pufff…

tepat 2 minggu setelah seri perdana Explore the beauty of Indonesia, seri kedua sudah siap diunduh kembali..
isinya 2x dari edisi pertama, yg pertama 20 halaman (+cover depan belakang) yang edisi kedua ini 40 halaman (+cover depan belakang juga)

Jangan-jangan edisi ketiga 3x lipatnya, edisi keempat 4x lipatnya… haduh..
kqkqkkqkqkq

catatan perjalanan tahun 2008 lalu ketika berkunjung ke TN Ujung Kulon.
jadi masih memakai kamera jadul canon G5.. jadi gambar banyak yg noise karena sebagian harus memaksa dengan iso 400 biar gambar tidak blur.. belum punya tripod lagi jadi tidak bisa slow speed di sungai :(.. padahal banyak sungai yang kita lewati lho..

scribd logo Ujung Kulon – mencari jejak odeng

> > > http://www.scribd.com/doc/51995787/Ujung-Kulon-mencari-jejak-odeng

logo issuu

> > > http://issuu.com/widhibek/docs/odeng-ujung-kulon

Pencarian terhadap kebenaran adanya lebah hutan Apis dorsata, atau yang dalam bahasa sunda sering disebut dengan julukan Odeng ini membawa kami menembus belantara hujan tropis di bagian ujung paling barat pulau Jawa. Taman Nasional Ujung Kulon yang terkenal sebagai tempat pelestarian badak bercula satu ini sudah dari jaman saya sekolah dulu menjadi target kunjungan setelah melihat buku Keanekaragaman Alam Indonesia.

Perjalanan panjang dari jakarta melewati kota Serang, Pandeglang dan menemuh jalan batu yang acak adut setelah memasuki Sumur hingga ahkirnya mobil berhenti di desa Taman Jaya untuk kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju desa terahkir di Cikawung Girang

Pagi hari nya setelah diiringi hujan yang turun membasahi bumi kami berjalan melewati jalan yang berubah menjadi jebakan lumpur dan sandal gunung kesayangan saya pun berahkir sebelum mulai masuk kawasan hutan Ujung Kulon kalah dengan ganasnya tanah berlumpur di daerah persawahan.

Kami berjalan melalui pematang yang mirip aliran sungai kecil karena hujan semalaman, padahal harusnya ini jalan setapak kalau sedang tidak hujan. Menikmati makan siang nasi putih + mie instan + telor dadar di pinggir sungai sembari mendengarkan irama alam gemericik sungai membelah bebatuan. nikmatnya istirahat siang ini langsung melenyapkan rasa penat perjalanan dari pagi tadi.

Setelah sampai di bawah pohon Kiara, tempat bersarang lebah hutan, entah atas ide siapa kami mencoba membuat semacam perlindungan dari ranting pakis dibentuk seperti benteng.

Bagaimana kelanjutan “perburuan” lebah hutan odeng di Ujung Kulon ini ? silakan dibaca sendiri ya :p

40 halaman – full color

> Low Res (ukuran kecil) –
icon Ujung Kulon : menelusuri jejak odeng – small size (3.28 MB)

download dari mediafire

mediafire – ukuran kecil



> Medium Res (ukuran besar)

icon Ujung Kulon : menelusuri jejak odeng – medium size (9.12 MB)

download dari mediafire

mediafire – ukuran sedang

ditunggu kritik, saran, komentar dll

semoga berkenan

Related articles :