Postingan awal tahun 2019 pastinya mencoba untuk melihat kembali yang sudah terlewati di tahun 2018 kemarin. Ada banyak perjalanan ke tempat tempat baru yang sudah lama diimpikan, ada juga perjalanan ke tempat yang cuma sepelemparan batu. Mencoba hal hal baru seperti diving, underwater photography. Tetap setia dengan langit malam untuk mengabadikan bentangan milky way, sedikit berkurang waktu untuk menunggu matahari terbit dan terbenam.

diving manado

Januari 2018 dimulai dengan trip diving pertama di Manado, Bunaken dan Lembeh serta perjalanan ke beberapa tempat di sekitar Manado. Ebook Dive Trip Manado bisa dinikmati di sini:
http://www.landscapeindonesia.com/ebook-manado-dive-trip/

drone leboyan

Setelah itu perjalanan ke Kapuas Hulu untuk membantu dokumentasi aerial dengan drone di 16 kampung di seputar sungai Leboyan.
http://www.landscapeindonesia.com/mengabadikan-leboyan-dari-udara/

milky way gancik

Sempat agak cukup lama di Solo jadi bareng teman-teman berburu milky way di beberapa tempat. Salah satunya di Puncak Gancik
http://www.landscapeindonesia.com/berburu-milky-way-di-puncak-gancik.
Ebooknya bisa dinikmati di sini:
http://www.landscapeindonesia.com/ebook-hunting-milky-way-di-puncak-gancik/

makan malam outdoor

Kemudian ide dadakan untuk makan malam dengan suasana berbeda membawa kami untuk bikin perjalanan dadakan ke bukit Laskar Pelangi sekedar untuk mencicipi makanan malam ala chef Marsono
http://www.landscapeindonesia.com/makan-malam-di-puncak-bukit-laskar-pelangi/

tangkuban perahu

Bandung dengan banyak tempat wisata alam juga sempat kami cicipi keindahannya, salah satunya dengan menikmati pagi di Tangkuban Perahu.
http://www.landscapeindonesia.com/menengok-legenda-sangkuriang-di-tangkuban-perahu/

Diving malam hari sebenarnya sudah pernah beberapa kali dilakukan, tapi kadang masih juga terjadi beberapa kali kejadian di luar skenario, salah satunya pas diving malam di pulau Genteng Kecil, kena arus ke belakang pulau euy
http://www.landscapeindonesia.com/terseret-arus-night-dive/

Perjalanan satu bulan ke Papua berkeliling ke banyak tempat, dan membawa pulang ribuan foto dan cerita. Banyak yang belum semua sempat disharing, tapi beberapa sudah ditulis di web

milky way papua

Sebenarnya kalau cuaca bagus, pas itu waktu sa ke papua buat hunting milky way, tapi karena cuaca lebih sering mendung dan hujan kalau malam jadi cuma sempat beberapa kali sa hunting malam.
http://www.landscapeindonesia.com/berburu-milky-way-di-papua/

Sudah sampai Ke Papua kalau ndak ke Raja Ampat kayaknya gimana gitu lho. Beruntung sempat mencicipi keindahan sejumput surga raja ampat di arborek
http://www.landscapeindonesia.com/diving-di-arborek-raja-ampat/
dan juga di Pianemo
http://www.landscapeindonesia.com/pianemo-raja-ampat/

Walau tidak setiap saat, tapi kalau pas lagi agak luang masih sempat untuk menunggu matahari terbenam di papua. Di Abepura kami mampir ke bukit Skyline
http://www.landscapeindonesia.com/sore-di-bukit-skyline-abepura/

Di Jayapura kami mampir ke salah satu ikon Jayapura, Bukit Pemancar
http://www.landscapeindonesia.com/sore-di-bukit-pemancar-jayapura/

Papua memang besar sekali daerahnya. Dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya kadang kami menggunakan jalur darat. Dari Wamena menuju ke Yalimo kami tempuh dengan menggunakan mobil.
http://www.landscapeindonesia.com/melintas-jalur-darat-wamena-yalimo/

Salah satu kendala yang masih kami jumpai di Papua adalah koneksi internet, sudah 4G tapi masih butuh wifi hahaha
http://www.landscapeindonesia.com/sinyal-4g-di-papua/

drone papua

Di Papau juga merupakan paket dokumentasi lengkap, dari darat, bawah laut dan juga udara dengan drone.
http://www.landscapeindonesia.com/menerbangkan-drone-di-papua/

Kembali ke gunung, tahun 2018 ini agak berkurang perjalanan pendakian ke gunung. Gunung Lawu lewat jalur Candi Cetho menjadi satu satunya perjalanan ke gunung tahun 2018. Sudah agak susah cari yang seumuran masih mau naik gunung komentar Marsono hiahahaha
http://www.landscapeindonesia.com/pendakian-gunung-lawu-jalur-candi-ceth
o/

Perjalan di penghujung tahun ditutup dengan perjalan ke Sumatera Barat dan Aceh

Jalur darat 11 jam harus kami lewati dari Medan untuk sampai ke Blangkejeren Aceh. Capek tapi indah.
http://www.landscapeindonesia.com/perjalanan-medan-blangkejeren-jalur-darat/

Di Blangkejeran kami ngopi ngopi ceria dan menikmati mie aceh di tempat asalnya.
http://www.landscapeindonesia.com/menikmati-blangkejeren/

Tak lupa mampir ke Danau Toba walau sebelumnya sudah didera capek perjalanan dari Aceh 13 jam. Tapi tidak rugi karena memang Danau Toba itu indah, walau kami cuma sempat berkunjung satu hari di Danau Toba.
http://www.landscapeindonesia.com/sehari-di-danau-toba/

Hunting di air terjun Jumog menjadi hunting penutup di akhir tahun 2018. Rela bangun pagi demi komposisi bebas bocor.
http://www.landscapeindonesia.com/rela-bangun-pagi-demi-komposisi-air-terjun-jumog/

Semoga di tahun 2019 nanti akan lebih banyak kesempatan, peluang, dan petualangan menanti. Lebih bisa banyak berbagi baik melalui tulisan, workshop untuk semua.

Selamat datang tahun 2019 !!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *