Mumpung pas lagi di Jakarta dan bertepatan dengan closing Asian Para games 2018, melipirlah kita ke Gelora Bung Karno, Senayan buat menikmati gelaran penutupan Asian Para games 2018. Tapi ternyata butuh perjuangan untuk menonton penutupan Asian Para Games 2018 ini hahahaha..

Beli tiket berenam, tapi tammy ndak bisa ikut karena ada kendala, jadi win pun juga ikut menemani tammy.

Awalnya niat berangkat jam empat atau setengah lima, tapi akhirnya jam 5 baru berangkat. Berempat kami menggunakan jasa ojol karena pertimbangan biar ndak ribet nanti cari parkiran di sana. Eh tapi karena beberapa tempat pengalihan ruas jalan jadinya kami banyak tersendat di perjalanan.

asian-para-games
olahraga malam

Sekitar pukul setengah tujuh kami baru tiba di dekat jl Patal Senayan. Dan menuju ke jalan Asia Afrika tenyata ditutup, hanya yang berkepentingan yang bisa masuk. Jadilah kami melanjutkan dengan berjalanan kaki, ndak jauh kok kan cuma satu ruas jalan sudah sampai di depan gerbang barat Gelora Bung Karno.

asian-para-games
ada kuda…

“Ada kuda..” ucap Deasy “Foto yuk”
“Tapi ndak berani dekat dekat nanti kena marah petugas” hahahahaha

Tiket Festival class B seharga 160 ribu yang kami beli online dari website resmi Asian Para Games 2018 menunjukan kami bisa masuk melalui pintu 2, 5, 6, 7 dan 8. Tapi ketika sampai di pintu gerbang 2, ternyata dikhusukan untuk panitia. “Pintu 7 sebelah mana mbak?” tanya Veron ke salah satu panitia yang bergerombol di depan gerbang. “Ke arah sana” sembari menunjuk ke arah utara. Di depan sana memang terpapampang papan dengan tulisan gerbang 12.

1 : tempat kami turun dan mulai jalan kaki .
2: Gerbang  no 2, tapi ditutup , hanya untuk panitia
3: Gedung Madya, tempat penutupan
4: Kami jalan sampai sana euy
5: Turun  dari shuttle bus
6: Gerbang no 5

Kami segera kembali bergegas menuju ke arah yang ditunjukan. Tapi kok dari satu gerbang ke gerbang berikutnya panjang begini jalannya. 12 ke 11 saja bisa 5 sampai 10 menit jalan kaki. Berarti kalau mau ke gerbang 7 bisa sejam sendiri donk hahaha..

“sepertinya pas jam 7 nanti kita sampai ke dalam” ucap Veron yakin ketika kami masih berjalan kaki memutar mencari pintu gerbang nomer 7 padahal masih di gerbang nomer 10.

Supaya tidak sia-sia perjuangannya kami menyempatkan bertanya kepada para petugas yang banyak kami jumpai di sepanjang trotoar.
“Gerbang 7 benar ke arah sana pak”
“Wah jauh mas, ini masih 10, masih ada 3 lagi”
“lebih baik ke arah sebaliknya mas, dari depan tadi kan 2 trus ke arah kanan 3 dan seterusnya”
Waduh ternyata salah ambil putaran kita hihihihihi
“Naik shuttle bus saja” sembari menunjuk ke arah tempat pemberhentian bus di depan kami
“Nanti tanya ke bapak yang duduk itu”

“Pak kalau mau ke gerbang 7 bisa dengan bus ?” tanyaku ke petugas bertopi yang sedang menulis sesuatu di handphonenya
“Bisa mas, tinggal naik saja”
“Bayar berapa pak ?”
“Gratis”

asian-para-games
Tiket bus gratis

Yippiiii… kami berempat segera masuk ke dalam shuttle bus yang masih kosong.

asian-para-games
sobatan dari kecil
asian-para-games
berasa bus pribadi

“Foto fotoan donk kita” dengan mata berbinar Deasy langsung mengambil pose di antara kursi kursi berwarna hijau yang seragam dengan kaos yang dikenakan.

asian-para-games
candid di bus

Begitu bus berjalan ke pemberhentian berikutnya, rombongan keluarga naik ke dalam bus.
“Tadi sudah jalan jauh, ternyata harusnya gerbang 6 itu di sebelah sana, bukan ke arah sini” bincang sesama ibu ibu
hahahaha.. ternyata bukan kita saja yang tersasar mencari gerbang masuk karena kurang dapat informasi yang tepat.

