Jawa Tengah
Taman Nasional Karimunjawa
- Details
- Parent Category: Jawa
- Category: Jawa Tengah
- Written by Widhi bek
- Hits: 1742
Taman Nasional Karimunjawa merupakan gugusan 27 buah pulau yang memiliki tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah, padang lamun, algae, hutan pantai, hutan mangrove, dan terumbu karang.
Tumbuhan yang menjadi ciri khas Taman Nasional Karimunjawa yaitu dewodaru (Crystocalyx macrophyla) yang terdapat pada hutan hujan dataran rendah. Kelompok algae yang dapat dijumpai terdiri dari tiga kelompok yaitu algae hijau, algae coklat, dan algae merah. Hutan pantai dan hutan mangrove dicirikan dengan adanya ketapang (Terminalia cattapa), cemara laut (Casuarina equisetifolia), jati pasir (Scaerota frustescens), setigi (Strebus asper), waru laut (Hibiscus tiliaceus), dan bakau hitam (Rhizophora mucronata).
Jenis terumbu karang di Taman Nasional Karimunjawa merupakan terumbu karang pantai/tepi (fringing reef), terumbu karang penghalang (barrier reef) dan beberapa taka (patch reef). Kekayaan jenisnya mencapai 51 genus, lebih dari 90 jenis karang keras dan 242 jenis ikan hias. Dua jenis biota yang dilindungi yaitu akar bahar/karang hitam (Antiphates spp.) dan karang merah (Tubipora musica).
Biota laut lainnya yang dilindungi seperti kepala kambing (Cassis cornuta), triton terompet (Charonia tritonis), nautilus berongga (Nautilus pompillius), batu laga (Turbo marmoratus), dan 6 jenis kima.
Keanekaragaman satwa darat di taman nasional ini tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan satwa perairan. Satwa darat yang umum dijumpai antara lain rusa (Cervus timorensis subspec), kera ekor panjang (Macaca fascicularis karimondjawae); 40 jenis burung seperti pergam hijau (Ducula aenea), elang laut perut putih (Haliaeetus leucogaster), trocokan/merbah cerukcuk (Pycnonotus goiavier), betet (Psittacula alexandri), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), dan ular edhor. Burung elang laut perut putih merupakan satwa yang terancam punah di dunia.
Di sekitar Pulau Kemujan terdapat bangkai kapal Panama INDONO yang tenggelam pada tahun 1955, dimana pada saat ini menjadi habitat ikan karang dan cocok untuk lokasi penyelaman (wreck diving).
Dari gugusan pulau-pulau yang berjumlah 27 buah, lima buah pulau diantaranya telah berpenghuni yaitu Pulau Karimunjawa, Pulau Kemujan, Pulau Parang, Pulau Nyamuk, dan Pulau Genting. Pulau Karimunjawa menjadi pusat kecamatan yang berjarak ± 83 km dari Kota Jepara (pusat pengrajin ukiran kayu yang terkenal di Indonesia).
Nama Karimunjawa berasal dari zaman Sunan Muria yaitu salah satu tokoh penyebar Agama Islam. Sunan Muria melihat pulau-pulau di Karimunjawa sangat samar dari Pulau Jawa (kremun-kremun soko Jowo). Peninggalan-peninggalan Sunan Nyamplungan/Amir Hasan (anak dari Sunan Muria) seperti ikan lele (Clarias meladerma) tanpa patil, makam Nyamplungan, kayu dewodaru, sentigi, kalimosodo, dan ular edhor, dikeramatkan oleh penduduk Karimunjawa.
Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Pulau Menjangan Kecil, Menjangan Besar, Tanjung Gelam, Legon Lele, Genting, Kembar, Parang, Cemara dan Krakal. Wisata bahari seperti berlayar, selancar air, ski air, berenang, berjemur di pantai pasir putih, berkemah, wisata budaya, pengamatan rusa dan burung serta menyelam/snorkeling. Paket wisata untuk mengunjungi pulau-pulau tersebut dapat menghubungi biro perjalanan di Semarang/Jepara (tour satu sampai dengan tujuh hari).
Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Festival Durian dan Lomban pada bulan Januari/Maret di Jepara.
Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d Oktober setiap tahunnya.
Cara pencapaian lokasi:
dari semarang :
kapal cepat KM kartini
berangkat :
menuju karimunjawa :
Hari Senin : Setiap minggu pertama dan minggu ketiga
Semarang – Karimunjawa, 07:00 WIB
Jepara – Karimunjawa, 09:30 WIB
Hari Sabtu : Semarang – Karimunjawa, 08.30 WIB
kembali dari karimunjawa
Hari Minggu : Karimunjawa – Semarang, 14.00 WIB
Hari Selasa : Setiap minggu pertama dan minggu ketiga
Karimunjawa – Semarang & Karimun Jawa – Jepara, 11:00 WIB
waktu tempuh :
Semarang-Karimunjawa : 3 – 3,5 jam
Jepara-Karimunjawa : 2,5 jam
tiket :
Business : Rp 118,000 (-+ US$12)
V.I.P. : Rp 145,000 (+- US$14.50)
informasi :
KMC Kartini I (Fast Boat)
(foto kapal cepat)
Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Propinsi Jawa Tengah
Jalan Pamularsih no.28 Semarang
Telepon (+62 -24)7602952
Fax (+62 -24)7622536
dari jepara
kapal ferry Muria
berangkat :
dari jepara - karimun jawa
hari rabu dan sabtu, jam 08:30 WIB
dari karimunjawa - jepara
hari kamis dan senin, jam 08:30 WIB
waktu tempuh : 5-6 jam (tergantung kondisi)
tiket :
Ekonomi : Rp 35.500 (+- US$ 3.50)
V.I.P. : Rp 60,250 (+- US$ 6)
Vehicle : Rp 278,000 (+- US$28)
Motor Bile Rp 45,000 (+- US$ 4.50)
informasi :
KMP Muria (Ferry)
PT ASDP cabang Jepara
Jalan Kolonel Sugiono no.290 Jepara
Telepon (+62 -291)591 048
Kantor :
Jl. Menteri Supeno I No. 2
Semarang 50241, Jawa Tengah
Telp. (024) 8319709
E-mail :
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Dinyatakan ----
Ditunjuk Menteri Kehutanan , SK No. 185/Kpts-II/97 dengan luas 111.625 hektar
Ditetapkan Menteri Kehutanan, SK No. 74/Kpts-II/2001
dengan luas 110.117,3 hektar
Letak Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah
Temperatur udara 23° - 32° C
Ketinggian tempat 0 - 605 meter dpl
Letak geografis 5°42’ - 6°00’ LS, 110°07’ - 110°37’ BT
Galeri foto Karimunjawa bisa di lihat di Galeri Foto Karimunjawa
[mosmap width='500'|height='400'|lat='-5.856475'|lon='110.445557'|zoom='8'|zoomType='Large'|zoomNew='0'|mapType='Map'|showMaptype='1'|
overview='0'|text=''|tooltip=''|marker='1'|align='center']
source : http://www.dephut.go.id/ dan berbagai sumber
Related articles :



