Landscape Indonesia

Lampung

teaser vimeo - endless journey to Kiluan

termotivasi oleh obrolan dengan om Giriprasetyo di salah satu thread di forum National Geographic Indonesia : "coba landscape indonesia ada videonya om, sampeyan kan sering jalan2. pasti keren. :mrgreen:"

maka tadi siang bongkar2 harddisk mencari beberapa film hasil perjalanan. ternyata semenjak dari lombok 2010 lalu saya sudah ada beberapa footage yang masih acak adut.

iseng coba diupload salah satu trailer waktu perjalanan ke kiluan lampung dengan teman2 pejalan lainnya.

mohon kritik, saran dan komentarnya ya

trailer youtube : Krakatau - dangerously beautifu

trailer perjalanan untuk menikmati keindahan bawah laut di sekitar Krakatau.. kapan lagi bisa menikmati nya sembari jantung berdetak kencang menyaksikan tonggak awan gelap keluar dari mulut gunung anak Krakatau ?

Krakatau - Dangerously Beautiful

Krakatau - Dangerously Beautiful

 

Mata masih berasa mengantuk dan badan cukup penat setelah perjalanan panjang dimulai pukul  10 malam dari kampung rambutan ke pelabuhan merak, dilanjut dengan kapal feri menyeberangi selat sunda, carter angkot kuning membelah lampung menuju Canting dan diahkiri dengan bergoyang goyang didera ombak di atas kapal kayu yang membawa kami mendekat pulau rakata kecil.

Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas merupakan perwakilan ekosistem hutan dataran rendah yang terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang/semak belukar, dan hutan pantai di Sumatera.

Jenis tumbuhan di taman nasional tersebut antara lain api-api (Avicennia marina), pidada (Sonneratia sp.), nipah (Nypa fruticans), gelam (Melaleuca leucadendron), salam (Syzygium polyanthum), rawang (Glochidion borneensis), ketapang (Terminalia cattapa), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus sp.), puspa (Schima wallichii), meranti (Shorea sp.), minyak (Dipterocarpus gracilis), dan ramin (Gonystylus bancanus).

Taman Nasional Way Kambas memiliki 50 jenis mamalia diantaranya badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), anjing hutan (Cuon alpinus sumatrensis), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus); 406 jenis burung diantaranya bebek hutan (Cairina scutulata), bangau sandang lawe (Ciconia episcopus stormi), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), sempidan biru (Lophura ignita), kuau (Argusianus argus argus), pecuk ular (Anhinga melanogaster); berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan insekta.

Gajah-gajah liar yang dilatih di Pusat Latihan Gajah (9 km dari pintu gerbang Plang Ijo) dapat dijadikan sebagai gajah tunggang, atraksi, angkutan kayu dan bajak sawah. Pada pusat latihan gajah tersebut, dapat disaksikan pelatih mendidik dan melatih gajah liar, menyaksikan atraksi gajah main bola, menari, berjabat tangan, hormat, mengalungkan bunga, tarik tambang, berenang dan masih banyak atraksi lainnya.

Pusat latihan gajah ini didirikan pada tahun 1985. Sampai saat ini telah berhasil mendidik dan menjinakan gajah sekitar 290 ekor.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Pusat Latihan Gajah Karangsari. Atraksi gajah. Way Kambas. Untuk kegiatan berkemah.Way Kanan. Penelitian dan penangkaran badak sumatera dengan fasilitas laboratorium alam dan wisma peneliti.Rawa Kali Biru, Rawa Gajah, dan Kuala Kambas. Menyelusuri sungai Way Kanan, pengamatan satwa (bebek hutan, kuntul, rusa, burung migran), padang rumput dan hutan mangrove.

Atraksi budaya di luar taman nasional:Festival Krakatau pada bulan Juli di Bandar Lampung.

Musim kunjungan terbaik: bulan Juli s/d September setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi:
Bandar Lampung-Metro-Way Jepara menggunakan mobil sekitar dua jam (112 km), Branti-Metro-Way Jepara sekitar satu jam 30 menit (100 km), Bakauheni-Panjang-Sribawono-Way Jepara sekitar tiga jam (170 km), Bakauheni-Labuan Meringgai-Way Kambas sekitar dua jam.

