review 3 ebook The Beauty of Indonesia oleh hifatlobrain

E-mail Print PDF

senang juga akhirnya ada yang berkenan memberikan review dan kritikan yang membangun untuk beberapa edisi awal seri "the Beauty of Indonesia".

awalnya memang tidak ada niat untuk membikin ebook yang "serius" karena memang saya merasa kurang bisa menulis dan baru belajar memotret :D.. tapi dengan adanya kritikan yang membangun dari website hifatlobrain ini malah seakan menjadi tantangan untuk menghasilkan karya2 berikutnya yang bisa dinikmati banyak orang, dengan informasi yang cukup dan juga konten yang menarik..

3 edisi project the Beauty of Indonesia

tapi bangga juga karya "ecek ecek" saya ini diadukan dengan karya keren design dari afterhour nya mas Lans Brahmantyo.. ibarat sparing partner kelas bulu versus kelas berat hihihi

sekali lagi terima kasih untuk bang Ayos dan mbak Dwi Putri untuk jewerannya..

nanti kan edisi berikutnya yang (moga moga) bisa lebih menarik dan juga lebih terkonsep

salam dari kalimantan

widhibek

- - - - - -

untuk link aslinya bisa dinikmati di sini :
http://www.hifatlobrain.net/2011/05/trio-ebook-landscape-indonesia.html

Judul:
Hunt for Little Niagara (17 Halaman)
Menelususri Jejak Odeng Ujung Kulon (31 Halaman)
Heaven of Borneo (28 Halaman)

Penyusun dan fotografer: Wahyu Widhi
Penerbit: Landscape Indonesia
Reviewer: Dwi Putri Ratnasari


Pembaca yang budiman, kali ini saya mendapat kehormatan untuk mereview trio e-book yang diproduksi oleh Landscape Indonesia dengan judul Hunt for Little Niagara, Menelusuri Jejak Odeng Ujung Kulon, dan Heaven of Borneo. Saya rasa sudah banyak yang tahu bahwa Landscape Indonesia adalah situs penyedia berbagai foto lanskap di seluruh pelosok Indonesia, yang salah satu editornya adalah Mas Wahyu Widhi, atau lebih akrab dipanggil dengan Widhibek.

Ketiga e-book yang sedang nangkring di layar monitor saya ini, dibuat oleh Mas Widhibek dan kawan-kawan dengan gaya scrapbook. Didesain dengan gaya sealami mungkin seperti buku diary perjalanan yang biasa dibawa oleh para avonturir masa lampau. Tentu saja ini menjadi inovasi yang menarik! Tampilan e-book perjalanan pun tidak lagi monoton, membosankan, dan begitu-begitu saja. Ada beberapa buku yang mengadopsi gaya scrapbook ini dalam tampilan layout mereka, salah satunya adalah pictorial book "Land of Water Vol. 1: Bali to Komodo" yang disusun oleh George Tahija.

Sebagai pecinta diary, saya punya cita-cita untuk membuat buku scrapbook perjalanan saya sendiri dalam format asli, bukan sekedar olah digital.

Meski turut memperkaya ranah penerbitan ebook perjalanan di Indonesia, namun menurut saya gaya scrapbook tiga buku elektronik terbitan Landscape Indonesia ini lebih terkesan so high school, sangat abege sekali. Apalagi untuk ukuran pembaca seusia saya yang berusia dua puluh tahun sekian ini. It's so yesteryears buddy... Saya seperti melihat majalah dinding yang dipajang di depan kantin sekolah.

Beberapa hal kecil lain yang menarik greget dan menganggu mata saya adalah penulisan kata yang kurang tepat sehingga terkesan buru-buru. Saya tidak membicarakan masalah gaya bahasa lho ya, karena saya meyakini bahwa setiap penulis memiliki aliran unik sendiri yang tidak bisa dibandingkan dengan penulis lain. Contoh kecil yang bisa diambil adalah penulisan ‘thx’. Hanya perlu menekan tombol delete dan mengetik ulang menjadi ‘thanks’ atau ‘terima kasih’, yang bakal lebih enak dibaca, karena pada dasarnya e-book ini akan disuguhkan kepada banyak orang terutama penikmat jejalan, bukan SMS yang dikirim pada teman sendiri.

Dengan mengusung gaya berupa scrapbook, maka wajar jika layout tiap halaman e-book ini terkesan berantakan, karena saya pikir memang itulah seni sebuah scrapbook. Hanya saja, saya merasa layout tiga e-book ini terlalu heboh. Gambar yang itu-itu saja malah tumpang tindih di mana-mana (e.g foto jamur dengan berbagai sudut). Saya memang penganut aliran less is more atau simple is beautiful, tapi saya merasa, even scrapbook pun bisa dibuat sederhana dengan tidak meninggalkan gaya khasnya. Oke, bukannya saya mau membandingkan, tapi agar review ini tidak terkesan asal cingcong saja, maka bolehlah kita membandingkannya dengan buku "Dead Pig Diary" karya John Carlile yang menurut saya jauh lebih elegan.

Silahkan menilai sendiri tampilan tersebut. Menurut saya buku perjalanan satu ini nampak benar-benar dikonsep dengan matang sebelum dirilis kepada pembacanya. John Carlile tidak saja menawarkan paduan grafis yang memukau, tapi juga tulisan tentang perjalanannya menembus belantara Papua layak dipuji karena memberi kita banyak informasi. Context dan content dari buku Dead Pig Diary ini sangat menarik. Tidak cuma ajang narsis belaka.

Sedangkan untuk e-book Landscape Indonesia, dari segi konten saya melihat ada perkembangan menarik dari e-book kedua yang berjudul "Menelusuri Jejak Odeng Ujung Kulon". Pada e-book ini, si penulis mulai memiliki cerita unik untuk dibagikan pada penikmat jejalan. Bahkan boleh dikatakan, dari ketiga karya keluaran Landscape Indonesia, e-book kedua adalah favorit saya. Gaya penulisannya santai dan kocak, alur cerita yang jelas, serta foto-foto yang disusun seperti sebuah comic strip berhasil melayangkan imaji saya seakan ikut berburu dan tersengat lebah hutan yang ganas di tengah belantara Ujung Kulon.

Namun, lagi-lagi saya harus agak kecewa karena ekspektasi yang berlebihan pada e-book ketiga. Awalnya saya mengira, peningkatan ini juga akan terjadi pada karya selanjutnya. Dengan mengangkat judul "Heaven of Borneo", maka saya dengan menyesal harus mengatakan bahwa saya tidak membaca ataupun merasakan bagian yang disebut heaven itu. Bagi saya e-book ketiga lebih mirip katalog foto saja.

Demikian review saya yang cukup pedas ini, tapi ya saya hanya mencoba menjadi pembaca yang jujur saja sih. Dan saya harus memberi 2,5 dari 5 bintang untuk nilai rata-rata tiga e-book ini.

Saya sangat menghargai ide membuat e-book perjalanan dalam bentuk scrapbook yang tentu berpotensi menjadi sangat seksi dan menarik jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Jadi saya berharap situs sebesar Landscape Indonesia bisa menghasilkan karya-karya yang lebih enak dipandang dan dibaca serta lebih terkonsep dengan matang, sehingga tidak terkesan asal-asalan dalam menyusunnya. Oke, ditunggu karya berikutnya, Om Widhibek!

Cheers :)

 

Comments  

 
0 #2 widhibek 2011-05-28 08:19
Quoting Putri:
Saya tunggu karya fenomenal berikutnya :)

Maaf kalo ada salah2 kata dalam review ini.. Piss ya, mas widhibek :)

@dwiputrirats


tunggu saja mbak Putri
saya lagi bikin revisi untuk edisi borneo.. soalnya memang yg kemarin itu buat pelengkap presentasi waktu acara frame di fotokita :D

moga2 bulan depan dah bisa dilempar buat direview lagi..
Quote
 
 
0 #1 Guest 2011-05-26 13:02
Saya tunggu karya fenomenal berikutnya :)

Maaf kalo ada salah2 kata dalam review ini.. Piss ya, mas widhibek :)

@dwiputrirats
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Follow Us

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Update via Email

Dapatkan informasi terbaru seputar update website, event hunting dan traveling, ebook terbaru
GRATIS melalui email Anda

silakan masukan alamat email Anda :

*kerahasiaan data Anda akan terjaga dan hanya digunakan untuk informasi update

widhibek_ym

wawis_ym

Latest Review

FREE BOOK

Silakan donwload beberapa catatan perjalanan keindahan alam Indonesia
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Other Links

Gallery Stats

  • Picture :   1226
  • Categories :   114