path become divemaster

Saya dulu takut dengan air. Mungkin karena semasa kecil dulu pernah punya trauma dengan air, terutama dengan air laut, karena peristiwa nyaris terseret ombak di Parangtritis.

Sudah gitu berenang juga ndak bisa, pikirnya dulu saya lebih senang dan sering naik gunung, jadi tidak bisa berenang tak apalah.

Tapi semenjak kenal dengan perjalanan open trip dan bertemu dengan teman-teman baru, saya mulai menyukai traveling dan snorkeling. Walau saat itu tetap saja belum bisa berenang. Lebih mengandalkan nekat yang dibungkus dalam jaket kuning pelampung.

keindahan bawah laut lombok
keindahan bawah laut lombok

Ketika mendekati tujuh belas agustus, sekitar tahun 2009, beberapa toko peralatan selam sering mengobral beberapa paket peralatan snorkling dengan harga diskon. Kalau tidak salah ingat saya beli snorkle, masker, dan fin dengan harga 500 ribuan dari harga (yang katanya) normal sekitar 1.4 jt.

berenang bersama ikan
berenang bersama ikan

Setelah itu semakin seringlah, entah ikutan open trip atau jalan sendiri mencari lokasi yang dekat dekat dengan laut. Lombok pesisir barat, Krakatau, Adonara, Maumere, Kiluan dan beberapa daerah yang saya datangi untuk menikmati keindahan bawah laut dengan bersnorkeling.

Saya masih ingat ketika di Danau Sentarum dan saya tidak bisa berenang jadi mengandalkan ban dalam truk untuk bermain di air. Tapi apa daya karena arus jadi saya semakin menjauh dari motor bandong, dan harus dijemput dengan perahu hahahaha..

Ketika salah satu event pameran DEEP EXTREME, saya lupa tahunnya, 2009 atau 2010 mendapatkan voucher free open water dari PADI, saya tidak berani mengambilnya. Ada banyak alasan yang menghambat dalam diri saya dan menyebabkan saya menunda-nunda untuk menggunakan kesempatan baik itu. Semakin ditunda, semakin banyak alasan yang mencoba membenarkan alasan tidak usah saja digunakan, kan juga jarang diving nanti, berenang aja ndak bisa kan ?. Peralatan diving juga mahal lho, mampu beli ndak nanti ? Ngetrip diving backpackeran juga mana ada, jangan-jangan nanti tiap jalan-jalan tambah bolong dompetnya buat diving.

Akhirnya sampai sekarang voucher diving tersebut masih ada, saya lupa taruh mana, tapi masih belum terpakai, salah satu monumen “kebuntuan” saya mengambil salah satu kesempatan baik dalam hidup.

Skip skip beberapa tahun ke depan, saya mulai merasakan pentingnya bisa berenang. Sempat berlatih beberapa saat dengan salah satu pelatih di Solo, tapi kurang bisa fokus karena masih harus bolak-balik Solo Jakarta, jadi cuma bisa belajar satu gaya, gaya katak, itupun malah lebih mirip gaya katak belajar ciblon saking kakunya hahaha.

Setelah itu beberapa kali membiasakan berenang seminggu sekali ketika berada di rumah untuk menjaga kebugaran tubuh bareng beberapa teman di Solo.

Dan ketika tawaran dari Syukron, “mas mau bantu-bantu kerjaan di Odydive ndak?” Tanpa pikir panjang saya melihat itu sebuah kesempatan emas untuk mulai belajar diving. Belajar diving dan mendapatkan sertifikat open water saya pikir sudah cukup membuka jalan untuk menikmati keindahan bawah laut Indonesia yang katanya super duper keren itu.

Dan dengan mencoba hal baru yang dulunya saya takuti, saya merasa harus memaksakan diri untuk lebih keluar dari zona nyaman saya.

