mavic air review - Review Mavic Air dibanding Mavic Pro

Sekarang ini sudah “wajib” sepertinya buat traveler untuk menggunakan drone untuk mengabadikan perjalanan dan pemandangan dari udara. Sudut pandang yang berbeda membuat foto dan video yang dihasilkan dengan drone biasanya membuat orang yang melihat jadi pengen untuk mempunyai drone juga. Beruntung belakangan ini tehnologi membuat drone menjadi lebih murah dan mudah didapat. Sebelumnya saya menggunakan drone DJI Phantom 3 Pro, kemudian lebih sering menggunakan DJI Mavic Pro dan beberapa hari di Bali ini membawa DJI Mavic Air. Pengen tahu seperti apa pengalaman dengan Mavic air untuk mengabadikan perjalanan ? Simak review singkat tentang DJI Mavic Air ini ya.

Sebelumnya saya tidak akan membahas mengenai hal hal tehnis drone karena saya sendiri kurang begitu menguasai hal-hal tehnisnya. Tapi akan lebih banyak membahas berdasarkan pengalaman beberapa hari ini menerbangkan drone DJI Mavic Air selama di Bali.

dji mavic air review
remote dan drone mavic air

Spesifikasi DJI Mavic Air

AIRCRAFT

  • Takeoff Weight: 430 g
  • Dimensions:
    • Folded: 168×83×49 mm (L×W×H)
    • Unfolded: 168×184×64 mm (L×W×H)
  • Max Ascent Speed:
    • 4 m/s (S – mode[1])
    • 2 m/s (P – mode)
    • 2 m/s (Wi-Fi mode)
  • Max Descent Speed:
    • 3 m/s (S – mode[1])
    • 1.5 m/s (P – mode)
    • 1 m/s (Wi-Fi mode)
  • Max Speed (near sea level, no wind):
    • 68.4 kph (S – mode[1])
    • 28.8 kph (P – mode)
    • 28.8 kph (Wi-Fi mode)
  • Max Flight Time (no wind): 21 minutes (at a consistent 25 kph)
  • Max Hovering Time (no wind): 20 minutes
  • Max Flight Distance (no wind): 10 km
  • Max Wind Speed Resistance: 29 – 38 kph
  • Operating Temperature Range: 0°C – 40°C
  • Operating Frequency:
    • 2.400 – 2.4835 GHz
    • 5.725 – 5.850 GHz
  • Internal Storage: 8 GB

CAMERA

  • Sensor: 1/2.3” CMOS
  • Effective Pixels: 12 MP
  • Lens:
    • FOV: 85°
    • 35 mm Format Equivalent: 24 mm
  • Aperture: f/2.8
  • Shooting Range: 0.5 m to 8
  • ISO Range:
  • Video:
    • 100 – 3200 (auto)
    • 100 – 3200 (manual)
  • Photo:
    • 100 – 1600 (auto)
    • 100 – 3200 (manual)
  • Shutter Speed: Electronic Shutter: 8 – 1/8000s
  • Still Image Size:
    • 4:3: 4056×3040
    • 16:9: 4056×2280
  • Still Photography Modes:
    • Single shot
    • HDR
    • Burst shooting: 3/5/7 frames
    • Auto Exposure Bracketing (AEB): 3/5 bracketed frames at 0.7EV Bias
    • Interval: 2/3/5/7/10/15/20/30/60 s
    • Pano: 3×1: 42°×78°, 2048×3712 (W×H)
      • 3×3: 119°×78°, 4096×2688 (W×H)
      • 180°: 251°×88°, 6144×2048 (W×H)
      • Sphere (3×8+1): 8192×4096 (W×H)
  • Video Resolution:
    • 4K Ultra HD: 3840×2160 24/25/30p
    • 2.7K: 2720×1530 24/25/30/48/50/60p
    • FHD: 1920×1080 24/25/30/48/50/60/120p
    • HD: 1280×720 24/25/30/48/50/60/120p
  • Max Video Bitrate: 100Mbps
  • Supported File System: FAT32
  • Photo Format: JPEG/DNG (RAW)
  • Video Format: MP4/MOV (H.264/MPEG-4 AVC)

INTELLIGENT FLIGHT BATTERY

  • Capacity: 2375 mAh
  • Voltage: 11.55 V
  • Battery Type: LiPo 3S
  • Net Weight: 140 g
  • Charging Temperature Range: 5c – 40c

Ukuran Drone

Yang menjadi salah satu pertimbangan Mavic Air dibanding Mavic Pro adalah ukuran yang lebih ringkas dan juga harganya yang lebih murah :D. Harga baru untuk mavic air combo dikisaran harga 12 jutaan sedangkan Mavic Pro combo masih berkisar di atas 14 jutaan.

dji mavic air review
seukuran sama remotenya

Ukuran yang lebih kecil juga memudahkan mavic air untuk masuk ke dalam tas kamera dan siap dibawa kemana saja. Dulu awalnya saya pikir mavic pro sudah cukup ringkas. Tapi ternyata mavic air lebih kecil lagi ukurannya.

Hard Case

Selain itu untuk mavic air combo sudah mendapat harddcase untuk drone, terpisah dengan tas bawaannya.

dji mavic air review
hardcase mavic air

Kalau di mavic air, tas bawaan paket combo seringkali kesusahan untuk mengambil drone karena kakinya sering tersangkut di bagian dalam tas kan. Dengan hardcase mavic air, kita tinggal memasukan drone ke dalam hardcase dan siap disimpan di dalam tas dengan lebih aman.

dji mavic air review
baterai harus dilepas bila masuk ke hardcase

Cuma memang kalau dengan hardcase baterai harus dilepas dari drone, jadi begitu mau kita terbangkan harus memasang baterai dulu. Tapi cepat kok untuk persiapan sebelum terbang. Cuma tinggal melipat keempat kakinya, memasang baterai, melepas penutup gimbal, menyalakan drone dan siap untuk terbang.

Waktu Terbang

Tapi kekurangan mavic air juga cukup lumayan mengganggu sih. Ukuran baterai yang lebih kecil kapasitasnya membuat mavic air hanya bisa terbang maksimal sekitar untuk 21 menit. Itu teorinya, kenyataannya saya “merasa” kurang dari itu.

Alarm saya seting di 30% baterai, di layar biasanya masih sekitar 3 menitan. Jadi biasanya maksimal terbang cuma sekitar 15 menit. Dibandingkan mavic pro yang bisa dapat lebih dari 24 menit terasa lumayan juga selisihnya. Jadi benar-benar harus nyari momen yang pas, atau sudah diatur pengambilan seperti apa yang kita inginkan supaya bisa memaksimalkan waktu terbang yang serba terbatas.

Konektivitas

Selain itu, karena hanya terkoneksi dengan menggunakan wifi, jadi lebih sering sinyal kena gangguan. Kemarin beberapa kali di Bali pas di atas sinyal susah sehingga tidak ada gambar yang muncul hanya hitam. Untung hanya hilang koneksi dengan tangkapan hasil di layar jadi masih bisa dikendalikan dronenya.

Hasil Foto dan Video

Untuk kualitas hasil foto dan video sepertinya sama antara mavic pro dan mavic air. Untuk yang mengutamakan kualitas sih tetap masih phantom 4 pro atau maciv 2 pro. Tapi dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan mavic pro atau mavic air.

dji mavic air review
pemandangan danau dan gunung batur

Sensor

sensor untuk mavic air juga lebih bagus dibandingkan mavic pro, mavic air punya sensor di depan dan belakang, sedangkan mavic pro hanya di depan. Jadi kalau yang baru coba-coba ngedrone dan ragu-ragu dengan belakang, lebih disarankan untuk menggunakan mavic air.

Cover Gimbal

dji mavic air review
cover gimbal sekaligus pengunci gimbal

Cover gimbal untuk mavic air juga lebih simple dibandingkan mavic pro. Pengalaman dengan pengunci gimbal mavic pro agak lumayan ribet, dan penutup gimbalnya setelah beberapa lama akan mulai kendor dan jadi tidak efektif lagi. Sedangkan untuk mavic air ini cover gimbal sekalian berfungsi untuk pengunci gimbal ketika bepergian. Pemasangan dan pelepasan juga lebih simple, tinggal ditekan dan digeser.

Mode Otomatis

Saya belum sempat mencoba macam-macam mode pengambilan otomatis yang ada di mavic air ini, seperti misalnya orbit maupun roket. Nanti deh kalau ketemu tempat yang super duper bagus baru dicoba.

dji mavic air review
pemandangan danau batur – mavic air

Kesimpulan

Jadi dari beberapa hari ini mencoba mavic air, dibandingkan dengan mavic pro, kesimpulan yang saya bisa ambil antara lain :

  • Mavic air menang di ukuran yang lebih ringkas
  • hardcase yang lebih user friendly untuk dibawa bepergian
  • harga yang lebih murah dibandingkan mavic pro
  • mavic air persiapan terbangnya sedikit lebih cepat dibandingkan mavic pro.
  • pelepasan dan pemasangan penutup gimbal mavic air juga lebih mudah.
  • waktu terbang yang lebih singkat menjadi salah satu kekurangan utama mavic air dibanding mavic pro.
  • koneksi wifi yang sering hilang, terutama kalau digunakan di tempat yang banyak pemancar sinyal membuat pengambilan gambar menjadi kurang lancar.

Tapi menurut beberapa teman di komunitas Solo Drone, mereka lebih merekomendasikan mavic pro dengan pertimbangan waktu terbang yang lebih lama, koneksi yang lebih stabil dan juga cadangan peralatan yang lebih mudah dicari.

dji mavic air review

Jadi Pilih Drone Apa ?

Jadi pilih drone yang mana kalau dipasang buat teman jalan-jalan ? Kalau saya kemarin sih pertimbangan utama lebih di harga sih. Karena harga bekas untuk mavic pro ternyata lebih tinggi dibandingkan harga mavic air, hahahaha… Kalau ada budget lebih sih pastinya saya lebih milih mavic air 2 pro hahaha.. Kalau menurut teman-teman lebih pilih mana ? mavic air apa mavic pro ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *