Mencoba Pano (edisi 1)

Sudah dari sejak punya kamera poket canon G5 sebenarnya mencoba pano (foto yang digabung menjadi satu bagian). Terkadang hanya dengan menggunakan tangan, terkadang juga dengan dipasang pada tripod. Hasilnya sudah cukup lumayan ketika digabung dengan menggunakan beberapa software pengolah panorama. Tapi terkadang ketika ada obyek dalam jarak cukup dekat penggabungan foto panorama menjadi kurang sempurna. Setelah belajar di beberapa situs di internet dan beberapa referensi lain, ternyata hal tersebut disebabkan sumbu pada lensa tidak sejajar dengan sumbu putar ketika memotret panorama.

Kalau pada pemotretan pemandangan di siang hari sebenarnya bisa diakali, walau tidak terlalu presisi, dengan kamera dipegang tangan, dan kita memutar menyesuaikan sumbu lensa. Jadi kamera yang kita pegang posisinya diusahakan diam, kita yang bergerak memutar. Kalau biasanya kan kita yang diam kamera yang kita putar. Tapi kalau pada pemotretan pemandanangan di malam hari, atau dengan kondisi cahaya yang cukup minim, misalnya menjelang sunset atau sebelum sunrise yang mengharuskan kita menggunakan kecepatan rendah, hal tersebut menjadi sulit. Alternatifnya ya terpaksa kita harus menggunakan tripod dan mengakali bagaimana caranya supaya sumbu lensa sesuai dengan sumbu putar.

Awalnya setelah kembali membaca di beberapa referensi situs yang membahas mengenai panorama ada beberapa pilihan antara lainnya dengan menggunakan pano head. Salah satu merk yang direkomendasikan adalah Nodal Ninja. Browsing-browsing kembali menemukan ada salah satu reseler nodal ninja di Indonesia. Tapi setelah kontak-kontakan, ternyata mereka sudah berhenti memasarkan nodal ninja ke Indonesia. Alasannya cukup klasik, agak pusing dengan birokrasi di bea cukai yang belum standart. Alternatif berikutnya mengontak langsung situs nodal ninja di luar negeri. Harga yang tertera untuk nodal ninja 4 standart adalah sekitaran $349 dan baru ada promosi sehingga harga yang tercantum di website mereka adalah $289. Setelah dicoba dihitung hitung dengan nilai tukar rupiah ke dolar yang cukup tinggi di kisaran 13 ribu didapat harga sekitar 3.8 juta. Masih cukup di kantong lah pikir saya. Setelah proses perhitungan dengan biaya kirim ke Indonesia yang ternyata hampir 700 ribu sendiri jadi total 4,5 juta.. wakss.. belum lagi nanti kena pajak barang masuk yang entah berapa persen sendiri, dan belum lagi kalau ada ongkos siluman yang ndak jelas.. Jangan-jangan bisa jadi harga sampai di tangan 6 juta ke atas… waksss

nodal ninja 4 - Mencoba Pano (edisi 1)

Setelah itu mulai putar otak lagi. Mencari beberapa situs online penjual peralatan kamera ada beberapa alternatif pano head yang dijual di pasaran. Salah satunya merk Manfroto dan satu lagi merk dari cina. Manfroto dibandrol diatas 5 juta, sedangkan merk cina sekitaran 2 juta. Setelah itu mulai jilid ketiga, browsing lagi dari situs review untuk mencari kelebihan dan kekurangan kedua panohead beda harga tersebut. Dari beberapa situs panohead merk manfroto mendapat penilaian cukup bagus. Presisi dan kokoh. Tapi..ada tapinya lho, cukup berat. Bahkan ada satu situs yang menyarankan pano head manfroto ini hanya untuk pemotretan pano di dalam kota, tidak direkomendasikan untuk traveling karena cukup berat. Hmmm… ternyata selain berat di ongkos juga berat di bawanya. Skip dulu deh.

manfroto - Mencoba Pano (edisi 1)

Coba cari review panohead buatan cina tapi kurang begitu banyak yang mengulas. Hanya ada video di youtube yang sempat menguji kepresisian vertikal pano head tersebut dan ternyata kurang presisi. Selain itu sempat kontak salah satu CS toko kamera online juga disarankan untuk tidak menggunakan panohead tersebut untuk kamera dslr karena lebih cocok untuk kamera yang ringan seperti poket atau mirorless. Skip lagi deh.

Sempat agak putus asa. Mau beli yang agak bagusan tapi belum pasti harganya jadi berapa di Indonesia. Atau mau beli yang ada di pasaran, berat di ongkos dan berat bawanya, yang pastinya kemudian bakalan lebih banyak nongkrong di lemari dibanding dibawa ke lapangan.Atau beli yang cukup murah, tapi mungkin waktu pemotretan jadinya akan lebih banyak menyeting kepresisiannya. Alamakkk.. rumitnya mencoba pano yang sesuai dengan kriteria, presisi tapi tidak bikin kantong bolong.

pano sembalun - Mencoba Pano (edisi 1)

(sik bersambung lagi nanti mencoba pano nya, musti makan dulu soalnya.. lapar euy…)

catatan :

– sumber foto nodal ninja : http://shop.nodalninja.com/nodal-ninja-4/

– sumber foto manfroto : http://www.manfrotto.com/panoramic-head


>