sehari di danau toba 8a 1 - Sehari di Danau Toba

“Sayang nih sudah sampai Medan kok ndak sekalian ke Danau Toba”. Tapi dengan jadwal kegiatan pelatihan yang cukup padat di Aceh kemarin, belum lagi ditambah terlalu banyak waktu yang kami gunakan di perjalanan, dari Blangkejeren ke Pining hampir 4 jam pulang pergi setiap hari. Ditambah perjalanan balik Blangkejeren – Medan 13 jam membuat kami rada malas membayangkan waktu 8 jam di jalan pulang pergi untuk ke Danau Toba. Tapi ya itu kembali, sayang nih, kapan lagi ke Danau Toba kalau sudah sampai Medan ndak dibela-belain ke Danau Toba kan ? Jadilah kami putuskan besok harus jadi, sehari di Danau Toba.

Danau Toba Ndak Ya ?

Kami hanya punya waktu besok karena lusa pagi kami sudah harus kembali ke rumah masing-masing. Padahal malam sekitar pukul 7 kami baru sampai di hotel di sekitar Kualanamu. Perjalanan 13 jam pulang dari Blangkejeren masih menyisakan pegal pegal di badan. Ditambah lagi 8 jam pulang pergi besok pagi sepertinya akan menjadi hari hari yang penuh kepegalan badan.

Dari 4 orang sekreatariat Jaringan Madu Hutan Indonesia (JMHI) salah satu menyatakan tidak ikut ke Danau Toba. “Pinggangku sakit”. Ya sudah, kami menyayangkannya, tapi tidak perlu memaksakan harus ikut ke Danau Toba. Toh masing-masing lah yang lebih paham kapasitas diri sendiri.

Siang harinya sempat mengontak salah satu teman lama yang dulu tinggal di Medan untuk menanyakan referensi mobil dan supir yang bisa diminta bantu untuk mengantar ke Danau Toba. Tapi akhirnya saya batalkan karena kebimbangan besok pagi jadi ke Danau Toba tidak. “Kita lihat saja nanti sesampai di hotel, kalau masih pada kuat ya besok kita lanjut ke Danau Toba, kalau pada capek ya sudah kita keliling sekitar Medan saja” Seperti biasa, seni dari sebuah perjalanan adalah selalu bersiap untuk plan A – Z.

Berangkattttt

Akhirnya kami putuskan berangkat bertiga dengan menyewa mobil serta supir yang akan mengantar kami dengan satu misi, berangkat ke Danau Toba dan foto foto hiahahaha…

Karena keterbatasan waktu kami mencoba menghubungi pihak hotel untuk menanyakan mobil yang bisa kami gunakan besok pagi ke Danau Toba. Mereka tidak punya mobil yang disewakan tapi punya rekanan yang mungkin bisa kami sewa seharian. Mobil dan supir dengan bahan bakar, “setengah tujuh besok pagi untuk tujuan Danau Toba ya” malamnya kami pastikan untuk menggunakan layanan mobil dari rekomendasi staff hotel. “Nanti akan dikontak langsung oleh driver mobilnya” tambahnya lagi.

Miss Komunikasi

Tapi sampai besok pagi jam setengah tujuh belum ada kontak masuk, komunikasi dengan staff resepsionis hotel, yang sudah berbeda petugas, mereka juga tidak tahu informasinya. Wah bakalan bisa batal nih, alternatifnya musti cari informasi lain tapi mepet begini waktunya.

Beruntung karena hanya miss komunikasi. Setelah itu drivernya berinisiatif untuk menghubungi resepsionsi dan menghubungkan dengan kamar. Teman kami yang tidak ikut di kamar menyampaikan bahwa driver sudah menunggu di lobby.

Otw Danau Toba

Pukul tujuh pagi, kami diantar pak Slamet menyusuri jalan tol yang menghubungkan Kualanamu dengan Tebing Tinggi. Jalanan yang sepi cocok untuk memacu kencang si roda empat. Satu jam kemudian kami sudah meninggalkan gerbang tol dan melibas jalan menuju Pematang Siantar.

sehari danau toba a 1 - Sehari di Danau Toba
Tujuan kami – Parapat

Berbeda dengan jalur Medan ke Blangkejeren yang naik turun dan berkelok kelok, jalur ke Parapat, salah satu kota tujuan di pinggir Danau Toba lebih datar. “Untung berangkat hari jumat bang, kalau sabtu biasanya macet”

Selepas Pematang Siantar jalanan melewati banyak perkebunan karet yang berselang seling, cocok buat bikin foto foto pre wed dengan tema horor pikirku, satunya bergaya ketakutan, satunya lagi diikat kawat seakan bergantungan di sekitar pohon karet hahahaha

Capek perjalanan panjang hari berikutnya, kami bertiga lebih banyak tertidur di perjalanan. “Nanti kalau terlihat Danau Toba dari ketinggian kabari ya bang” ucapku sebelum kemudian lelap, membiarkan waktu berasa lebih cepat.

Tiba di Danau Toba

sehari di danau toba 1 1 - Sehari di Danau Toba
Danau Toba dari atas

“Bang, sudah terlihat Danau Toba” saya terbangun dengan sedikit rasa bingung, tapi segera tersadar melihat di depan bentangan Danau diapit perbukitan. “Berhenti sebentar buat foto-foto yang bang” Dan mobil berhenti di salah satu warung kopi yang ternyata belum dibuka untuk umum. Jadilah kami sempatkan berfoto sebentar, dan segera melanjutkan perjalanan menuju ke Parapat.

“Biasanya kalau ke Danau Toba cuma satu hari kemana ya bang?” Jujur perjalanan ke Danau Toba ini saya kurang banyak mencari referensi. Waktu habis digunakan untuk menyiapkan materi pelatihan dan juga setiap hari sepulang dari pelatihan sudah malam dan enggan untuk mengerjakan apa-apa lagi. Itupun kami juga belum tahu bisa ke Danau Toba ndak, jadi ya mencoba mencari data sebisanya dengan bertanya langsung ke driver.

“Biasanya ke Samosir bang, dengan kapal sekitar 45 menit, bisa bolak balik satu hari” Waktu masih menunjukan pukul 10 pagi, 3 jam perjalanan kami lewati. Lebih cepat dari perkiraan awal kami, karena jalanan masih cukup sepi. “Dari dermaga nanti tinggal naik kapal penumpang, 10 ribu per orang”

Ok, sepertinya masih cukup waktulah ke Pulau Samosir, jalan jalan bentar, foto foto dan cari makan siang trus balik lagi ke Parapat.

Ke Samosir Kita !!

sehari di danau toba 14 1 - Sehari di Danau Toba
Absen dulu

Sebelum naik ke kapal penumpang, kami diminta mengisi manifest, nama, alamat dan umur. “Tiket berapa bang ?” “Nanti langsung di dalam kapal bang tiketnya” Okay kalau begitu.

Kapal penumpang yang kami tumpangi terdiri dari beberapa lantai. Kursi logam putih tertata rapi di setiap ruang. Kami mengambil tempat di lantai atas bagian belakang.

sehari di danau toba
ruang pengemudi

Penumpang hanya sedikit, di ruangan kami tidak sampai sepuluh penumpang, tapi entah yang di ruang bawah. Berasa kayak menyewa kapal buat perjalanan ke Samosir ini.

sehari di danau toba
mengabadikan Danau Toba

Kapal berjalan pelan, nyaris mirip motor bandong yang digunakan di Danau Sentarum. Langit mendung keabuan, sempat gerimis tadi sebelum kami mencapai Parapat.

sehari di danau toba
Mendung

Danau Toba tenang, tiada ombak. “Kalau berombak jangan ke Samosir” ucap salah satu kerabat bu Tammy yang tinggal di dekat Parapat via telpon ketika dihubungi.

sehari di danau toba
disambut air terjun

Di perjalanan kami terpesona dengan tegakan putih di tengah bukit, yang ternyata setelah semakin dekat terlihat curahan air dari atas bukit yang tertutup awan.

sehari di danau toba
selamat datang di Tomok

Tiba di Tomok

45 menit kemudian kami merapat ke dermaga Tomok, sebuah kampung wisata tujuan di Samosir. Begitu masuk kami harus membayar retribusi 3 ribu perorang.

sehari di danau toba
Horas

Dari dermaga kami masuk ke lorong yang kiri kanan menjajakan oleh oleh khas Danau Toba, kain ulos, kaos dan pernak pernik.

Setelah kebutuhan utama terpenuhi, makan.. kami menanyakan bentor, sejenis becak yang menggunakan sepeda motor, untuk berkeliling sejenak di Samosir. Sayang kan sudah sampai Samosir cuma makan siang trus balik. Bentor ini banyak kami jumpai selama di Medan dan Aceh.

