Landscape Indonesia

Mentawai : the forgotten land of beauty

cover mentawai

Mentawai : the forgotten land of beauty

ebook yang menampilkan beberapa foto keindahan alam pulau Sikakap, Mentawai

Mendengar nama Mentawai mungkin yang kita tahu hanya sedikit informasi mengenai pulau luar di sebelah barat Sumatera Barat.
Nama Mentawai memang sedikit terangkat ketika bencana gempa dan tsunami yang melanda daerah ini. sulit dan sedikitnya sarana transportasi menjadi salah satu kambing hitam kenapa jarang dari kita mengetahui perkembangan mengenai Mentawai.

Taman Nasional Siberut

Pulau Siberut terletak di lepas pantai Sumatera Barat yang dipisahkan oleh Selat Mentawai dan berjarak kurang lebih 155 km dari kota Padang. Taman Nasional Siberut yang terletak di pulau tersebut, seluas 60% kawasan ditutupi oleh hutan primer Dipterocarpaceae, hutan primer campuran, rawa, hutan pantai, dan hutan mangrove.

Hutan di taman nasional ini relatif masih alami dengan banyaknya pohon-pohon besar dengan tinggi rata-rata 60 meter.

Taman Nasional Siberut memiliki 4 jenis satwa primata yang tidak ditemukan pada daerah-daerah lainnya di dunia (endemik) yaitu bokkoi (Macaca pagensis), lutung mentawai/joja (Presbytis potenziani siberu), bilou (Hylobates klossii), dan simakobu (Nasalis concolor siberu). Selain itu, terdapat 4 jenis bajing yang endemik, 17 jenis satwa mamalia dan 130 jenis burung (4 jenis endemik).

Pulau Siberut termasuk Taman Nasional Siberut adalah salah satu Cagar Biosfir yang ditetapkan UNESCO dalam Program Man and the Biosphere (MAB).

Perjalanan ke dalam kawasan taman nasional belum banyak dilakukan oleh pengunjung dan selama ini obyek utama bagi pengunjung ke Pulau Siberut hanya untuk melihat budaya masyarakat Mentawai yang berada di dalam dan sekitar taman nasional. Dalam banyak hal, masyarakat Mentawai merupakan suku bangsa di Indonesia yang masih sangat tradisional dan sebagian besar menganut kepercayaan animisme. Kegiatan sosialnya dipusatkan di sekitar UMA, yaitu suatu rumah bersama yang berukuran panjang dan dihuni oleh 30 - 80 orang.

Kunjungan ke Taman Nasional Siberut merupakan kombinasi perjalanan mulai dari berperahu, mendayung, berjalan kaki di jalur berlumpur, menikmati keindahan alam hutan tropika termasuk pengamatan tumbuhan/satwa, mandi di air terjun dan mengamati langsung masyarakat asli. Perjalanan tersebut merupakan petualangan yang tidak terlupakan. Perjalanan ke Pulau Siberut, biasanya diatur oleh biro-biro perjalanan dari Padang maupun Bukit Tinggi termasuk fasilitas pemandu wisata.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Madobak, Rokdok, Matotonan, Rorogot, Butui, Teteburuk, Selaoinan dan Mailepet :
Menjelajahi hutan, menyelusuri sungai, sumber air panas, air terjun, wisata bahari, pengamatan satwa dan tumbuhan serta wisata budaya (rumah Uma dan tarian religius).
Pantai Sagulubek dan Pantai Masilok.
Olahraga berselancar dan menyelam/snorkeling di taman laut/hutan bakau.

Atraksi budaya di luar taman nasional: Festival Gandang Tasa pada bulan Mei, dan Festival Tabuik pada bulan Juni di Padang.

Musim kunjungan terbaik: bulan Januari s/d September setiap tahunnya.

akomodasi
Cara pencapaian lokasi : dari Padang (Muara Padang) ke Muara Siberut/Muara Sikabaluan/Muara Saibi dengan menggunakan kapal laut (3 kali seminggu) pada malam hari, ± 10 jam.

Kantor:
Jl. Raden Saleh No. 8C
PO Box 159 Padang, Sumatera Barat
Telp./Fax. (0751) 442309
E-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Dinyatakan ----
Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 407/Kpts-II/1993 dengan luas 190.500 hektar
Ditetapkan ----

Letak Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat
Temperatur udara 22° - 31° C
Curah hujan 2.900 - 3.700 mm/tahun
Ketinggian tempat 0 - 500 m. dpl
Letak geografis 1°05’ - 1°45’ LS, 98°36’ - 99°03’ BT

sumber : http://www.dephut.go.id/

Siberut National Park (english)

Siberut Island in the Province of West Sumatra is separated from the mainland by the Mentawai Strait, at a distance of about 155 km from Padang. Siberut National Park is located on the island. Some 60% of the forest area is covered by Dipterocarpaceae primary forest, mixed primary forest, swamp forest, coastal forest and mangrove forest.

The forest area of the Park is still relatively natural, with abundant large trees with an average height of 60 metres.

The Park has four primate species which are found nowhere else in the world. They are the Mentawai gibbon (Hylobates klossii), Pagai pig-tailed macaque (Macaca pagensis), Mentawai leaf monkey (Presbytis potenziani siberu), and pig-tailed leaf monkey (Nasalis concolor siberu). In addition, there are four endemic species of squirrel, 17 species of mammal and 130 species of bird, four of them endemic.

Siberut island, including Siberut National Park, has been declared by UNESCO’s Man and the Biosphere (MAB) Programme as a Biosphere Reserve.

Very few visitors walk through the inland parts of the Park; the main attraction so far has been the culture of the Mentawai people who live in and around the Park. The Mentawai people are among the many tribes in Indonesia who have preserved their very traditional way of life. Most of the people still adhere to animistic beliefs. Their social activities are centred around the Uma, a communal longhouse which may be occupied by 30 to 80 people.

Visiting Siberut National Park can be an unforgettable adventure, involving a combination of travelling along long rivers by boat, trekking along muddy tracks, enjoying the beauty of the tropical forest with glimpses of rare plants and animals, bathing in waterfalls, and meeting the indigenous people. The trip to Siberut island can be organized by travel bureaus in Padang and Bukittinggi, and generally includes the provision of a tour guide.

Interesting locations/attractions:
Madobak, Rokdok, Matotonan, Rorogot, Butui, Teteburuk, Selaoinan and Mailepet.
Exploring the forest, kayaking/canoeing, enjoying thermal springs, waterfalls, marine tours, observing plants and animals, and cultural visits
(Uma and religious dances).
Good beaches at Sagulubek and Masilok.
Surfing and diving/snorkelling in the marine park or mangrove forest.

Cultural attractions outside the Park include the Gandang Tasa Festival in May and Tabuik Festival in June each year, both held in the city of Padang.

Best time of year to visit: January to September.

accommodation
How to reach the Park: Padang (Muara Padang)-Muara Siberut/Muara Sikabaluan/Muara Saibi by sea: about 10 hours (3 times a week, at night).

Designated : Minister of Forestry, SK No.407/Kpts-II/1993,
A total area of 190,500 hectares
Location : Regency of Mentawai Island (Province of West Sumatra)

Temperature 22° - 31° C
Rainfall 2,900 - 3,700 mm/year
Altitude 0 - 500 m asl.
Geographical location 98°36’ - 99°03’ E; 1°05’ - 1°45’ S

Office:
Jl. Raden Saleh 8C
PO Box 159 Padang, West Sumatra
Tel./Fax. : +62-751-442309
E-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Update via Email

Dapatkan informasi terbaru seputar update website, event hunting dan traveling, ebook terbaru
GRATIS melalui email Anda

silakan masukan alamat email Anda :


*kerahasiaan data Anda akan terjaga dan hanya digunakan untuk informasi update