Untuk mengambil sertifikat Open water PADI harus melalui beberapa tahapan. Tahapan kelas, kolam (confined water) dan laut (open water). Tahapan kelas terdiri dari 5 modul yang bisa dipelajari dengan melihat materi yang diringkas dalam video. Kita juga bisa belajar dari buku manual Open Water kalau ingin belajar lebih detail lagi. Di tiap akhir modul kita akan mengevaluasi dengan knowledge review bareng instruktur kita. Dan nanti di akhir teori akan diadakan final quiz.

Untuk sesi kolam juga dibagi menjadi 5 modul, yang berisi pengenalan 24 skill dasar yang harus kita pelajari. Skill skill tersebut akan diulang ulang sampai kita menjadi terbiasa dan nantinya berguna untuk ketika kita menyelam di laut.

Di sesi kolam, saya beberapa kali harus menelan air karena panik. Apalagi pas sesi mask clearing, dimana kita harus mempraktekan kondisi masker yang dipenuhi air dan bagaimana cara untuk mengeluarkan air melalui semburan dari hidung. Saya salah mengartikan instruksi awal, harusnya bagian bawah yang dibuka dan didorong dengan udara dari hidung, tapi saya malah bagian atas masker yang selalu saya buka, yang ada air selalu masuk kembali ke masker hiahahaha..

Bouyanci atau tehnik mengambang juga menjadi kendala bagi saya selama di kolam. Ody yang merupakan instruktur saya mempraktekan bagaimana dengan sedikit inflate (menggembungkan) BCD dan mengatur nafas bisa membuat kita melayang di dalam air. Saya berkali kali mencoba inflate BCD, tarik nafas, eittsss.. melayang sampai ke permukaan. Deflate BCD, tarik nafas, keluarkan nafas, eittttsss.. melucur turun hingga ke dasar kolam hahahahaha.. “Tenang mas, butuh praktek yang banyak nanti bisa cepat belajar kok”

Equalize atau menyamakan tekanan udara di dalam gendang telinga sangat berguna untuk yang ingin belajar diving. Semakin dalam kita turun ke dalam air, tekanan air terhadap udara di dalam tubuh kita semakin besar. Oleh sebab itu kita bisa melakukan beberapa cara untuk menyamakan tekanan udara tubuh dengan tekanan air. Salah satu cara yang diajarkan adalah dengan memencet hidung dan menghembuskan udara ke hidung. Udara yang dihembuskan akan naik dan rongga telinga akan berequalize.

Kalau tidak lancar equalize, telinga dan bagian di antara kedua mata kita akan mulai terasa sakit. Kalau equalize belum lancar, jangan memaksakan turun semakin dalam. Berhenti dulu atau coba naik sedikit sembari terus mencoba berequalize. Teorinya sih semudah itu, tapi buat pemula susah juga. Tapi nanti sembari berjalannya waktu dan semakin banyak kita menyelam tubuh kita akan lebih mudah beradaptasi dengan tekanan air kok.

diving pulau seribu
diving pulau seribu

Setelah itu mulailah menyelam di laut sebagai test terakhir untuk mendapatkan sertifikat open water. Karena paling dekat dengan Jakarta pulau seribu, ya berangkatlah kita ke pulau Pramuka.

open water sesi
open water sesi

Kita akan melakukan 4x diving dan mempraktekan satu persatu skill yang sudah kita pelajari di kolam sebelumnya. Memang beda rasanya menyelam di laut dengan di kolam. Banyak ikan, ketemu penyu, melihat terumbu karang. Walau sepertinya perairan di sekitar pulau seribu kurang begitu menawarkan banyak keragaman bawah laut.

open water sesi laut
open water sesi laut

Setelah semua selesai, kita akan mendapatkan kartu ID open water yang bisa kita gunakan sebagai pintu untuk menikmati keindahan bawah laut. 18 meter paling dalam yang bisa nikmati dengan lisensi open water ini.

