Peralatan
Test casing water proof DICAPAC buat river trekking

Weekend kemarin dapat ajakan dari teman teman lama untuk ber-river trekking-ria ke daerah Mega Mendung, Puncak. Sekalian malam nya berkemah ceria dan baru pulang besok siangnya. Tawaran menarik dan langsung saya hiya kan.
Kali ini karena medan penuh dengan air maka saya menyempatkan membawa casing waterproof DICAPAC WPS10 untuk dslr canon 450D dan DICAPAC WP310 untuk poket canon S95.Sekalian test case, biasanya sih dibawa buat snorklingan dan lancar jaya

Perjalanan pertama kami menempuh jalur darat menyusuri jalan setapak, udara cukup panas. Dan karena belum mengenal medan dari pertama kamera sudah masuk ke dalam casing semua. Setelah itu baru bertemu dengan curug pertama nan amboi indahnya.. Curug Ciblao.

Di Curug Ciblao ini air cukup dingin. Hasil foto dengan kedua kamera masih cukup tajam pada waktu bermain air di cekungan nya. Tapi ketika mulai naik di salah satu sisi tebing yang berhadapan dengan air terjun utama nya baru mulai muncul masalah. Curahan air cukup deras dan juga karena berbentuk ceruk sehingga uap air keluar melewati satu arah. Berkali kali bagian casing tertutup uap air sehingga hasil foto mulai kurang begitu bagus bertumpuk dengan uap air.
Salah satu kendala lain adalah karena biasanya waktu ke air terjun tujuan utama untuk motret jadi tidak pernah sampai basah kuyup. Sehingga biasanya saya membawa lap kering untuk membersihkan uap air. Tapi karena perjalanan kali ini lebih ke arah enjoy the experience nya sehingga dari awal badan sudah kuyup. Lain waktu lebih bagus nya menyiapkan kain kering yang dimasukan dalam dry bag kecil juga kalau memang rencana mau berbasah basah ria seperti sekarang.


Perjalanan berikutnya sebagian besar menyusuri sungai. Kendala masih seputaran percik air di depan casing. Selain itu karena arus air yang jernih dan deras sehingga sangat kontras dengan lingkungan sekitar yang cenderung gelap tertutup pepohonan.

Beberapa hasil foto terlihat lebih gelap (under exposure) ketika menggunakan setingan TV dan exposure mode Partial. Sensor kamera tertipu karena menganggap kondisi cukup terang padahal kenyataannya kondisi pencahayaan cukup gelap.

Selain itu karena banyak berada di dalam air yang cukup dingin sehingga permukaan dalam casing mulai sedikit berkabut. Kemungkinan karena perbedaan temperatur di dalam casing yang cukup hangat dengan kondisi luar yang dingin. Jadinya beberapa foto mulai terlihat berkabut dan berbayang :(. Baru setelah perjalanan terahkir ketika kamera mulai dikeluarkan dari casing, hasilnya mulai tajam kembali.
Karena perjalanan lebih ke arah adventure, bukan hunting foto landscape, sehingga cukup padat kegiatannya. Saya hanya sempat menggunakan tripod beberapa kali, sebagian besar lebih menggandalkan speed cepat untuk menangkap gerakan supaya tidak terlalu blur. Bahkan perjalanan kedua yang downstream tripod terpaksa ditinggal karena harus melewati air terjun setinggi 6 meter dimana kita harus meloncat dari ketinggian 4 meter. Keren euyyyyy….
Lumayan banyak pengalaman yang bisa didapat dari perjalanan river trekking kemarin. Walau hasil foto yang didapat kurang begitu maksimal tapi masih bisa mewakili asyiknya menyusuri sungai di Curug Panjang kemarin.
keuntungan pake water proof casing DICAPAC :
- kamera aman, walau dipakai untuk berbasah basahan dan berenang renang
- harga relatif masih cukup murah apabila sudah mempunyai kamera, (sekitar 1.2 juta untuk dslr dan 350 ribu untuk yg poket) dibanding beli kamera baru yg waterproof atau casing bawaan
- ringan
- masih bisa digunakan untuk memotret sembari bersenang senang
minus nya pake water proof casing DICAPAC nih :
- kualitas gambar cukup menurun apalagi ketika casing bagian dalam berkabut
- tidak bisa sefleksibel kalau pemakaian kamera di luar casing karena agak merepotkan apalagi kalau sambil berjalan
- percikan air di bagian depan casing yang menghadap lensa cukup mengganggu (mungkin bisa menggunakan semprotan anti kabut ?)
- harus berhati hati ketika menutup sealnya, harus benar benar rapat.
Lain waktu mungkin kalau memang fokus ke dokumentasi kegiatan bisa sebagai pendamping saja tidak perlu sampai menceburkan diri ke sungai dan air terjun. Tapi sayang kan… :D

Related articles :




Comments
RSS feed for comments to this post