sunrise di pananjakan

Kaki langit sebelah barat berwarna merah oranye sementara bintang di langit mulai berangsur menghilang tersapu cahaya sang surya. Agak sulit untuk mencari posisi terbaik untuk mengabadikan sunrise di Pananjakan karena banyaknya pengunjung yang hampir setiap hari berduyun-duyun ke Bromo dengan satu tujuan menyaksikan matahari terbit dari Pananjakan.

This content requires HTML5/CSS3, WebGL, or Adobe Flash Player Version 9 or higher.

Panorama 360 suasana menjelang matahari terbit di Pananjakan
Foto merupakan panorama 360, silakan diputar ke kiri kanan atas bawah untuk melihat sekeliling.

sunrise di pananjakan - berkumpul
jam 3 pagi, berkumpul

Dari penginapan kami berangkat sekitar pukul 3 pagi. Dengan menggunakan kendaraan jeep yang sudah kami pesan di malam sebelumnya. Sengaja berangkat pagi dengan alasan semakin pagi kemungkinan untuk mendapatkan tempat terbaik untuk menikmati sunrise di Pananjakan semakin banyak.

sunrise di pananjakan - di dalam jeep
di dalam jeep
sunrise di pananjakan - siap berangkat
siap berangkat

Selain itu berangkat lebih pagi masih belum banyak jeep yang parkir di Pananjakan sehingga kami bisa mendapat tempat agak ke atas dan tidak perlu berjalan terlalu jauh untuk menuju bagian atas Pananjakan.

sunrise di pananjakan - berkabut
embun membasahi kaca

Perjalanan dari Cemoro Lawang menuju ke Pananjakan harus melewati lautan pasir yang pagi itu tertutup kabut tebal. Jarak pandang dari dalam jeep mungkin hanya sekitar 10 meter, selebihnya putih. Nyala lampu jeep mencoba mencari jalur padat yang biasa dilalui jeepp sebelumnya. Beberapa kali pengemudi jeep harus mengelap kaca mobil karena embun mulai menutupi bagian depan kaca.

Belum terlalu banyak jeep lain yang berjalan di depan maupun belakang kami, paling hanya ada beberapa jeep. Nyala lampu di bagian atas bukit menuju Pananjakan juga baru terlihat beberapa kerlip lampu jeep yang berkelok kelok menanjaki jalur menuju Pananjakan.

Selepas lautan pasir tanjakan terjal langsung menghadang, mesin jeep mengerang perlahan ketika perseneling dirubah menjadi dobel gardan. Jeep merayap perlahan melibas tanjakan yang sekarang sudah cukup bagus terlapisi beton.

Begitu melewati beberapa tanjakan cuaca berubah menjadi cerah. Kami meninggalkan lautan kabut dan berganti dengan langit biru yang masih dipenuhi bintang. Beruntung begitu tiba di Pananjakan belum terlalu banyak jeep yang datang sehingga kami masih bisa mendapat parkiran di dekat tangga jadi tidak perlu berjalan terlalu jauh.

Sepanjang perjalanan menuju ke atas kami didatangi para penjaja yang menawarkan jasa peminjaman jaket dan juga tikar untuk duduk di Pananjakan. “Cuaca di atas lebih dingin lagi lho ” iming mereka. Memang kalau kita tidak mempersiapkan diri dengan pakaian hangat tidak ada salahnya untuk menyewa jaket karena memang kadang hawa dingin yang begitu menggigit ketika berada di atas Pananjakan.

Di kiri kanan jalan berundak menuju ke atas juga dipenuhi warung yang menjajakan minuman hangat dan makanan kecil. Jadi jangan kawatir kalau nanti kedinginan kita masih bisa menghangatkan tubuh sambil menyeruput kopi hangat di salah satu warung yang ada.

sunrise di pananjakan - penuh
menunggu sunrise di pananjakan

Begitu tiba di atas, ternyata sudah ramai. Posisi yang menghadap ke timur sudah diisi dengan orang-orang yang menunggu sunrise di Pananjakan. Beberapa tripod juga sudah terpasang berkeliling. Beberapa menghadap ke posisi matahari terbit, beberapa menghadap ke pemandangan kawah bromo, gunung batok dan gunung semeru.

