Sharing "Kiat Mengelola E-book Fotografi & Travel Writing secara Independen" bersama NGI reg Jogja

E-mail Print PDF

Terima kasih untuk teman-teman Forum National Geographic Indonesia Regional Yogyakarta yang memberi kami ruang untuk berbagi cerita dan pengalaman pada tanggal 15 lalu, sekaligus mau menjadi salah satu korban “keracunan” akan virus keindahan Indonesia yang selalu kami tularkan, hehehehe.....

Tak pernah kami sangka, meski ajakan sharing pengalaman mengelola E-book Fotografi dan tips pembuatan Travel Writing cukup mendadak, ternyata bisa berjalan dengan cukup meriah dan mendapat tanggapan yang cukup antusias dari teman-teman. Semoga sharing pengalaman itu bisa menjadi racun yang akan membuat rekan-rekan terpancing untuk selalu berkarya.

Kiat Mengelola E-book Fotografi dan Travel Writing secara Independen

13 Desember 2011

Berawal dari barisan kalimat dalam sms yang datang tepat jam 9 malam, “Bro, gimana kalau bahan dari PictFest 2011 kemarin kita share juga di Jogja? Mumpung aku dalam perjalanan ke Solo nih. Acara kita bikin hari kamis saja, soalnya aku berangkat ke Pontianak hari jumat pagi dari Jogja.” Kamis!! Gila, cuma 2 hari!! Untunglah rekan-rekan forum NGI reg. Yogyakarta cukup antusias membantu sekalian jadi ajang gathering yang lama tak dilakukan.

14 Desember 2011

21.30, tempat, peralatan telah fix. Iseng kubuka “wall” beberapa rekan di media jejaring sosial Facebook, dan mampir di wall mas Widhi Beks. Sekali lagi saya terkejut, sebuah percakapan me-mention nama saya sebagai salah satu pengisi acara gathering dengan materi tentang Travel Writing, WHAT!!! .... tik..tak...tik..tak... jarum jam kembali terdengar keras bagaikan hitungan mundur bom waktu.

15 Desember 2011

Pukul 18.15, beberapa rekan termasuk mas Widhi telah hadir di lokasi gathering, Potret Kafe. Walah!! Ternyata “terkejut” sedang jadi sahabat terbaikku hari-hari itu. Ketika persiapan peralatan, baru kusadari kabel-kabel “Viewer” ternyata tidak berada di kantong tempatnya biasa diletakkan, alias tidak terbawa!!!.. buseeet!!!! Beruntung kesigapan Ngaliman dan kemurahan hati mas Gunawan - sang manajer kafe - mau meminjamkannya agar si viewer tidak jadi korban kesadisan widhi bek yang hendak meng-oprek-nya menjadi viewer wireless.... :P

Setelah satu persatu peserta mulai hadir, untuk mencairkan suasana sambil menunggu kabel VGA yang belum juga tiba, acara dimulai dengan perkenalan antar peserta yang kemudian dilanjutkan dengan perkenalan tentang forum NGI oleh mas Widhi yang kebetulan juga merangkap sebagai moderator Forum NGI regional Jakarta kepada beberapa peserta yang ternyata belum pernah mendengar tentang forum NGI sebelumnya.

Akhirnya penantian menunggu kabel VGA pun berakhir dengan datangnya mas Gunawan yang selalu murah senyum. Layar langsung terkembang dan acara inti pun dimulai. Lanjooootttttt!!!!!!!

Acara Sharing langsung diawali dengan tiga pertanyaan mendasar dari mas widhi, apakah anda:

1. hobi traveling?

2. hobi fotografi?

3. hobi menulis?

Sedikit berbeda dengan acara pictfets 2011 di jakarta, awalnya sharing terasa kaku karena banyak peserta sharing cenderung sedikit malu-malu untuk menjawabnya. Tapi setelah dibumbui beberapa pertanyaan lain, suasana menjadi sedikit lunak dan peserta mulai teracuni untuk berbagi cerita. Terlebih lagi setelah mas Widhi sharing alasan mengapa memilih ebook menjadi media yang digunakan ketika berbagai buku tentang Keindahan Indonesia didominasi dibuat oleh orang luar negeri, sementara industri penerbitan dalam negeri dirasa kurang mendukung  munculnya buku-buku keindahan indonesia dengan alasan selera pasar dan mahalnya biaya produksi.

Suasana semakin menghangat ketika mas Widhi mulai menceritakan step by step mengelola ebook fotografi yang didapat dari pengalaman pribadinya. Dimulai dari cara-cara praktis melakukan riset data dan persiapan perlengkapan, kemudian proses memotret dan mencari data ketika berada di lokasi, kiat-kiat mengelola data foto yang didapat, hingga pentingnya mengambil foto dengan format RAW bila berkeinginan untuk mengirimkannya ke media cetak seperti majalah NGI atau majalah lainnya.

Penjelasan mas Widhi menjadi semakin menarik ketika memulai menyentuh pada bahasan step by step apa yang harus dilakukan setelah pulang dari perjalanan. Proses ini memang diakui mas Widhi sebagai proses yang cukup membosankan, karena harus berkutat dengan data yang bejibun, ribuan foto dalam memory card, maupun catatan perjalanan yang berserakan namun harus segera diolah biar tidak ada yang terlupa. Hingga kemudian masuk ke proses editing. Disini mas Widhi menekankan pentingnya backup file untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, meskipun pada akhirnya investasi harddisk menjadi hal yang perlu dipikirkan karena besarnya file RAW.

Kiat Mengelola E-book Fotografi dan Travel Writing secara Independen

Kemudian acara berlanjut pada materi Travel Writing menggunakan materi (dadakan) tentang pengalaman saya mengikuti proses pembuatan beberapa e-book dan aktivitas traveling yang pernah dilakukan. Pada awalnya memang agak keder juga membawakan materi itu ketika mengetahui hadirnya beberapa dedekot Travelist eMagz, yaitu Mas Wana Darma selaku manajer project dan mbak Ferzya selaku Chief Editor. Tak hanya itu, mayoritas peserta pun ternyata cukup banyak yang sudah berkecimpung di dunia fotografi dan jurnalistik.... :P

Sharing tentang travel writing dimulai dari keunikan cara penulisannya yang cenderung subyektif dan tidak terpatron pada pakem jurnalistik. Umumnya merupakan bentuk ekspresi si penulis ketika menceritakan perjalanannnya, dari segala kesan yang dirasakan, hingga segala keunikan yang belum pernah dirasakannya. Seringkali malah banyak dari penulis yang menjadikannya sebagai media untuk menceritakan banyak hal tentang keunikan lokasi, maupun budaya masyarakat setempat yang belum tentu diketahui banyak orang.

Karena travel writing tidak melulu hanya sebuah kisah semata, maka step by step yang diperlukan untuk membuat sebuah travel jurnal juga selalu dimulai dengan riset. Khususnya riset tentang lokasi, sejarah, hingga budaya setempat yang kemudian akan membuatnya memiliki nilai lebih. Ketika berada di lokasi, pendekatan dengan masyarakat setempat menjadi salah satu hal penting yang tidak boleh dilupakan. Membaur dengan masyarakat setempat akan memberi kesempatan bagi penulis untuk ikut merasakan budaya, cara berpikir atau bahkan mengikuti pola hidup masyarakat setempat yang akan memberikan banyak informasi yang bisa ditemukan.

Kiat Mengelola E-book Fotografi dan Travel Writing secara Independen

Sharing menjadi semakin hangat dengan diskusi tentang struktur apakah yang paling tepat untuk membuat sebuah travel journal dan bagaimana mengukur bagus tidaknya travel writting yang sudah kita buat. Hingga pada akhirnya memang dipahami bersama bahwa baik seni foto maupun seni menulis sangat bergantung dengan “selera” para penikmatnya, karena berdasar pengalaman pribadi, seringkali tulisan yang menurut saya kurang baik terkadang malah lebih digemari oleh pembaca dibandingkan dengan sebuah karya yang secara penulisan maupun riset yang dilakukan jauh lebih baik namun malah kurang direspon oleh para pembaca.

Dan materi tersebut akhirnya saya selesaikan dengan mantra penuh racun traveling paling mutakhir,

Keep your Narcism(penting karena inilah salah satu pendorong orang untuk selalu ingin berbeda dengan karya orang lain sehingga selalu mencari hal yang baru) and always Enjoy the Trip!!!(setiap orang memiliki caranya sendiri untuk menikmati perjalanannya dan inilah yang membuat cerita akan selalu berbeda, meskipun berulangkali mengunjungi lokasi yang sama)

Kemudian mas Widhi meneruskan sharing langkah-langkah dalam distribusi dan promosi e-book yang telah dibuat. Berdasar pengalamannya, bayak cara yang bisa dilakukan untuk mendistribusikan e-book, salah satunya menggunakan free account website untuk meng-upload maupun men-download data, seperti www.scribd.com, atau www.issuu.com yang unik karena memiliki developer khusus sehingga e-book yang kita upload dapat dibaca layaknya membaca lembaran-lembaran buku secara digital. Sedangkan untuk Promosi, mas widhi langsung memperlihatkan beberapa cara praktis untuk mempromosikan ebook hasil karya kita yang sudah dibuat dengan penuh perjuangan, cucuran keringat dan air mata tersebut bisa diketahui orang lain dan dibaca.... (syukur-syukur kalo malah ada yang mau bikin kerjasama... :P) ... Hingga disini, tampaknya ada beberapa peserta yang mulai teracuni eh... tertarik untuk membuat e-book karya mereka sendiri, terlihat beberapa peserta yang mulai bisik-bisik dengan rekan disebelahnya,... (*GR!!!... orang mereka lagi janjian mo nonton “Breaking Down” je... :P)

Acara sharing kemudian berpuncak pada pemutaran video buatan ma Widhi Beks tentang kumpulan foto hasil tripnya beberapa kali ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dalam beberapa acara yang berbeda dan sharing beberapa ebook yang sudah sempat diupload ke website, yaitu Epic volcano chapter 2 dan Semeru chapter 2 yang semakin "meracuni" para peserta.

Akhirnya acara ditutup dengan teaser dari Mas Wana yang mempreview the-travelist.com dan beberapa snapshot edisi terbaru Travelist e-Magz yang membahas pernak-pernik kopi secara detail...(tak sabar saya ingin segera mendownloadnya... kopi sudah menjadi bagian keseharian saya sampai saat ini... :P). Meski baru menerbitkan 3 edisi, The Travelist eMagz langsung melejit menjadi salah satu e-Magz yang cukup dicari belakangan ini. Tak tanggung-tanggung, Travelist 2nd Issues hanya dalam semalam setelah di unggah langsung tercapai angka 1045hits!!!! Ngeriiiii...!!!!!!

Dan akhirnya, setelah dilakukan pemilihan moderator baru Forum NGI regional Yogyakarta untuk membantu mas Sigid dan berfoto bersama yang pengambilannya langsung dipegang oleh mas Joan Prahara yang sempat “magang” di NG Traveler sebagai Fotografer, acara gathering resmi ditutup. Namun, sepertinya para peserta belum puas, sehingga acara kumpul-kumpul langsung dilanjutkan di Angkringan Kantor Kedaulatan Rakyat di Jalan Mangkubumi yang cukup legendaris.

Terima kasih untuk kehadiran teman teman semua. semoga sharing singkat-nya bisa menambah wawasan ya mohon maaf bila ada banyak kekurangan, maklum manusia tidak luput dari ke-alpa-an #halah sampai ketemu di event2 NGI berikutnya dengan pembicara2 lain yang lebih top markotop !!

foto keluarga NGI regional Jogja

Bagi rekan-rekan yang hadir dan ingin mendapatkan file presentasi bisa di download atau dibaca langsung dari scribd:

> > > SCRIBD - materi presentasi mengelola e-book fotografi – pictfest 2011

> > > SCRIBD - materi presentasi Travel Writing

atau bisa juga di download melalui mediafire :

> > > MEDIAFIRE - materi presentasi mengelola e-book fotografi - pictfest 2011

Bagi yang tidak bisa hadir, mungkin materi tersebut akan sedikit membingungkan... karena memang materi itu merupakan keynote dari presentasi lisan yang diharapkan menjadi pemicu terjadinya sharing atau diskusi.

Jadi terus pantengin Forum National Geographic Indonesia untuk mendapatkan informasi event terbaru yang diadakan oleh National Geographic Indonesia.

Atau follow @lndscpindonesia untuk event seputaran kegiatan yang diadakan oleh Landscape Indonesia

Related articles :

 

Add comment


Security code
Refresh

Follow Us

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Update via Email

Dapatkan informasi terbaru seputar update website, event hunting dan traveling, ebook terbaru
GRATIS melalui email Anda

silakan masukan alamat email Anda :

*kerahasiaan data Anda akan terjaga dan hanya digunakan untuk informasi update

widhibek_ym

wawis_ym

Latest Event

FREE BOOK

Silakan donwload beberapa catatan perjalanan keindahan alam Indonesia
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Other Links

Gallery Stats

  • Picture :   1226
  • Categories :   114