Dan ternyata setelah itu terbuka lebar kesempatan untuk mendalami beberapa keahlian menyelam. Mulai dari deep dive hingga kedalaman 40 meter, menyelam di wreck, navigasi bawah laut, fotografi dan videografi underwater, enrich air, drift, night dive, peak performance bouyanci, side mount dan macam-macam.

dive backroll
backroll

Wah nanggung juga nih, kalau cuma bisa menyelam sampai 18 meter doang kan. Ya sudah akhirnya sekalian aja kejeblus semakin dalam hingga 40 meter aja sekalian. Dah jadilah saya belajar lagi untuk mengambil lisensi advance open water dan mencoba menyelam di wreck kapal ahok, night dive di sekitar pulau pramuka, mencobai drift di Bunaken dan menyelam hampir 30 meter di Siladen.

manado dive
manado dive

Dan ketika berkesempatan untuk mempelajari Rescue Diver, saya pikir berguna juga paling tidak untuk kita sendiri kalau ada apa apa nanti di lapangan dan juga mungkin bisa membantu orang lain apabila memang tidak ada tenaga medis di sekitarnya. Jadilah beberapa hari kami belajar teori dan praktek di kelas. Disambung menguasai beberapa skill rescue diver di kolam.

Salah satu skill yang diulang ulang, dan diulang lagi adalah rescue diver exercise 7. Dimana untuk latihan ini skenarionya adalah kita harus menyelamatkan rekan kita yang tidak sadar dalam posisi sekitar 25 meter dari shore. Skill ini mengharuskan kita mengecek kondisi diver, masih sadar atau tidak, masih bernafas atau tidak. Bagaimana kemudian kita harus memanggil bantuan, dan setelah itu membawa rekan kita ke darat sembari memberikan bantuan pernafasan buatan dan melepaskan satu persatu peralatan selam yang menempel di rekan kita dan diri kita sendiri.

divemaster-rescue
divemaster-rescue

one thousand one… one thousand two.. one thousand three.. one thousand four.. pencet hidung, ambil nafas banyak, dan berikan nafas buatan.. one thousand one.. lepas release atas bcd, one thousand two, lepas release kiri, one thousand three, lepas release kanan.. one thousand four.. beri nafas buatan.. berulang lagi hingga semua peralatan kita berdua lepas, dan kita menarik rekan kita yang tidak sadar ke darat.

Teorinya mudah kan, tapi prakteknya di awal beberapa kali saya lupa urutannya. Harusnya setelah memastikan rekan tidak sadar kita membalik tubuh dan menggembungkan bcd kita dan bcd rekan. Tapi karena belum terbiasa sering terlupakan.

Begitu juga ketika kita memberikan nafas buatan, seringkali tangan kita masih basah sehingga malah bisa menyebabkan air masuk ke hidung korban, atau yang lebih parah lagi, kita lupa memegang leher korban sehingga kepala korban malah tenggelam ketika kita mencoba memberikan nafas buatan 😀

Setelah itu sudah donk berarti.. ndak juga nih.. malah semakin lama semakin menemukan keasyikan menyelam di bawah laut. Apalagi sepulang dari trip ke Manado bareng Odydive awal januari kemarin, malah semakin menjadi.

Ujian dive master yang terkenal garang menjadi santapan pertama untuk kita yang berniat masuk ke jenjang profesional diving. Test kolam terdiri dari beberapa materi. 400 meter berenang, 800 meter snorkling dengan masker, snorkle dan fin, 15 menit mengambang di air, 100 meter menarik rekan diving dalam kondisi peralatan lengkap, dan terahkir bertukar peralatan scuba di dalam air dengan hanya menggunakan satu regulator, jadi bergantian hanya satu regulator selama kita berganti semua peralatan.

divemaster
what next ?

So bagaimana nanti setelah selesai ujian kelar? Masih harus menambah log dive hingga minimal 60x untuk mengambil lisensi dive master, menjadi asisten instruktur selama pelatihan open water baik di kolam maupun di laut, mengawal discover scuba dan bermacam praktek yang harus dilakukan untuk bisa melewati jenjang dive master ini. Indonesia, tunggu saya menjelajahi keindahan alam bawah lautmu ya !!!!

Dan di belakang saya mengalun lirik lagu penuh makna dari fourtwnty menemani saya menyelesaikan tulisan pagi ini ..
Sembilu yang dulu, Biarlah membiru, Berkarya bersama hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *