Peralatan
Lensa Super Zoom - alternatif satu lensa untuk traveling

Pernahkah terpikir dengan satu lensa yang kita bawa, kita bisa memotret dari sudut lebar hingga fokus ke obyek yang jauh di seberang sana. Seperti nya itu dambaan buat yang menyukai memotret landscape di tempat tempat yang terkadang harus melewati medan yang sulit. Sehingga satu lensa yang bisa mengcover semua kebutuhan terasa seperti lensa impian. Tidak perlu ganti ganti lensa ketika di lapangan dan tidak perlu takut terlewatkan moment karena mengganti dengan lensa yang cocok.
Di pasaran sekarang terdapat banyak lensa dengan rentang mulai dari wide - tele. Canon dengan 18-200 mm nya, Nikon dengan 18-200 , Tamron dengan 18-270mm, sigma dengan 18-250mm dll. Harga nya pun juga masih bisa dibilang tidak terlalu "menohok", hampir setara dengan lensa wide atau tele yang berkualitas.
Selain keuntungan yang didapat tentunya ada sesuatu yang dikorban untuk mendapatkan rentang focal length yang sebesar itu. Mari kita coba liat beberapa keunggulan dan juga kelemahan lensa superzoom ini
+ Pilihan Focal Lenght yang lebih flexibel
Dengan pilihan rentang FL yang lebar mulai dari 18mm - 200mm (ada yang sampai 270mm) kita bisa mengcover keindahan alam dengan lebih kreatif. Misalnya dengan FL 18 kita bisa mengabadikan pegunungan beserta seluruh kemegahan alamnya. Kemudian berpindah memfokuskan pada satu obyek utama yang menarik misalnya air terjun yang terdapat di salah satu lembahnya dengan FL 200mm. Kita bisa berkreasi dengan komposisi tanpa harus ribet mengganti lensa lain, dan terkadang tanpa perlu berpindah posisi juga.
+ : Ukuran yang ringkas
Hampir sebagian besar lensa ultrazoom ini berukuran sekitar 10 cm dengan berat kurang lebih 500 gram. Sehingga untuk yang sering berada hunting di lapangan dan menyukai bepergian dengan perbekalan yang ringan akan sangat cocok. Selain itu kita juga tidak perlu membawa tas kamera besar pada waktu perjalanan, hanya cukup tas kamera kecil yang bisa selalu kita bawa kemana saja.
+ : Harga yang tidak terlalu mahal (dibanding lensa pro..)
Lensa superzoom dipasaran biasanya bisa didapatkan dengah rentang harga sekitar 5 - 6 juta. Bahkan ada juga yang dilepas dengan harga 3 juta. Coba bandigngkan apabila kita mencoba membeli lensa pro dengan rentang lebar FL yang sama mungkin kita harus membeli lebih dari 3 lensa dan tentunya dengan budget yang lebih banyak. Dengan lensa super zoom ini kita bisa membeli satu lensa dengan rentang FL yang lebar dengan budget 1 lensa pro.
+ : Hemat budget filter
Apabila Anda mempunyai beberapa lensa dengan rentang FL yang berbeda Anda juga harus mengeluarkan budget untuk membeli filter untuk masing masing lensa. Beruntung kalau masing masing lensa punya diameter filter yang sama, sehingga masih bisa dilepas dan pasang ulang di lensa lainnya. Tapi kalau berbeda diameter terpaksa kita harus membeli filter baru atau paling tidak membeli adapter untuk filter lainnya. Dengan lensa super zoom Anda cukup membeli 1 filter CPL, filter ND (ring).
+ : Mengurangi kotor pada sensor
Dengan lensa superzoom otomatis Anda akan jarang mengganti lensa ketika di lapangan. Sehingga kotoran yang masuk ke dalam sensor akan berkurang.
- Ketajaman kurang dibanding lensa dengan rentang FL kecil
Lensa superzoom ini tidak setajam dibanding lensa zoom dengan rentang kecil, atau lensa prime di beberapa Focal Lengthnya. Terutama di FL paling lebar dan FL tele terbesarnya. Karena cukup sulit mengurangi efek penyimpangan lensa dan distorsi di setiap FL apalagi dengan rentang FL yang cukup jauh.
- Lebih lambat dibanding lensa zoom profesional.
Keterbatasan lainnya adalah apperture yang kita gunakan bergantung juga pada FL yang kita gunakan. Biasanya lensa superzoom mempunyai apperture berkisar antara f/3.5 - f/5.6 atau f/6.3. Misalnya dengan lensa superzoom 18-250 mm f/3.5-6.3, apperture tertinggi yang bisa kita gunakan di FL 18mm adalah f/3.5 dan apabila kita gunakan zoom terbesar di FL 250mm, apperture yang kita gunakan akan melambat menjadi maksimal f6.3.
Berbeda dengan lensa zoom profesional yang biasanya mempunyai rentang FL pendek. Biasanya lensa ini mempunyai maksimum apperture f/2.8 dan tidak berubah apabila kita menggunakan FL yang lebih panjang.
Tapi apabila Anda hanya menggunakan apperture (bukaan) kecil misalnya untuk landscape saja di bawah f/8 maka perbedaan ini tidak terlalu menjadi masalah. Tapi kalau Anda menggunakan lensa superzoom ini untuk memotret yang membutuhkan apperture lebar Anda akan merasakan kekurangan dari lensa ini.
- : Autofocus tidak secepat lensa pro
Fasilitas auto focus yang terdapat pada lensa super zoom ini cukup memadai ketika digunakan untuk memotret di luar ruangan dengan cahaya yang cukup. Tapi apabila digunakan dalam ruangan dengan kondisi cahaya rendah baru terasa fasilitas auto focusnya kurang begitu bagus dibanding lensa tele pro.
- : Ada harga ada kualitas..
Jangan mengharapkan dengan rentang selebar superzoom kita juga akan mendapatkan material dan konstruksi lensa sebagus lensa pro. Jangan berharap mendapatkan lensa weatherproof pada lensa superzoom dengan harga 5 jutaan ini
Yang perlu diingat kalau dalam fotografi semua kembali soal kompromi, tergantung apa yang akan kita foto, hasil apa yang ingin kita harapkan dari lensa tersebut, dan seberapa repot yang kita inginkan dalam suatu perjalanan hunting itu.
Saya dulu ketika masih berkutat dengan lensa kits 18-55mm juga sempat terpikir untuk melirik salah satu lensa superzoom ini. Antara canon 18-200mm atau tamron 18-270mm. Tapi setelah waktu berjalan dan banyak pertimbangan dan juga melihat kondisi saya sendiri akhirnya pilihan saya malah jatuhnya ke canon 10-22 mm dan 70-200mm dengan pertimbangan karena saya tidak terlalu malas buat gonta ganti lensa ataupun membawa beban lebih sedikit berat demi hasil foto yang lebih berkualitas.
Bagaimana dengan Anda ?




Comments
RSS feed for comments to this post