Bus ternyata memutar ke hingga ke ujung selatan jalan Asia Afrika, dan berlanjut menyusur jalan jenderal Sudirman. Bus berjalan perlahan di antara mobil mobil yang berjalan perlahan. Khas Jakarta di malam hari ketika semua orang pulang dari kantor (macet sih istilah nya hahaha).

“Gerbang 5 nanti di dekat FX, bisa turun di pemberhentian FX dan berjalan sebentar” ucap petugas menerangkan ketika kami melewati Ratu Plaza.

Begitu turun dari bus, kami melanjutkan dengan berjalan kaki diantara ratusan orang yang lalu lalang. Antara orang yang ingin menonton penutupan bercampur dengan pegawai di sekitar senayan yang pulang kerja.

E tiket yang kami print pun di pintu gerbang di scan dengan barcode, dan kami langsung bisa masuk ke dalam komplek Gelora Bung Karno. Kalau diliat posisi kami sekarang dengan gedung Madya yang menjadi area penutupan kami berada di ujung yang berbeda. Cukup jauh juga kalau berjalan kaki.

“Hanya untuk perempuan dan lansia” ucap driver mobil pengumpan penumpang yang lalu lalang. Deasy dan Veron sudah langsung pasang tampang cengar cengir sembari naik ke mobil. Sedangkan aku dan Hermanto melanjutkan dengan berjalan kaki.

Tak berapa jauh bertemu dengan pemberhentian shuttle bus. “Bisa ke gedung penutupan mas?” “Bisa pak, nanti kami keluar sampai ke gedung TVRI” Dan kamipun kembali bergabung dengan rombongan pengunjung yang akan menonton penutupan Asian Para games 2018.

Suasana ramai terlihat dari jendela bus sepanjang perjalanan. Kami berhenti beberapa kali sebelum akhirnya turun di sekitar Gedung Utama GBK dan Gedung Madya. Veron sudah pergi duluan mengikuti pejalan kaki yang lalu lalang di sekitar kami. Daripada salah mendingan bertanya dulu kepada petugas.

“Penutupan ke arah mana pak?” Petugas menunjukan arah yang berbeda dengan yang Veron mau jalan, hahahaha.. jangan sampai lah salah jalan sampai dua kali di satu malam.

Agak berputar putar, karena ternyata kami salah mengambil jalan masuk lagi. Karena kurangnya penunjuk jalan di sekitar lokasi jadi kami hanya mengikuti arus pejalan. “Maaf ini pintu masuk untuk relawan, untuk pintu masuk pengunjung ke sebelah sana” hiaaihaiaiaia..

asian-para-games
yipiii berhasil masuk
asian-para-games
sori Her, ketutupan ya
asian-para-games
suasana di festival

Lumayan olahraga malam ini untuk melihat penampilan beberapa pengisi acara penutupan. Walau tidak se keren ketika pembukaan, karena lebih banyak diisi dengan penampilan artis. Sederet artis bergantian menyemarakan panggung.

Tadi pas di pintu masuk, sebagai tanda pengunjung mendapat gelang bertuliskan penutupan asian para games 2018. Lumayan bisa dipakai buat  foto fotoan hahaha

asian-para-games
mencari komposisi
asian-para-games
gelang closing
asian-para-games
gelang dan background panggung

Tapi paling tidak kami bisa merasakan aura positif dan semangat untuk saling berprestasi di area sana.

asian-para-games
kembang apiiii
asian-para-games
menikmati kembang api
asian-para-games
lighting

Selepas penampilan grup musik korea AOA yang berlenggang lenggok di panggung, kamipun kembali menyusuri jalan pulang. Kali ini lebih dekat karena pintu gerbang barat sudah dibuka untuk umum. Terima kasih untuk semua yang bekerja bersama sehingga Indonesia berhasil menyelenggarakan gelaran Asian Games dan Asian Para Games yang sukses. Sukses dalam acara dan juga sukses dalam meraih juara.

asian-para-games
berpose sebelum balik

Terus berprestasi teman teman !! Buktikan bahwa kita punya potensi yang besar.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *