Review Lensa Canon 16-35 F/4 L USM IS

Blog, Foto, Peralatan, Review

Walau baru menggunakan sekitar 2 minggu, tapi saya yakin lensa 16-35 F/4 yang baru dikeluarkan oleh canon tahun lalu ini merupakan salah satu lensa idaman para landscaper dan juga traveler.Lensa idaman untuk landscape buat saya adalah lensa yang mempunyai sudut lebar, tajam, ringan sehingga bisa dibawa untuk perjalanan jauh, mempunyai kemampuan untuk menggunakan filter. Pilihan untuk mengorbankan lensa bukaan lebar dengan berat yang ringan dan tentunya harga yang lebih bersahabat menjadi salah satu kriteria penting juga.

memotret air terjun

Canon EF 16-35mm f/4L IS USM sebenarnya sudah saya lirik semenjak keluar di tahun 2014 lalu karena mendapatkan banyak penilai bagus ketika diuji oleh beberapa review dari luar negeri. Mereka mengaggumi ketajaman gambar yang dihasilkan dan juga auto fokus yang cukup cepat. Saya sendiri memilih lensa ini dibandingkan lensa 17-40 F/4L karena pertimbangan IS yang cukup berguna ketika memotret pada cahaya rendah dan tidak menggunakan tripod. Karena dari pengalaman memotret teman-teman bersepeda gunung dan ketika traveling sering berjumpa dengan kondisi cahaya rendah dan jarang menggunakan tripod ketika memotret mereka.

Dari selama dua minggu menggunakan lensa ini saya mencoba membuat review bukan secara tehnikal tapi lebih ke pengalaman pribadi. Saya sebelumnya terbiasa menggunakan lensa canon 10-22 ketika masih menggunakan kamera 450D. Tapi semenjak upgrade ke canon 6D saya hanya menggunakan canon 24-105 f/4L dan samyang 14 mm f/2.8. Keduanya memang mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing.

memotret di dalam ruangan

Dengan Canon 24-105 pada FL terlebar 24mm terkadang saya merasa sudut pengambilan kurang terlalu lebar karena sebelumnya terbiasa dengan 10-22 yang sebanding dengan 16 -35 di bodi full frame. Selain itu sebenarnya lensa 24-105 f/4L ini sudah merupakan lensa yang tepat untuk traveling. Tapi karena ndak sampai 2 tahun sudah mengalami error 001 sehingga membuat saya harus mencari lensa pengganti lainnya untuk perjalanan ke kamboja dan vietnam kemarin. Sedangkan lensa samyang 14 mm, mempunyai keunggulan di sudut yang lebar dan juga bukaan yang lebar juga. Tapi kendala untuk dokumentasi kegiatan dan perjalanan karena terlalu lebar dan fix di FL 14 mm sehingga terkadang agak kesulitan untuk mengatur komposisi. Selain itu juga agak kurang bagus ketika berhadapan dengan cahaya terang.

sunrise suatu pagi

Untuk lensa 16-35 f/4L ini saya merasa kembali menemukan aliran memotret saya ketika menggunakan canon 10-22 dulu. Distorsi lensa ultra lebar membuat saya kembali keranjingan memotret landscape. Belum lagi filter CPL yang kembali nemplok di lensa membuat langit biru seakan memanggil untuk selalu di foto. Yang paling saya suka star burst yang dihasilkan lensa ini ketika memotret sumber cahaya yang cukup terang semisal matahari atau lampu kota di malam hari. Cahaya lampu memancar terlihat seperti bintang bersegi 16.

slow speed handheld 1/15

slow speed handheld 1/3

Fasilitas Image Stabilizer (IS) lensa yang bisa meredam getaran hingga 2-3 stop membuat memotret ketika cahaya rendah masih bisa dilakukan tanpa tripod. Dari beberapa percobaan kemarin masih bisa mendapatkan hasil yang tajam dengan menggunakan kecepatan 1/8 atau 1/6. Selain itu dengan menggunakan IS untuk pemotretan panning juga bisa mendapatkan hasil panning yang dengan tingkat keberhasilan cukup lumayan. Walaupun kalau untuk pemotretan landscape saya bakalan sering menggunakan tripod tapi kalau untuk memotret ketika mendokumentasikan kegiatan sepedaan gunung dan juga traveling yang sering berpindah lokasi dan tidak memungkinan menggunakan tripod, fasilitas IS ini akan sangat membantu sekali. Canon sendiri mengklaim bisa hingga 4 stop ketika menggunakan IS. Tapi saya belum mencobanya sih.. baru hingga sampai 0.3 detik.