Kantor:
Jl. Raya Way Jepara
Labuan Ratu Lama, Lampung
Telp. (0725) 44220
Dinyatakan Menteri Pertanian, Tahun 1982
Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 14/Menhut- II/1989 dengan luas 130.000 hektar
Ditetapkan Menteri Kehutanan, SK No. 670/Kpts-II/1999
dengan luas 125.621,3 hektar
Letak Kab. Lampung Tengah dan Kab. Lampung
Timur, Provinsi Lampung

Temperatur udara 28° - 37° C
Curah hujan 2.500 - 3.000 mm/tahun
Ketinggian tempat 0 - 60 m. dpl
Letak geografis 4°37’ - 5°15’ LS, 106°32’ - 106°52’ BT

sumber : http://www.dephut.go.id/

Way Kambas National Park

Way Kambas National Park forms a lowland forest ecosystem consisting of freshwater swamp forest, tall grassland/bush, and coastal forest.

Among the plant species in this Park are api-api (Avicennia marina), pidada (Sonneratia sp.), nipah (Nypa fruticans), gelam (Melaleuca leucadendron), salam (Syzygium polyanthum), rawang (Glochidion borneensis), ketapang (Terminalia cattapa), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus sp.), puspa (Schima wallichii), meranti (Shorea sp.), minyak (Dipterocarpus gracilis), and ramin (Gonystylus bancanus).

The Park has 50 species of mammal including the Sumatran rhinoceros (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), Asian elephant (Elephas maximus sumatranus), Sumatran tiger (Panthera tigris sumatrae), Malayan tapir (Tapirus indicus), Asian wild dog (Cuon alpinus sumatrensis), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus); 406 species of bird including the storm's stork (Ciconia stormi), woolly-necked stork (C. episcopus), white-winged wood duck (Cairina scutulata), lesser adjutant stork (Leptoptilos javanicus), crested fireback (Lophura ignita), great argus pheasant (Argusianus argus argus), oriental darter (Anhinga melanogaster); and various species of reptile, amphibian, and fish.

Wild elephants that have been tamed and trained at the "Pusat Latihan Gajah" (Elephant Training Centre) can be ridden, used to transport logs, and to pull ploughs. The centre is located 9 km from the Plang Ijo Gate. At the Elephant Training Centre, visitors can see elephants being trained, playing football, and swimming. The centre was constructed in 1985 and about 290 elephants have so far been tamed and trained there.

Interesting locations/attractions:
Pusat Latihan Gajah Karangsari: elephant training centre.
Way Kambas: camping.
Way Kanan: research on Sumatran tigers and Sumatran rhinoceros breeding. Facilities for researchers include a nature lab and accomodation.
Rawa Kali Biru, Rawa Gajah and Kuala Kambas: kayaking/canoeing along the Way Kanan river, observing animals (wild duck, herons, deer, migrant birds), grasslands and mangroves.

Cultural attractions outside the Park: the Krakatau Festival, held in Bandar Lampung each July.

Best time of year to visit: July to September.

How to reach the Park:
Bandar Lampung-Metro-Way Jepara, about 2 hours by car (112 km); Branti-Metro-Way Jepara, about 1.5 hours (100 km); Bakauheni-Panjang-Sribawono-Labuan Meringgai-Way Kambas, about 2 hours.

Office:
Jl. Raya Way Jepara
Labuan Ratu Lama, Lampung
Tel. : +62-725-44220

Declared Minister of Agriculture, in 1982
Designated Minister of Forestry, SK.No. 670/Kpts-II/1999,
a total area of 125,621.3 hectares
Location Regencies: Central Lampung and East Lampung,
(Province of Lampung)/

Temperature 28° - 37° C/
Rainfall 2,500 - 3,000 mm/year
Altitude 0 - 60 m asl.
Geographical location 106°32' - 106°52' E; 4°3'7' - 5°15' S

source : http://www.dephut.go.id/

Update via Email

Dapatkan informasi terbaru seputar update website, event hunting dan traveling, ebook terbaru
GRATIS melalui email Anda

silakan masukan alamat email Anda :


*kerahasiaan data Anda akan terjaga dan hanya digunakan untuk informasi update