a6000 cengklik 1 - Sony a6000 Hunting di Cengklik

Beberapa hari yang lalu Solo agak cukup cerah, maksudnya tidak turun hujan, karena memang semingguan ini hampir menjelang sore selalu diguyur hujan. Walau mendung kelabu masih banyak menutupi langit dan kemungkinan kami tidak bisa menyaksikan mentari terbenam di antara siluet gunung Merapi dan Merbabu. Sekalian untuk mencoba kemampuan kamera sony a6000 yang kami beli untuk hadiah ulang tahun ayah saya. O iya, ayah saya yang awal mulanya belajar fotografi dengan kamera analog. Saya salah satu yang sekarang meneruskan hobi memotretnya. Dan karena a6000 ini dipakai ayah saya jadi saya tidak terlalu banyak “mengoprek”nya cuma sekedar menggunakan fasilitas yang ada. O iya artikel ini bukan membahasan secara detail kamera sony a6000 ya, tapi hanya sebatas berbagi cerita penggunaan kamera sony a6000 untuk pemotretan di waduk Cengklik.

sony a6000 hunting cengklik

Saya selalu memotret menggunakan format RAW + JPG karena selain memotret saya juga suka memaksimalkan kemampuan file mentah dari kamera menjadi seperti apa yang saya inginkan. Ibaratnya seorang koki, saya lebih menyukai foto hasil racikan dari file raw yang sudah saya bumbuin dengan penganturan yang sesuai, dibandingkan hasil jpg jadi olahan dari kamera, rasanya lebih gurih 😀

sony a6000 hunting cengklik

Oke kembali ke review sony a6000, karena memotret landscape jadi saya memilih menggunakan mode A (aperture). Kita tinggal mengatur bukaan lensa yang sesuai untuk landscape, biasanya saya menggunaan f/8-f/16, dan yang lainnya biarkan sensor kamera yang mengatur. Dan karena kondisi sudah cukup sore sehingga cahaya juga sudah tidak terlalu terang sehingga saya menggunakan tripod.

sony a6000 hunting cengklik

Salah satu keunggulan kamera mirorless dibanding kamera dslr yang biasa saya gunakan adalah ukuran yang lebih ringkas dan beratnya yang lebih ringan. Mungkin akan terasa kalau digunakan untuk melakukan perjalanan selama beberapa hari atau ketika melakukan pendakian ke gunung-gunung dimana berat yang ringan dan ukuran yang ringkas menjadi salah satu nilai plusnya. Dengan lensa bawaan 16-50mm rasanya tidak jauh beda dengan membawa kamera poket tipe prosumer.

sony a6000 hunting cengklik

Pengaturan kamera sebagian besar terletak di belakang. Agak kesulitan di awal untuk mencari menu-menu untuk pengaturan format file raw – jpg, white balance, noise reduction. Tapi cuma masalah kebiasaan, nanti kalau sudah terbiasa juga lebih mudah kok. Yang agak repot sih sebenarnya karena menggunakan tripod dan pengambilan sudut rendah jadi saya menggunakan live view untuk pengaturan komposisi. Dan keliatannya ada sensor yang mengatur apabila ada yang menutupi lcd atau dalam jarak dekat otomatis live view nya mati. Mungkin otomatis diatur begitu jadi kalau kita mau menggunakan viewfinder nya langsung otomatis mati. Tapi kalau untuk pengaturan komposisi dengan tripod terasa cukup mengganggu juga sih kl sering mati nyala begitu.

sony a6000 hunting cengklik

sony a6000 hunting cengklik

Lensa kits 16-50mm yang kalau dikonversi ke 35 mm menjadi sekitar 24-75mm cukup bisa digunakan untuk memotret pemandangan alam, dan kalau butuh untuk detail agak jauh sedikit bisa di zoom. Pengaturan zoom dengan memutar ring lensa. Ketika pemotretan sampai malam hari saya mencoba menggunakan manual fokus. Awalnya agak kebingungan bagaimana cara mengatur manual lensanya. Dan ternyata di lcd ada menu pengaturan manual lensa dengan petunjuk jarak. Cukup membantu untuk menentukan fokus di malam hari. Sempat bingung juga ketika saya arahkan manual lensa ke tanda unlimited ternyata hasilnya malah kurang tajam. Dan setelah menggunakan pengaturan jarak manual ternyata sekitar 80% dari jarak unlimited sudah terukur jarak lebih dari 100m. Makanya ketika saya gunakan sampai maksimal di jarak unlimited malah ternyata hasilnya kurang fokus.

sony a6000 hunting cengklik

sony a6000 hunting cengklik

sony a6000 hunting cengklik

sony a6000 hunting cengklik

sony a6000 hunting cengklik

Untuk pemotretan juga saya rasa sama seperti kamera-kamera keluaran terbaru, semua bagus 😀 Apalagi dengan sensor APS-C sebesar 24 megapixel cukup mumpuni untuk dibawa hunting landscape. Iso juga kemarin saya coba mulai dari iso 100-6400 dan masih cukup halus noise nya. Apalagi kalau kita memotret dengan menggunakan file raw sehingga bisa lebih leluasa untuk finishingnya.

sony a6000 hunting cengklik

Saya masih belum bisa mengulas dengan lebih detail karena keterbatasan waktu, tapi saya cukup percaya kamera kecil ini punya banyak potensi bagus untuk menemani kita mengabadikan perjalanan. Tinggal lebih sering dipakai sehingga terbiasa, cari lensa yang sesuai dengan kebutuhan, dan selamat menikmati dunia fotografi yang menyenangkan.

sony a6000 hunting cengklik

Terima kasih mas Dwi Suryanto sudah mau ngajakin melipir ke cengklik yaaaa