trailer perjalanan untuk menikmati keindahan bawah laut di sekitar Krakatau.. kapan lagi bisa menikmati nya sembari jantung berdetak kencang menyaksikan tonggak awan gelap keluar dari mulut gunung anak Krakatau ?
silakan dinikmati trailernya di youtube : http://www.youtube.com/watch?v=hkCGNdadI4E&feature=share
Dim lights Embed Embed this video on your site
story behind :
Mata masih berasa mengantuk dan badan cukup penat setelah perjalanan panjang dimulai pukul 10 malam dari kampung rambutan ke pelabuhan merak, dilanjut dengan kapal feri menyeberangi selat sunda, carter angkot kuning membelah lampung menuju Canting dan diahkiri dengan bergoyang goyang didera ombak di atas kapal kayu yang membawa kami mendekat pulau rakata kecil.
Di depan mata terlihat gunung anak Krakatau berwarna abu abu kehitaman dengan tonggak asap berwarna coklat gelap pekat membumbung tinggi. Tak terdengar ada dentuman, mungkin kalah dengan deru mesin perahu kayu yang kami tumpangi. Tak begitu lama angin bertiup ke arah kapal membawa debu pasir yang segera membuat mata berasa perih.
Beberapa rekan yg awalnya antusias mengabadikan moment erupsi anak Krakatau terlihat melindungi peralatan memotret mereka dengan sigap. Beberapa menggunakan handuk sebagai pelindung kamera dan beberapa lagi bahkan sudah mulai memasukan kamera mereka ke dalam tasnya.
Di awal momen erupsi berjalan setiap periode 15 menit sekali. Tapi dalam perjalanan pulang dari pulau Rakata, Gunung Krakatau bahkan mengeluarkan material nya dalam jangka waktu detik dan berlangsung terus menerus selama kurang lebih 1 jam. Tiang kehitaman seakan unjuk pesona dengan bersusul susulan keluar dari rongga kawah gunung, membuat awan tebal kecoklatan yang kemudian terbawa angin.
Sebenarnya trip kali ini merupakan trip snorkeling dengan bonus menikmati keagungan gunung anak Krakatau. Beberapa spot snorkeling yang sempat kami datangi dalam keterbatasan waktu yang ada antara lain labuhan cabe, pulau umang umang dan pulau sebuku besar. Beberapa spot mempunyai aneka ragam terumbu karang dengan dihiasi beberapa ikan yang berkejar kejaran di sekeliling nya. tapi kapan lagi bisa bersnokling ria dengan background erupsi gunung anak krakatau ? Ingin rasanya tinggal lebih lama tapi karena sebagian besar dari kami adalah pekerja yang mengandalkan hidup dari bekerja senin – jumat maka terpaksa kami harus undur diri kembali ke peradaban dengan segala keruwetannya. Indahnya Krakatau akan selalu teringat di kenangan indah kami semua



Related articles :

















