maafkan saya bila akhir2 ini sering posting trailer dan video perjalanan gak jelas.. awalnya cuma iseng dan lama lama jadi kecanduan
*mengutip salah satu opini om ayos di blognya hifatlobrain.net - trend travel video.html
untuk memilih dan memilah foto dan video untuk digabungkan menjadi 1 video pendek perjalanan..
Video pendek perjalanan ke Danau Sentarum bulan lalu, yang salah satunya mengunjungi Bukit Semujan.
Bukit Semujan merupakan salah satu lokasi tertinggi di TN Danau Sentarum.
Perjalanan menuju puncak bukit semujan akan melewati hutan dengan pohon2 tinggi dan berdaun lebat dan tanah basah dan berlumpur.
Sebelum sampai puncak kita akan ketemu dengan pos pengamatan bukit semujan, dan ada semacam kolam kecil yang tenang.
Dari puncak bukit Semujan kita akan bisa melihat keseluruhan Danau Sentarum yang seluas 132.000 hektar.
semoga belum pada bosan ya :D

video pendek ini bisa diliat di youtube : http://www.youtube.com/watch?v=786nmAdtPoU
Dim lights Embed Embed this video on your site
story behind
kami akhirnya menepi ke sebuah daratan. sungai sudah terlalu dangkal untuk melanjutkan perjalanan dengan Perahu. Bahkan tadi beberapa kali harus dengan didayung supaya bisa mencapai tepian. Mendung mengantung menutupi Bukit Semujan sehingga semua perlengkapan memotret saya masukan ke dalam tas dan dibungkus rain coat.
Perjalanan awal melewati jalur berlumpur dikelilingi rumput dan daun pakis. Awalnya saya mencoba mencari jalur yang masih sedikit kering karena takut basah. Tapi karena hampir semua jalur berupa genangan air akhirnya saya pasrahkan sepatu saya bermain main dengan air dan dipenuhi lumpur sampai ke mata kaki.
Cuaca mendung dan langit yang abu abu menjadikan suasana di tepi kolam seperti kembali ke masa lampau. Tapi tak lama kemudian hujan turun sehingga kami menumpang berteduh di rumah penjaga. 10 menit menunggu hujan bertambah semakin lebat.. cuaca dingin, capek, ditambah kebaikan empunya rumah memberi pinjaman bantal membuat kami terlelap dalam mimpi masing masing sembari ditemani bunyi gemericik air hujan mengenai dedaunan.. zzzzz
Pukul 12 lebih sedikit hujan sudah mulai reda.. menurut miji, yang nantinya akan menjadi pemandu kami, perjalanan ke atas “hanya” 1 jam sampai dan turunnya 30 menit. saya sendiri membuat perkiraan kalau dia bilang 1 jam mungkin kita akan 1.5 – 2 jam.. biasa orang lokal sering menyebut waktu lebih cepat.
Jalur awal yang kami lewati masih berupa jalan setapak menembus rimbunnya pakis. Kemudian berganti menjadi jalan setapak yang mulai menanjak. Diatas tanah, terserak daun daun kering seakan permadani yang menghias hutan. 20 menit kemudian kami sampai di sebuah sungai kecil yang mengalir menuruni tebing membentuk air terjun. Mungkin karena masih termasuk daerah gambut sehingga air yang mengalir di sungai ini pun berwarna kecoklatan seperti warna air danau Di beberapa tempat jalur menanjak dengan kemiringan sudut 60 derajat membuat napas menderu seperti lokomotif, keringat yang sudah mengucur dari awal bertambah banyak seperti aliran sungai di bawah tadi. saya lihat Miji sudah berada di bagian atas sembari tersenyum melihat kami yang berjalan bak zombie mencari rambatan menaiki jalur setapak. “pak Bek bisa kah naik ke atas” seru Bang Jay ketika saya sampai ke sebuah tebing dengan tangga kayu yang diikat seadanya. Jangan dikira tangga kayunya seperti yang sering dipakai para tukang, 2 tiang vertikal disusun dengan beberapa tiang horisontal. Ini tangga kayu hanya berupa batang kayu yang diikat seadanya dan ditancapkan ke tanah, sedangkan di bagian atas diikat pada sebatang pohon. Tebing menjorok hampir 87 derajat dengan ketinggian sekitar 5 meter. Kebayang kalau terpleset jatuh dari tebing setinggi 5 meter sih mungkin masih agak “ringan” tapi setelah itu mengelundung ke bawah entah berapa ratus meter sampai ke sungai itulah yang jadi beban pikiran. “sudah mau sampai kita bang” ujar Miji sembari meneruskan perjalanan. Di depan kami jalan setapak sudah lebih datar dan bersahabat dibanding jalur sebelumnya. Dan tidak lama kemudian terlihat tanah lapang dengan pemandangan luas membentang di depan mata. Tumbuhan Rawa kerdil yang menjadi khas Danau Sentarum terlihat seperti miniatur. Sejauh mata memandang terlihat pepohonan dikelilingi danau. Sayang cuaca masih mendung sehingga pemadangan dari atas terlihat datar.
terucap kata dalam hati.. indahnya Indonesiaku
beberapa foto dari perjalanan bukit semujan





