Berbentor Ria di Samosir

Ternyata pulau Samosir itu besar, butuh seharian untuk mengelilingi pulau dengan bentor. Waktu kami tidak terlalu banyak, jadi kami pilih yang dekat-dekat saja tujuannya.

Kami berhenti pertama di pertigaan, dari sini terlihat air terjun Simangande, yang awalnya terlihat seperti garis putih dalam perjalanan kapal tadi.

sehari di danau toba
godaan air terjun

Air terjun Simangande sepertinya mempunyai ketinggian lebih dari seratus meter, menjulang tinggi dengan ujungnya tertutup awan.

Kalau bermalam di pulau Samosir pastinya bisa punya banyak waktu untuk menjelajah keindahan alam pulau Samosir. Tapi karena punya waktu hanya beberapa jam, menyewa bentor untuk berkeliling pulau sudah cukup untuk sejenak mengenal indahnya pulau.

“Dari sini kita bisa melihat panorama danau Toba” ucap pengemudi bentor sembari memarkir bentor di pinggir jalan. Benar ucapanya, dari sisi jalan yang dibatasi pagar, kami bisa menikmati sisi Danau Toba dari atas.

sehari di danau toba

Beberapa kapal bergerak pelan meninggalkan pelabuhan untuk berlayar menuju tujuan masing-masing. Di samping kiri kanan kami, penginapan berjajar menyajikan keindahan panorama danau Toba.

“Biasanya kalau bermalam di pulau Samosir, wisatawan mencari penginapan di desa Tuk Tuk”. Sekilas dari bentor yang melaju perlahan, di kiri kanan kami beberapa wisma dan homestay berjajar menyediakan kebutuhan tempat menginap. Sepertinya Samosir memang banyak dikunjungi wisatawan yang menginap.

“tapi sayang semenjak kecelakaan kapal kemarin, kunjungan wisatawan berkurang. Semoga suasana segera membaik, dan peristiwa kapal tenggelam bisa dijadikan awal untuk memberikan keselamatan dan rasa aman terhadap wisatawan.

sehari di danau toba
Mirip dengan rumah di Toraja

Tujuan terakhir kami adalah Huta Siallagan yang dikenal dengan Batu Parsidangan. Kami tidak berlama-lama di sini karena masih harus mengejar kapal ke Parapat. Padahal di Huta Siallagan kami mempunyai banyak pertanyaan. Kenapa rumah adatnya mirip dengan rumah adat di Toraja. Apa cerita di balik batu parsidangan dan tempat pemancungan.

sehari di danau toba
sampai jumpa lagi !

Kembali Pulang

Sayang waktulah yang membuat kami hanya bisa menikmati seteguk keindahan alam dan budaya pulau Samosir dan Danau Toba. Bunyi sirene nguing nguing nguing sebagai tanda kapal penumpang akan segera berangkat meninggalkan pelabuhan menuju kami kembali ke Parapat. Tak lupa mencatatkan nama di buku manifest di pelabuhan.

Perjalanan pulang yang dipenuhi hujan serta arus macet membuat kami terlelap dalam perjalanan pulang lebih dari empat jam.

Danau Toba dan pulau Samosir memang menawan, sangat sayang kalau sudah di Medan dan tidak meluangkan waktu untuk berkunjung ke sana.

Tips Sehari ke Danau Toba

  • Berangkat pagi, semakin pagi semakin bagus. Karena selain lebih lama bisa di Danau Toba juga jalanan masih sepi.
  • Jangan pas libur panjang, bisa macet total jalan menuju Danau Toba
  • Idealnya sih bermalam paling tidak semalam di Danau Toba, untuk merasakan aura pagi di Danau Toba
  • Air terjun di pulau Samosir kalau waktunya cukup bisa dijadikan satu tujuan wisata menarik juga
  • Enjoy your trip ya, soalnya kalau cuma sehari memang pulang dari perjalanan pasti capek hahahahaha… 8 jam perjalanan gitu lho.. tapi worthed kok Danau Toba

Comments

  1. Dulu aku nginep semalem di Samosir Mas, berangkat dari terminal Medan naik bus ekonomi, 15.000 saat itu tarifnya seorang, dan aduhai pokoknya, wkwkkw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *