Landscape Indonesia

Banten

Mengejar Mimpi Menjelajah Ujung Barat Pulau Jawa - 3

Bagian Pertama | Bagian Kedua

Bagian terahkir dari perjalanan mewujudkan mimpi mengunjungi Taman Nasional Ujung Kulon

Tak terasa malam pun tiba. Karena lokasi tertutup oleh banyaknya pohon yang rindang sehingga kondisi cepat menjadi gelap. Kombinasi badan capek, perut kenyang dan bunyi musik alam dari beberapa serangga ternyata ramuan yang tepat sehingga kami semua tidur lelap sekali malam itu. Sesekali saya terbangun karena masih mencoba beradaptasi berada di lingkungan baru yang tenang, tapi tak lama kemudian kembali terlelap. Kami beruntung malam itu tidak hujan sehingga tidur panjang kami tidak terganggu.

pagi yang indah di ujung kulon

Pagi hari nya saya terbangun dalam rengkuhan kedamaian di tengah hutan. Kabut tipis masih terlihat mengambang di atas sungai kecil dekat camp kami. Gemericik bunyai sungai terdengan pelan mengalir diantara bebatuan. Tubuh seakan malas mengikuti keinginan untuk beranjak dari peraduan bak hotel berbintang ini. Beberapa rekan terlihat sudah mulai beraktivitas pagi. Ada yang bersantai santai di dekat perapian, ada juga yang sudah mandi di sungai. Saya sendiri memilih untuk bersantai santai terlebih dahulu sembari mencoba menikmati suasana pagi di sekitar kemah.

Mengejar Mimpi Menjelajah Ujung Barat Pulau Jawa - 2

Lanjutan dari tulisan pertama, Mengejar Mimpi Menjelajah Ujung Barat Pulau Jawa - 1

Dermaga Cidaon

Dari pulau peucang kita bisa menjelajah beberapa lokasi yang letaknya tidak terlalu jauh. Cidaon bisa dicapai sekitar 10 - 15 menit dengan boat.

kawanan banteng sedang merumput di Cidaon

Di lokasi ini apabila kita beruntung, kita bisa melihat kawanan banteng yang sedang merumput. Tapi jangan berisik ketika dalam perjalanan menuju ke padang rumput karena bantengnya akan pergi menjauh bila terasa terganggu dengan kedatangan manusia.

Kita juga bisa menuju daerah Cibom dengan perahu. Dari Cibom nanti bisa dilanjutkan dengan perjalanan menembus hutan menuju ke pantai Ciramea. Pantai ini merupakan salah satu pantai tempat bertelur penyu.

Mengejar Mimpi Menjelajah Ujung Barat Pulau Jawa - 1

mengejar mimpi di ujung kulon

Dreams are like stars...you may never touch them, but if you follow them they will lead you to your destiny.” Kata bijak yang tidak saya ketahui siapa yang pertama mengucapkannya mungkin bisa menjadi salah satu gambaran tentang perjalanan ke Ujung Kulon ini.

Menembus lebatnya hutan di Ujung Kulon menjadi salah satu impian saya sewaktu masih berstatus siswa Sekolah Menengah Pertama. Ayah saya membelikan buku Kekayaan Alam Indonesia karangan Alain Compost. Buku yang berisi foto - foto keindahan hutan tropis dengan tajuk daun menutupi sinar matahari, tanah yang tertutup dedaunan dan aneka satwa liar yang berada di dalamnya. Ujung Kulon dengan Badak Bercula Satu (Rhinoceros sondaicus) yang langka seakan membius angan remaja saya saat itu. Dalam hati saya berujar “suatu hari nanti saya harus ke Ujung Kulon”

Peta Ujung Kulon

ujung kulon map

Ujung Kulon National Park (english)

Ujung Kulon National Park is located at the western-most tip of Java, Indonesia. It includes the volcanic island group of Krakatoa and other islands including Panaitan, Handeuleum and Peucang. The park encompasses an area of 1,206 km² (443 km² marine), most of which lies on a peninsula reaching into the Indian Ocean. The mainland part of Ujung Kulon was formerly farmland until it was devastated and depopulated by the 1883 eruption of Krakatoa after which it returned to its original forested state.

Ujung Kulon

Ujung Kulon National Park forms the largest remaining lowland tropical rain forest ecosystem in West Java. Moreover, it is an ideal habitat for the rare animals like the Javan rhinoceros (Rhinoceros sondaicus sondaicus). The three main ecosystem types in the Park are marine, coastal and terrestrial.

Ujung Kulon's natural riches - a huge diversity of plants and animals - were first recognized by Dutch and British researchers and botanists in 1820.

Some 700 species of plant are well protected, and about 57 of them are categorized as endangered species, including bayur (Pterospermum javanicum), bengang (Neesia altissima), salam (Syzygium polyanthum), and various species of orchid.          

This Park is home to 35 species of mammal, 5 species of primate, 59 species of reptile, 22 species of amphibian, 240 species of bird, 72 species of insect, 142 species of fish, and 33 species of coral. Besides the Javan rhinoceros, other endangered and protected animals are banteng (Bos javanicus javanicus), Javan deer (Cervus timorensis russa), panther (Panthera pardus), leopard cat (Prionailurus bengalensis javanensis), Javan leaf monkey (Presbytis comata comata), Javan gibbon (Hylobates moloch), and great clam (Tridacna gigas).

This Park is an attractive ecotourism site, with impressive natural phenomena of fast flowing rivers, waterfalls, white sand beaches, thermal springs, sea gardens, and cultural/historical remains (a statue of Ganesha). Taken together, they create an unforgettable experience for the visitor.

The marine and river waters of the Park are home to many beautiful species of fish, including butterfly fish, angel fish, parrot fish, clown fish, mudskippers, and archer fish. The last two species each have a unique characteristic: the mudskipper can climb up trees, while the archer fish can spit water up to a height of more than two metres in order to catch its prey (insects).

Ujung Kulon National Park, together with the Krakatau Nature Reserve, forms a national asset that has been declared a Natural World Heritage Site by UNESCO.

UNESCO has provided both financial support and technical assistance to enhance the managerial capacity of this Site. It is Indonesia's first national park and was declared a UNESCO World Heritage Site in 1992 for containing the largest remaining lowland rainforest in Java

Around the Mt. Honje area there is a community of Sunda Banten people. This people of this community are known for their "debus" show using supernatural powers.

dermaga pulau peucang

Interesting locations/attractions:
Tamanjaya and Cibiuk: the main entrance gate, with a guesthouse and a wharf. Cibiuk is a short distance from Tamanjaya. From here, it takes about 30 minutes on foot (a distance of about 2 km) to reach thermal springs.
Kalejetan Beach: a good point to watch the pounding waves of the Southern Ocean, observe banteng and spot various plants. The beach is located about 11 km away (3 hours on foot) from Tamanjaya.
Karangranjang Beach: wave formations and a beautiful white sand beach, turtle hatching sites, and opportunities to observe animals such as iguana, deer, pigs, etc. It is located about 5 km west of Kalejetan Beach.
Cibandawoh: clean, white, sloping beaches, and a good observation point for deer, pigs, etc. It is about 6 km west of Karangranjang.
Peucang Island: white sand beaches, coral reefs, attractive crystal clear blue sea water for swimming, diving, fishing, snorkelling, and plant and animal observation.
Karang Copong, Citerjun, Cidaon, Ciujungkulon, Cibunar, Tanjung Layar and Ciramea: forest and river exploration, animals roaming through pasture, waterfalls and turtle hatching sites.
Handeuleum Island, Cigenter, Cihandeuleum: animal observation (banteng, pigs, deer, various species of bird, and tracking the footprints of the Javan rhino), exploring rivers and mangrove forest.
Panaitan Island, Mt. Raksa and Mt. Honje: diving, surfing, sites of historical/cultural interest.

Best time of year to visit: April to September.

How to reach the Park:
Jakarta-Pandeglang (via toll road)-Labuan, about 3 hours by car (153 km); or Bogor-Pandeglang-Labuan, about 3 hours (160 km); then Labuan-Tamanjaya via Sumur, about 3.5 hours by car; or Labuan-Pulau Peucang, about 5 hours by speed boat.      

Office:
Jl. Perintis Kemerdekaan Nr. 51
Labuan Pandeglang 42264
Tel. : +62-253-801731
Fax. : +62-253-804651
E-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Declared Minister of Agriculture, in 1980
Designated Minister of Forestry, SK No. 284/Kpts-II/1992,
a total area 122,956 hectares
Location Regency of Pandeglang (Province of Banten)

Temperature 25°- 30° C
Rainfall 3,200 mm/year (on average)
Altitude 0 - 608 m asl.
Geographical location 102°02' - 105°37' E; 6°30' - 6°52' S

For more picture feel free to visit Ujung Kulon Gallery

[mosmap width='500'|height='400'|lat='-6.75'|lon='105.3333'|zoom='8'|zoomType='Large'|zoomNew='0'|mapType='Map'|showMaptype='1'|
overview='0'|text=''|tooltip=''|marker='1'|align='center']

source : wikipedia & http://www.dephut.go.id/

Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas di Jawa Barat, serta merupakan habitat yang ideal bagi kelangsungan hidup satwa langka badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan satwa langka lainnya. Terdapat tiga tipe ekosistem di taman nasional ini yaitu ekosistem perairan laut, ekosistem rawa, dan ekosistem daratan

Ujung Kulon

Keanekaragaman tumbuhan dan satwa di Taman Nasional Ujung Kulon mulai dikenal oleh para peneliti, pakar botani Belanda dan Inggris sejak tahun 1820.

Kurang lebih 700 jenis tumbuhan terlindungi dengan baik dan 57 jenis diantaranya langka seperti; merbau (Intsia bijuga), palahlar (Dipterocarpus haseltii), bungur (Lagerstroemia speciosa), cerlang (Pterospermum diversifolium), ki hujan (Engelhardia serrata)dan berbagai macam jenis anggrek.

Satwa di Taman Nasional Ujung Kulon terdiri dari 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 59 jenis reptilia, 22 jenis amfibia, 240 jenis burung, 72 jenis insekta, 142 jenis ikan dan 33 jenis terumbu karang. Satwa langka dan dilindungi selain badak Jawa adalah banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung (Trachypithecus auratus auratus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus), kucing batu (Prionailurus bengalensis javanensis), owa (Hylobates moloch), dan kima raksasa (Tridacna gigas).

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan obyek wisata alam yang menarik, dengan keindahan berbagai bentuk gejala dan keunikan alam berupa sungai-sungai dengan jeramnya, air terjun, pantai pasir putih, sumber air panas, taman laut dan peninggalan budaya/sejarah (Arca Ganesha, di Gunung Raksa Pulau Panaitan). Kesemuanya merupakan pesona alam yang sangat menarik untuk dikunjungi dan sulit ditemukan di tempat lain.

Jenis-jenis ikan yang menarik di Taman Nasional Ujung Kulon baik yang hidup di perairan laut maupun sungai antara lain ikan kupu-kupu, badut, bidadari, singa, kakatua, glodok dan sumpit. Ikan glodok dan ikan sumpit adalah dua jenis ikan yang sangat aneh dan unik yaitu ikan glodok memiliki kemampuan memanjat akar pohon bakau, sedangkan ikan sumpit memiliki kemampuan menyemprot air ke atas permukaan setinggi lebih dari satu meter untuk menembak memangsanya (serangga kecil) yang berada di i daun-daun yang rantingnya menjulur di atas permukaan air.

Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar Alam Krakatau merupakan asset nasional, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.

Untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Alam Dunia, UNESCO telah memberikan dukungan pendanaan dan bantuan teknis.

Masyarakat yang bermukim di sekitar taman nasional yaitu suku Banten yang terkenal dengan kesenian debusnya. Masyarakat tersebut pengikut agama Islam, namun mereka masih mempertahankan kebiasaan-kebiasaan, tradisi, dan kebudayaan nenek moyang mereka.

Di dalam taman nasional, ada tempat-tempat yang dikeramatkan bagi kepentingan kepercayaan spiritual. Tempat yang paling terkenal sebagai tujuan ziarah adalah gua Sanghiang Sirah, yang terletak di ujung Barat semenanjung Ujung Kulon.

dermaga pulau peucang

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Tamanjaya dan Cibiuk. Pintu masuk utama dengan fasilitas, pusat informasi, wisma tamu, dermaga, sumber air panas.
Pantai Kalejetan, Karang Ranjang, Cibandawoh. Fenomena gelombang laut selatan dan pantai berpasir tebal, pengamatan tumbuhan dan satwa.
Pulau Peucang. Pantai pasir putih, terumbu karang, perairan laut yang biru jernih yang sangat ideal untuk kegiatan berenang, menyelam, memancing, snorkeling dan tempat ideal bagi pengamatan satwa satwa rusa di habitat alamnya.
Karang Copong, Citerjun, Cidaon, Ciujungkulon, Cibunar, Tanjung Layar, dan Ciramea. Menjelajahi hutan, menyelusuri sungai, padang pengembalaan satwa, air terjun dan tempat peneluran penyu.
Pulau Handeuleum, Cigenter, Cihandeuleum. Pengamatan satwa (banteng, babi hutan, rusa, jejak-jejak badak Jawa dan berbagai macam jenis burung), menyelusuri sungai di ekosistem hutan mangrove.
Pulau Panaitan, dan Gunung Raksa. Menyelam, berselancar, dan wisata budaya/ sejarah.

Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d September.

Cara pencapaian lokasi:
Jakarta - Serang (1 1/2 jam via jalan Tol), Serang - Pandeglang - Labuan (1 1/2 jam) atau Jakarta - Cilegon (2 jam via jalan Tol), Cilegon - Labuan (1 jam) atau Bogor - Rangkasbitung - Pandeglang - Labuan (4 jam).
Labuan - Sumur (2 jam), Sumur - Pulau Peucang (1 jam dengan kapal motor nelayan) atau Labuan - Pulau Peucang (4 jam dengan kapal motor nelayan).

Kantor :
Jl. Perintis Kemerdekaan No. 51, Labuan, Pandeglang 42264
Telp. (0253) 801731; Fax. (0253) 804651
E-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.           

Dinyatakan Menteri Pertanian, tahun 1980
Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 284/ Kpts-II/92,
luas 122.956 hektar
Ditetapkan ---
Letak Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten

Temperatur udara 25° - 30° C
Curah hujan Rata-rata 3.200 mm/tahun
Ketinggian tempat 0 - 608meter dpl
Letak geografis 6°30’ - 6°52’ LS, 102°02’ - 105°37’ BT

Untuk foto foto lainnya silakan mengunjungi Galeri Ujung Kulon

[mosmap width='500'|height='400'|lat='-6.75'|lon='105.3333'|zoom='8'|zoomType='Large'|zoomNew='0'|mapType='Map'|showMaptype='1'|
overview='0'|text=''|tooltip=''|marker='1'|align='center']

source : wikipedia & http://www.dephut.go.id/

Update via Email

Dapatkan informasi terbaru seputar update website, event hunting dan traveling, ebook terbaru
GRATIS melalui email Anda

silakan masukan alamat email Anda :


*kerahasiaan data Anda akan terjaga dan hanya digunakan untuk informasi update