panning di pantai

panning sepeda

Hood yang terpasang di depan lensa juga mempunyai sistem penguncian yang cukup bagus. Ada tombol pengunci yang digunakan untuk melepaskan hood dari lensa. Pengalaman kemarin ketika memotret air terjun di Vietnam, saya kawatir kondisi filter yang pasti basah kuyup dihajar uap air yang terbang terbawa angin. Tapi kenyataannya bagian depan hood basah kuyup dan bagian filter kamera sama sekali tidak basah. Keren.

air terjun

Perbandingan lensa ini dengan beberapa lensa ultra wide keluaran Canon

Perbandingan dengan canon 17-40 F/4L
Keunggulan canon 17-40 F/4L adalah pada harga, terutama kalau mencari lensa second. Karena harga baru di toko masih dibanderol sekitar 10 juta, terpaut tidak begitu banyak dengan harga baru 16-35mm f/4L (sekitar 11,9 juta). Sedangkan harga secondnya berkisar di antara 5.5 – 6.5 juta. Selain itu ukuran dan beratnya juga lebih ringan, walau tidak begitu signifikan. Sedangkan keunggulan 16-35mm f/4L adalah sudah adanya fasilitas image stabilizer, ketajaman di bagian pinggir, dan juga beda 1 mm.

Perbandingan dengan canon 16-35mm F/2.8
Mempunyai kesamaan yang hampir sama, tapi 16-35mm F/2.8 unggul di bukaan lensa yang lebih lebar sehingga lebih cocok apabila sering mengambil foto di cahaya rendah. Selain itu dengan bukaan lensa lebar juga berefek pada background yang lebih blur. Sedangkan Keungulan lensa 16-35mm f/4L adalah image stabilizer dan juga harganya yang lebih terjangkau. Selain itu juga penggunaan filter ukuran 77 mm yang lebih murah dan lebih banyak digunakan untuk lensa L lain mempunyai keunggulan bisa berganti-ganti filter dengan lensa lainnya. Sedangkan ukuran filter 16-35mm f/2.8L adalah 82mm, yang juga mempunyai harga lebih mahal dibandingkan filter berukuran 77 mm.

Untuk memotret milkyway
saya belum berkesempatan menggunakan lensa 16-35mm f/4L untuk memotret milky way, dalam waktu dekat ini akan dicoba bandingkan lensa 16-35mm f/4L dengan samyang 14 mm nya apakah ada perbedaan yang signifikan tidak. Nanti akan diupdate lagi ya.

air terjun FL 16 mm

air terjun FL 35 mm

Kesimpulan (sementara ini)
Lensa 16-35mm f/4L buat saya merupakan lensa ultra wide impian semenjak beralih ke canon 6D, Dengan kemampuan menggunakan kembali koleksi filter (CPL, ND, GND) membuat eksperimen foto landscape yang lebih menarik menjadi lebih terbuka. Selain itu dengan kemampuan Image Stabilizer nya membuat saya juga bisa menggunaka lensa ini untuk pemotretan cahaya rendah dan juga ketika memotret panning. Walau harganya juga tidak bisa dibilang murah, tapi untuk investasi lensa ke depan (dan mudah-mudahan tidak seperti lensa 24-105 L yang sudah error belum sampai 2 tahun). Saya akan menggunakan lensa 16-35mm f/4L ini dalam setiap perjalanan ke depan, baik untuk dokumentasi kegiatan, memotret landscape, memotret sepedaan gunung dan juga foto potrait yang menampilan background. Dipadu dengan lensa 70-200 F/4 untuk pengambilan foto jauh dan samyang 35 mm untuk foto potret dan low light. Kalau perlu untuk memotret milkyway baru lah membawa samyang 14 mm. Dan bagiamana dengan lensa 24-105 mm nya ? saya masih coba cari info kira-kira berapa biaya yang musti dikeluarakan untuk servisnya. ditunggu updatenya ya