video pendek perjalanan "ngesot" ke Gunung Gede via Cibodas. kami beruntung cuaca cerah sehingga bisa mengabadikan keindahan malam dan pagi di sekitar puncak Gunung Gede

video pendek ini bisa diliat di youtube http://www.youtube.com/watch?v=fqHwEM5UAzM
Dim lights Embed Embed this video on your site
story behind
bertiga, saya, ronny dan marsono, teman maen dari solo janjian ketemu di cibodas tgl 22 juni malam. kami bermalam di basecamp green ranger, dan baru paginya (23 juni) beresin ijin simaksi yang kemarin tertunda gara2 printer di kantor balainnya ngadat
perjalanan seperti sudah di informasikan dari awal berupa ngesot sepanjang jalur berbatu
sebenarnya hanya saya yg ngesot sih.. ronny dan marsono jalan tegap bak prajurit jaman middle earth. dengan bebas ransel di belakang, tas kamera di depan dan tongkat di tangan, saya ngesot sembari berharap di depan ada jalan tol yang mulus..
disingkat2 lagi supaya tidak terlalu lama, kami dengan mulus melewati beberapa pos, telaga biru - panyancangan - air panas - kandang batu - kandang badak.
nah di kandang badak ini fisik (saya) sudah terkuras habis buat berkesot2 ria sepanjang jalan nanjak2 dari panyacangan menuju kandang badak.. berharap rekan2 lain mau mendengar suara hati dan mendirikan tenda di sini.. eh ternyata jadinya jam 6 sore kita kembali ngesot dengan penerangan lampu berjalan bak zombi (ini saya lagi) menuju ke atas..
melewati pertigaan yang mengarahkan ke puncak gunung gede atau pangrango jalan semakin menanjak dan akhirnya ketemu tanjakan setan. jalan menanjak yang harus dilewati sembari berpegangan pada tali / kawat semakin menguras energi yang tadinya sempat kembali full dengan menyantap bekal nasi + orek tempe + ati yang dibungkus dari warung.
jalan dari tanjakan setan - batas vegetasi seakan tidak ada habis habis nya ( ya iyalah.. lha jalan 10 meter berhenti ambil napas 10 menit wkwkwwk) bahkan beberapa kali sempat jalan dengan kondisi auto.navigasi.on (aka. kaki jalan sendiri mata merem wkwkwkwk) sehingga hampir menabrak pohon, pernah sekali terjungkal, eh terpleset dink gara gara tongkat belum nancap, kaki separo masih di atas batu dan kaki satunya lagi sudah dengan otomatis ditarik ke atas, sehingga dengan sukses saya tergelincir kembali ke bawah.. (untung gak ada yg bawa kamera hahaha)
di otak hanya ada 1 pikiran, batas vegetasi atau pos pemandangan (ini yang ada di trek gps copian dari internet). walau kondisi sudah drop, kena gejala mountain sickness dan zombie mode tapi semangat masih menyala (walau sering cm jalan beberapa langkah trus redup lagi jadi musti dipompa lagi
)
akhirnya marsono berinisiatif untuk berjalan di depan mencari lahan rata dan sedikit tertutup.. tak beberapa lama terdengar teriakan dari atas.. (ndak jelas dengernya sih.. tapi sepertinya marsono sudah menemukan tempat untuk mendirikan tenda).
benar juga.. kita sudah sampai batas vegetasi !!
marsono sudah menunggu dengan secangkir kopi hangat yang mengepul..
ritual mendirikan tenda, masuk2in barang ke dalam tenda.. dan akhirnya motret malam bersama ronny pun dimulai..
di sebelah selatan bintang bertaburan dihiasi kabut milky way nya. di sebelah utara lampu kota sedikit tertutup kabut, di sebelah tenggara gigiran gunung gede dengan bulan separo menerangi langit, di bagian barat laut siluet gunung pangrango dihiasi puluhan kerlip bintang..
indah.. takjub.. mempesona.. amazing..
Indonesia memang indah...
belum lagi beberapa kali terlihat meteor yang melintas menembus atmosfir sehingga menimbulkan ekor cahaya yang menggaris langit..
sakit kepala sudah hilang dari semenjak tripod berdiri, dingin juga tak berasa dibanding keasikan menikmati dunia malam yang menawan. hingga akhirnya pukul 2 pagi dan kami musti istirahat cukup untuk menikmati matahari terbit di ufuk timur..
weker diputar jam 4 pagi.. tapi nyatanya suara dari tenda seberang yang membangungkan mimpi indah pagi itu.. "sunrise om.. sunriseee...." ternyata waktu sudah menunjukan pukul 04.30
bergegas mencari lokasi untuk mengabadikan terbitnya matahari yang sempurna dengan latar warna oranye..
sedikit siang saya dan ronny mencoba menapaki gigiran hingga tak terasa sudah sampai titik trianggulasi.. tak ada tanda2 bahwa kami berdiri di puncak gunung gede, di ketinggian 2.958 mdpl
beberapa foto pemandangan sepanjang perjalanan dari Cibodas menuju puncak Gunung Gede




Related articles :
















