menikmati blangkejeren

Mau ngapain saja ketika berada di Blangkejeren, Aceh ?

Walau tidak terlalu lama, dan setiap hari dari pagi hingga sore, kadang malam baru balik ke Blangkejeren lagi karena perjalanan dinas. Jadi kurang maksimal menjelajahi keindahan yang ditawarkan Blangkejeren. Tapi paling tidak ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan selama di Blangkejeren versi pejalan seperti kami yang suka foto dan difoto.

Ngopi Gayo di Gayo Lues

Beberapa teman yang penghobi ngopi ketika tahu saya ke Aceh beberapa dari mereka menyarankan untuk mencicipi kopi Gayo yang sudah mendunia. Nah begitu acara pelatihan selesai dan masih ada waktu kami minta diantar ke beberapa warung kopi yang cukup terkenal di Blangkejeren. Salah satunya Blower Coffee dan Buceros coffee.

menikmati malam ditingkahi harum kopi

Saya tidak termasuk ke deretan fans berat ngopi sih, jadi kurang begitu paham jenis-jenis kopi. Cuma karena perjalanan ke Flores yang setiap hari “diracuni” dengan kopi yang digrinding manual tanpa gula jadi membuat saya menyukai kopi tanpa gula. Padahal sebelumnya saya cuma tahu yang enak itu kopi instan ditambah es batu hahaha..

kopi sanger, kopi dan susu

Kemarin di Blankejeren kami mencoba macam-macam kopi yang ditawarkan, hampir semua menggunakan bahan dasar kopi arabica yang banyak ditanam di sekitar kabupaten Gayo Lues ini.

dalam kopi kita satu

Saya memesan V60, beberapa lainnya memesan cappucino dan kopi sanger. Sembari ngobrol tentang banyak hal, ditemani live musik yang menyajikan lagu lagu yang enak didengar ketika hujan turun.

live music beradu suara dengan rintik hujan

Mengunjungi Kebun Kopi di Agusen

Sekitar 45 menit perjalanan dari Blangkejeren dan kita akan disambut aliran sungai yang menggelegak di musim hujan seperti kemarin kami ke sana. Dulunya tempat ini dikenal sebagai salah satu ladang ganja, tapi sekarang menjadi salah satu desa wisata dengan bermacam aktivitas yang bisa kita lakukan di Agusen.

Kami mengunjungi salah satu kebon kopi yang terletak tidak jauh dari sungai Agusen. Menyeberang dengan jembatan gantung yang bergoyang setiap kaki kami melangkah di papan kayu. Sementara di bawah kami sungai Agusen sedang berarus deras. Tapi begitu sampai ke seberang kami disambut ratusan pohon kopi dengan biji kopi merah.

Puncak Gayo

selamat datang di puncak gayo

Dalam perjalanan menuju Pining, kami melewati salah satu titik tertinggi. Hari pertama kami terpana ketika selepas belokan pemandangan bukit demi bukit yang tersiram sinar matahari memanjang, terpisah jurang dan jalanan yang meliuk di depan kami.

pemandangan dalam perjalanan

Sore harinya kami baru tahu ketika perjalanan pulang bahwa di bukit sebelah jalan terdapat tempat cukup luas dengan papan penunjuk bertuliskan Puncak Gayo.

Di sekitar lokasi terdapat beberapa warung buat pengganjal perut dengan mie instan atau kopi instan panas sembari menikmati pemandangan alam.

Berpose di Negeri 1000 bukit

sah sudah sampai Blangkejeren 😀

Kami melihat pertama tulisan negeri 1000 Bukit di ketika mendekati Blankejeren di malam hari pada perjalanan dari Medan ke Blangkejeren. Tapi karena malam dan hujan jadi kami tidak berhenti, nanti juga ada waktu pas siang buat foto-foto di sini. Sepertinya memang sengaja ditempatkan di pinggir jalan sebelum masuk kota Blangkejeren untuk penanda selamat datang di Blangkejeren.

bonusnya berpose di cangkir kopi

Sore hari pas berkesempatan berkunjung ke tulisan Negere 1000 Bukit, kita bisa melihat pemandangan kota Blangkejeren di salah sisinya. Sungai mengular melintasi lembah yang diapit bukit demi bukit.

Menyantap Mie Aceh di Aceh

cek ubie

Sebelumnya pernah beberapa kali memesan mie Aceh pas di Jakarta. Tapi rasanya beda dengan menyantap mie Aceh langsung di daerahnya langsung. Kami memesan mie aceh daging di warung mie Aceh Cek Ubie.

jangan terlalu kering.. lebih enak

Begitu masuk ke mulut, yummyy.. rasa rempah bercampur dengan kuah yang agak kental. Enakkkkk..

Berhenti di sepanjang perjalanan

bukit pinus

Pemandangan di sepanjang perjalanan, baik dari Blangkejeren ke Kutacane, maupun Blangkejeren ke Pining sangat memuaskan mata. Mulai dari pemandangan persawahan yang menghampar dengan latar belakang pegunungan yang berselimut kabut.

sejauh mata memandang

Sungai sungai yang mengular, rimbunan pinus dengan latar bukit hijau memanjang. Kalau tidak terburu buru, sempatkan berhenti sejenak untuk menikmati keindahan dan segarnya alam pegunungan seribu bukit Gayo Lues.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *