Libur Lebaran kali ini, setelah beberapa hari berada di rumah orang tua di Solo, dan hanya melakukan 3 kegiatan yaitu makan, tidur dan nonton televisi, akhirnya pada hari ke 3 saya memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Pacitan. Sebuah kabupaten di Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah, yang selama ini keindahannya hanya bisa saya nikmati lewat foto-foto yang diunggah oleh teman-teman atau dari tulisan-tulisan di blog.
Awalnya saya merasa ragu untuk melakukan perjalanan ini. Bukan apa-apa. Pertama, saya belum pernah bepergian ke Pacitan. Kedua, hanya akan berangkat sendirian. Ketiga, saya ragu apakah akan bepergian menggunakan kendaraan umum atau meminjam motor adik saya. Keraguan itu akhirnya hilang setelah saya mulai mengumpulkan informasi dari internet mengenai rute, jarak perjalanan, lama perjalanan dan tentu saja biaya perjalanan. Sebenarnya saya sudah hampir saja berangkat dengan menggunakan kendaraan umum. Namun pada malam sebelum melakukan perjalanan, saya memandangi motor adik saya dan kemudian memutuskan melakukan perjalanan dengan menggunakan motor...hhmmm kasian motor itu...harus menanggung beban seberat ini...hehehehe.
Alarm di handphone saya berbunyi, tepat pukul 6 pagi. Tapi kasur dan bantal masih belum mau ditinggal. Yah...jam 7 pagi akhirnya saya bangun. Duduk-duduk dulu sambil minum teh untuk sekedar “ngumpulin nyawa”. Akhirnya, setelah mandi saya berangkat tepat pukul 8.30. Tak lupa mampir dulu untuk mengisi penuh bahan bakar untuk motor yang saya pakai.
Rute yang saya ambil adalah Solo - Sukoharjo - Wonogiri - Pracimantoro - Pacitan. Meskipun menurut adik saya rute itu lebih memutar daripada rute lainnya tapi saya tetap mengambil rute ini sesuai dengan yang saya baca di sebuah blog. Petunjuk arah di perjalanan sangat membantu saya untuk dengan mudah menemukan jalan menuju tempat-tempat yang akan saya kunjungi.
Pantai Nampu 12.00 - 13.00

Pantai pertama yang saya capai. Setelah Pracimantoro saya mengikuti petunjuk arah yang selalu ada di setiap belokan. Lebih mudah lagi karena saya pergi pada musim liburan adalah saya hanya tinggal mengikuti rombongan motor di depan saya :D. Meskipun demikian, tetap saja saya hampir salah. Untungnya saya sadar sebelum jauh dan kemudian memutar balik untuk melihat kembali petunjuk arah yang tadi saya lewati. Dan ternyata memang benar, saya harusnya belok ke kanan bukan lurus seperti yang tadi saya lakukan.
Pantai Nampu adalah sebuah pantai berpasir putih yang terletak diantara 2 buah tebing. Sebenarnya ada 3 pantai yang berada dalam satu lokasi pantai tersebut tetapi saya tidak mengetahui apakah nama-nama 3 pantai itu sama atau berbeda. Ketiga pantai itu terpisah dengan adanya bukit-bukit disampingnya. Anda dapat menyaksikan ketiganya dengan menaiki bukit tertinggi yang berada di tengah-tengah ketiga pantai tersebut.
Pantai Klayar 13.30 - 14.30

Pantai kedua setelah Nampu. Sebuah pantai yang sangat sering saya dengar ceritanya dari kawan-kawan saya. Sepertinya pantai ini adalah pantai yang paling terkenal di Pacitan, dan memang pemandangan di sini benar-benar indah. Saya bisa bagi pantai Klayar menjadi 2 bagian. Bagian pertama adalah sebelah kanan yang berupa tebing yang tinggi yang langsung berhadapan dengan laut. Tebing ini selalu dihantam ombak besar sehingga menimbulkan suara yang gemuruh. Bagian kedua adalah gugusan karang di bagian kiri. Kedua bagian ini dipisahkan dengan sebuah pantai pasir putih yang cukup luas. Gugusan karang di bagian kiri ini memiliki sebuah keunikan dimana ombak akan “menyelip” diantara dua karang yang ada di sana. Ombak di sini cukup besar dan tinggi, sehingga kita harus berhati-hati ketika berada di Pantai Klayar.
Pantai Watu Karung 15.30 - 16.30

Untuk mencapai pantai ini dari arah Klayar, Anda harus melewati sebuah hutan jati dengan jalan yang sempit dan berkelok-kelok. Awalnya saya ingin mengambil foto di hutan ini, tapi ketika sadar bahwa saya sendirian dan tidak ada kendaraan lain atau orang lain yang berada di dekat saya, sepertinya keinginan tersebut langsung hilang, kalah dengan rasa deg-degan...hahaha...lebih baik saya cepat-cepat melalui hutan itu.
Satu jam kemudian sampai juga di Watu Karung. Pantai yang menurut sebuah situs memiliki ombak kelas dunia untuk berselancar. Tapi sayang sepertinya saya tidak datang pada waktu yang tepat. Yang saya temui hanya 1 orang yang sepertinya baru selesai berselancar, tidak ada lagi yang lain.
Pantai ini selain memiliki ombak yang besar, juga memiliki karang-karang yang besar. Banyak sekali sudut-sudut yang dapat diabadikan menjadi foto yang bagus. Benar-benar pantai yang fotojenik. :D
Pantai Srau 17.30 - 18.30

