cerah memenuhi cakrawala. Angin kencang berangsur mulai tenang. Beberapa teman sudah mulai menerbangkan drone mereka untuk merekam keindahan pagi yamg saat itu dipenuhi warna.

esai pagi bukit cumbri

esai pagi bukit cumbri

esai pagi bukit cumbri

Di depan mata terpampang barisan bukit yang hijau. Perjalanan tahun lalu kami disambut kabut tebal, tapi pagi kemarin kami disambut langit yang cerah. Beda waktu, beda perjalanan, beda momen dan beda kenangan.

esai pagi bukit cumbri

esai pagi bukit cumbri

Terima kasih Cumbri, Saya tidak pernah bosan menikmati keindahan pagi dari pelosok negeri ini.

esai pagi bukit cumbri

Add comment

Security code
Refresh

Update via Email

Dapatkan informasi terbaru seputar update website, event hunting dan traveling, ebook terbaru
GRATIS melalui email Anda

silakan masukan alamat email Anda :


*kerahasiaan data Anda akan terjaga dan hanya digunakan untuk informasi update