sunrise di pananjakan - ramai
penuh orang

Saya lihat masih pukul empat. Milky way sudah terlalu condong ke arah tenggara. Sedangkan posisi tenggara kalau dari Pananjakan ini terganggu oleh beberapa menara provider komunikasi. tapi masih cukup kok untuk beberapa frame sebelum kemudian langit mulai berubah kebiruaan dan bintang bintang berlahan menghilang.\

sunrise di pananjakan - mily way
bromo dan milky way

langit merah membara di ufuk timur menandakan mentari sudah mulai berangsup dari peraduan. walau masih sekitar 30 menit lagi sebelum bulatan sempurna sang surya muncul dari kaki langit dan menghangatkan bumi dengan sinarnya.

sunrise di pananjakan - tripod
siluet pengunjung

agak kesulitan untuk mencari posisi terbaik menikmati sunrise di Pananjakan karena sudah dipenuhi para pengunjung yang memang salah satu tujuan mereka ke bromo adalah menikmati matahari terbit di Pananjakan ini. Saya yang tadi berfokus memotret milky way jadi agak kesulitan mencari lokasi terbaik. Jadilah menggunakan tripod, mengambil posisi agak ke belakang supaya tidak mengganggu para pengunjung lain, dan mengangkat kamera dengan tripod ke atas untuk mengabadikan suasana menjelang mentari terbit di Pananjakan.

sunrise di pananjakan - sang surya
sang surya pun muncul

Perlahan semburat kekuningan memusat di satu titik dan tak lama kemudian bulatan sang surya mulai menampakan diri. Lampu flash dari puluhan kamera dan handphone pun mulai bertaburan. Selamat datang pagi, selamat datang kehangatan

sunrise di pananjakan - bromo pagi itu
bromo pagi itu
sunrise di pananjakan -berpose
foto keluarga
Tips untuk menikmati dan mengabadikan sunrise di Pananjakan
  • Berangkat lebih pagi, kalau dari Cemoro Lawang usahakan jam 3 sudah mulai meluncur. Kalau dari Tosari lebih dekat, tapi kalau bisa juga jam 3 sudah mulai berangkat ke Pananjakan
  • Bawa baju hangat karena kadang cuaca dingin cukup extrim. Saya sendiri menggunakan baju kaos, sweeter untuk innernya dan jaket dan sudah cukup hangat.
  • Kaos kaki dan kaos tangan serta tutup kepala juga membantu panas tubuh tidak keluar terlalu cepat.
  • Kalau tujuan utama untuk mengabadikan sunrise di pananjakan, langung cari lokasi strategis di sebelah timur.
sunrise di pananjakan - mengahadap bromo
berlatar belakang bromo – batok dan semeru
  • Kalau tujuan utama mengabadikan bentangan frame kawah bromo, gunung batok dan gunung semeru langsung cari posisi strategis di depan.
  • Ingat selalu berhati-hati dan jaga keselamatan baik peralatan maupun pribadi. jangan keluar dari pagar dan selalu waspada.
  • Biasanya lokasi di kanan, mengikuti jalan di samping pemancar, lebih sepi, tapi memang kurang bisa untuk menikmati matahari terbit.
  • Terkadang bromo tertutup kabut tebal tapi terkadang cerah, jadi memang tidak selalu sama.
  • Bawa lensa tele dan wide. lensa tele untuk mengabadikan detail dan bulatan matahari terbit, lensa wide untuk mengabadikan keindahan alam sekeliling
  • Bawa tripod dan kabel rilis juga, karena untuk foto sebelum mentari terbit butuh kecepatan rendah.
sunrise di pananjakan - sepi
berangsur mulai sepi
  • Kalau Anda tidak terburu buru, setelah matahari terbit biasanya para pengunjung langsung meninggalkan pananjakan untuk menuju ke lokasi berikutnya. tetap tinggal dulu saja menunggu sepi karena setelah itu kita bisa puas-puaskan memotret pagi di pananjakan tanpa tergangggu lalu lalang pengunjung lainnya.
  • Coba cari referensi foto-foto pagi di pananjakan yang sudah diupload di internet. pelajari komposisinya, pencahayaannya. bikin yang lebih bagus lagi dari foto-foto yang sudah ada di internet
  • Jangan buang sampah sembarangan, kita bisa memasukan ke tempat sampah yang sudah tersedia, atau membawanya di tas kita dan nanti kalau sudah ketemu tempat sampah tinggal kita buang di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *