Landscape Indonesia

Foto

Memotret Suasana Hujan di Malam Hari

memotret suasana hujan
sore tadi hujan mengguyur kota Solo

Sore hari beberapa bulan ini biasanya turun hujan. Beberapa kali rencana hunting sunset dan milky way terpaksa diurungkan karena memang kondisi cuaca kurang memungkinkan. Padahal seperti yang kita tahu barang elektronik itu musuhnya sama air. (ndak berlaku buat kamera yang sudah water resist tapinya hahaha). Dengan berbekal kamera 6D dan lensa sigma 35mm f/1.4 yang dibungkus casing waterproof Dicapac, meluncurlah dengan pakaian lengkap hujan-hujan. Kaos oblong, celana kolor dan mantol batman. Sengaja tidak membawa banyak peralatan lain seperti tripod atau kamera 360 karena ini percobaan pertama, jadi niatnya biar bisa lebih fokus.

Saya masih belum ada gambaran nantinya mau motret di mana. Tapi saya menggambarkan lokasi yang belakangnya banyak lampu sehingga cukup terang, dan dengan bukaan lebar lensa bisa jadi lebih artistik, apalagi kalau ditambahkan dengan rintik air hujan. Jalan Slamet Riyadi menjadi tujuan saya karena paling tidak di kiri kanan banyak toko dan bangunan yang masih buka.

memotret suasana hujan
berjalan dalam hujan

Selain itu bayangan saya mencoba mencari pejalan kaki yang kalau dijadikan obyek foto di kondisi cahaya yang minim tidak bergerak terlalu cepat, jadi dengan speed sekitar 1/60-1/125 masih cukup tajam.

memotret suasana hujan
panning, salah satu siasat mengatasi speed lambat

memotret suasana hujan
mbaknya hujan hujan ndak bawa jas hujan

Ketika tiba di dekat lampu merah Purwosari, saya berhenti sejenak, motor saya parkir di pinggir jalan. Hujan gerimis masih sedikit membuat jalan basah. Beberapa motor dan mobil lalu lalang ternyata terlalu cepat untuk saya abadikan. Bahkan dengan speed 1/125 pun hasilnya terlalu blur. Jadinya terpaksa berkreatif dengan mode panning untuk menyiasati supaya kendaraan yang bergerak tetap bisa tajam.

memotret suasana hujan
hujan semakin lebat, tetap semangat

Setelah itu hujan bertambah lebat, suasana sebenarnya sangat mendukung untuk foto yang saya inginkan. Tapi ternyata banyak kendala yang saya jumpai ketika memotret dalam kondisi hujan seperti ini.

Kendala pertama, seperti yang saya sebutkan di atas, kamera saya termasuk yang anti dengan air. Jadi terpaksa saya bungkus dalam casing plastik waterproof. Nah disini kendalanya muncul. (kendala pertama) Karena casing full body dan bagian depan juga tertutup dengan plastik yang menutupi lensa, sehingga berpengaruh terhadap kualitas foto ketika bertemu dengan cahaya dari depan. Cahaya akan terlihat menyebar, pun ketika menggunakan lensa sigma 35 art yang harusnya bisa menangani dengan cukup bagus cahaya dari depan jadi melempem. Belum lagi setelah cukup lama memotret dalam kondisi hujan, bagian depan penutup yang dari plastik tadi terkena air sehingga semakin memperparah kondisi ketika bertemu langsung dengan cahaya cukup kuat dari depan (kendala kedua). Gagal deh untuk menghasilkan foto dengan cahaya yang menarik.

memotret suasana hujan
foto cahaya menjadi melebar, dan ada vignete cukup lebar

Kendala ketiga yang saya rasakan adalah karena saya menggunakan kacamata, jadi ketika memotret dalam kondisi hujan, seringkali kacamata saya juga terkena air hujan. Jadinya kalau dipaksa tetap menggunakan kacamata malah yang ada fokus di kamera jadi keliatan buyar semua. Tadi akhirnya saya lepas kacamata, jadi pandangan di depan lebih jelas, walau memang jadi buram kayak menggunakan lensa bukaan lebar hahahaha..

memotret suasana hujan
speed lambat supaya bisa mendapatkan efek gerakan

kendala keempat, karena kondisi cahaya yang berubah-ubah dan biasanya minim, jadi terpaksa harus menggunakan iso tinggi supaya masih bisa mendapatkan speed yang diinginkan. Solusi kreatif ya seperti tadi main panning atau mencari obyek yang lebih statis. Sayang saya tadi belum menemukan lokasi di Solo yang banyak orang jalan lalu lalang ketika hujan. Ada yang punya ide ?

memotret suasana hujan
fokus yang cukup menantang ketika dalam kondisi hujan

Kendala kelima, fokus. Cukup sulit untuk mendapatkan fokus di posisi kamera di dalam casing plastik, kacamata penuh air dan obyek yang bergerak. Tadi sempat mencoba beberapa cara. Yang pertama mengandalkan auto fokus kamera yang berkerja. Tapi prosentase luput dan dapat fokusnya lebih banyak luputnya karena kondisi cukup gelap, jadi auto fokus tidak bisa secepat gerakan obyeknya. Setelah itu mencoba menggunakan manual fokus, tambah amburadul lagi wkwkwkw.. udah ndak keliatan malah masih maksain fokus manual wkwwkw.. Yang paling cocok sih untuk kondisi seperti ini dengan menggunakan trapping fokus. Setel dalam kondisi manual fokus, arahkan fokus ke lokasi yang nantinya kira-kira akan dilewati oleh obyek, dan jepretkan shutter ketika obyek lewat di sana. Lumayan banyak yang fokusnya dapat.

memotret suasana hujan
ini harusnya satu arah, cuma boleh buat angkutan umum, tapi motornya tetap nekat ngeloyor hihihih, mungkin karena hujan

o iya ada satu lagi, ada vigneting cukup kentara ketika menggunakan casing Dicapac ini, bahkan lebih parah vignetingnya ketika bertemu cahaya cukup terang dari depan.

memotret suasana hujan
mengayuh demi sebuah masa depan, semoga tetap diberi kesehatan pak

Saya masih belum main komposisi yang bagus sih, tadi masih kebingungan mengakali fokus, kacamata yang berkali-kali basah kuyup. Percobaan berikutnya deh mulai mencoba mencari komposisi yang lebih baik lagi.

memotret suasana hujan
hujan yang membuat suasana menjadi lebih sendu

memotret suasana hujan
rintik air turun membasahi bumi

memotret suasana hujan
air itu kehidupan

memotret suasana hujan
nyobain bokeh

Selain kendala-kendala tadi cukup menyenangkan juga sih mencoba belajar memotret kondisi hujan. Ada beberapa tehnik yang pengen saya coba pelajari lagi untuk percobaan berikutnya. Tapi jaga kondisi tubuh supaya jangan sampai drop. Sampai rumah tadi kondisi basah kuyup. Langsung ganti baju, mandi air hangat dan siapkan minuman hangat sambil bikin tulisan supaya tidak keburu lupa.

memotret suasana hujan
tetap semangat !!!

Nantikan percobaan memotret hujan berikutnya ya !!

Update
Barusan dapat masukan dari mas Subagyo Rasidi Kusrini untuk mencoba dengan menggunakan kamera poket G15 dan casing underwater, kemungkinan hasilnya bisa lebih bagus karena bagian depan lensa di casing underwater lebih berkualitas dibanding bagian depan Dicapac. nanti bakalan dicoba test.

Add comment

Security code
Refresh

Update via Email

Dapatkan informasi terbaru seputar update website, event hunting dan traveling, ebook terbaru
GRATIS melalui email Anda

silakan masukan alamat email Anda :


*kerahasiaan data Anda akan terjaga dan hanya digunakan untuk informasi update