Karena sudah cukup sore saya memutuskan untuk meninggalkan Pantai Watu Karung dan menuju ke Pantai Srau yang petunjuk arahnya sebelumnya saya lihat ketika sedang menuju ke Watu Karung. Di situ tertulis “Pantai Srau” dan “Kota Pacitan”. Hmm satu arah nih. Jadi mumpung masih sore saya ingin mengejar sunset di Pantai Srau. Saya lihat hari ini sangat cerah jadi pasti sunset nya akan cukup bagus meskipun tidak ada “penghias” berupa awan yang berkumpul.
Perjalanan cukup jauh juga ternyata. Saya takut jangan-jangan sunset itu tidak terkejar. Dan sesampainya saya di area Pantai Srau sepanjang perjalanan tidak saya temui orang yang arah perjalanannya ke arah Pantai tapi sudah berlawanan arah. Jadi sudah banyak yang meninggalkan pantai tersebut. Jangan-jangan sampai di sana pantai sudah sepi dan saya tinggal sendirian. Kekhawatiran bertambah ketika matahari sepertinya akan tertutup bukit sebelum sempat menyentuh cakrawala. Tapi ternyata ada jalan yang terus mengarah ke barat. Jadi saya ikuti saja jalan itu, dan benar...there it is..what a beautiful sunset!
Hari mulai gelap, waktunya meninggalkan Pantai Srau untuk menuju ke Solo kembali. Setelah cuci muka untuk menyegarkan diri, saya menyalakan motor. Ternyata lampu motor mati. Sial betul...tapi saya berfikir masih ada lampu jauh yang menyala, jadi tidak apa-apa lah, lagipula ada rombongan pengendara motor yang akan pulang juga jadi saya mengikuti mereka. Tapi tak lama setelah berjalan, ternyata lampu jauh saya juga ikut-ikutan mati! Aduh! tinggal lampu kota saja yang tersisa dan karena gelap motor saya sempat beberapa kali menabrak lubang jalan dan semakin tertinggal dengan rombongan motor di depan saya. Akhirnya setelah bertanya kepada penduduk setempat saya menemukan sebuah bengkel untuk mengganti lampu motor saya.
Sekitar pukul 19.30 lampu selesai dipasang. Saya bertanya pada pemilik bengkel apakah jalan menuju Solo sekitar jam tersebut masih ramai. Dengan wajah terlihat ragu dia menjawab bahwa jalan masih rame tapi harus hati-hati karena gelap dan jalannya berbelok-belok. Setelah berpikir lagi, saya kemudian memutuskan untuk menuju ke Kota Pacitan dan menginap di sana saja karena sepertinya akan lebih aman jika perjalanan pulang ke Solo saya lakukan keesokan paginya.
Paginya pukul 09.30 saya memutuskan kembali ke Solo. Saya sempat melewati 2 pintu gerbang dengan tulisan Pantai Pancer dan kemudian Pantai Teleng Ria, tapi saya memutuskan untuk melewatinya. Mungkin nanti...saya menyimpannya untuk kunjungan berikutnya. Setelah mengisi perut dengan sebatang wafer coklat dan susu kemasan dan mengisi penuh tanki bahan bakar motor, saya segera tancap gas ke Solo dengan rute Pacitan - Baturetno - Wonogiri - Sukoharjo - Solo.
Kesimpulannya, perjalanan kali ini sangat menyenangkan dan membawa sebuah pengalaman baru untuk saya, selain itu biaya yang saya keluarkan relatif kecil. Saya juga merasa telah benar memilih rute karena semua pantai yang saya kunjungi berturut-turut dan berangkaian sampai ke bagian kota Pacitan sehingga tidak membuang waktu dan bahan bakar, dan meskipun bahan bakar kendaraan Anda mulai tipis, tidak perlu takut karena hampir setiap 500 meter ada saja kios-kios bahan bakar yang siap melayani Anda.
Selain pemandangan indah yang saya dapat, saya juga menjadi tahu ketika mengunjungi tempat-tempat wisata pada musim liburan adalah setiap tempat yang teduh anda akan sangat dapat dengan mudah menemukan.........ABG yang sedang berduaan...hahahaha
Pantai-pantai di Pacitan sangat panjang dan luas, sehingga sepertinya setiap pantai paling tidak baru selesai dinikmati sehari penuh. Saya yakin masih banyak lagi pantai yang tersembunyi di Pacitan.
Berikut adalah perhitungan kasar mengenai biaya perjalanan ini:
- Bahan bakar:
- Pengisian pertama di Solo: Rp. 15.000
- Pengisian kedua setelah Pantai Nampu: 2 liter bensin eceran: Rp. 10.000
- Pengisian ketiga di Kota Pacitan: Rp. 15.000
Total : Rp. 40.000
- Tiket Masuk dan Parkir
- Pantai Nampu : Rp. 3.000 + Rp. 2.000
- Pantai Klayar : Rp. 3.000 + Rp. 1.000 + Rp. 1.000 (parkir motor di dekat pantai yang dikelola anak-anak sekitar)
- Pantai Watu Karung : Rp. 3.000 + Rp. 1.000
- Pantai Srau : Rp. 3.000 + Rp. 1.000
Total : Rp. 18.000
- Makan dan Minum
- Makan siang di Pantai Klayar : Soto Ayam dan Kelapa Muda : Rp. 15.000
- Air Mineral 2 botol : Rp. 6.000
- Makan malam di Kota Pacitan : Rp. 15.000
- Makan siang di Baturetno : Rp. 17.000
- Jajan Cemilan :D : Rp. 10.000
Total : Rp. 63.000
- Penginapan : Rp. 45.000
Total biaya yang dikeluarkan : Rp. 166.000
keep traveling & sharing
Untung Sumarsono

















Comments
kami yg hobi foto di pacitan siap membantu...
Kayanya 4 orang masih bisa...
aku yo ra dijaki je
RSS feed for comments to this post