Komodo day 92 : Selamat Datang Agustus

Pagi ini kami merapat ke Padar. Agak sedikit terlambat untuk mengejar sunrise di atas. Saya hanya membawa lensa sigma 105 mm dan sigma 35 mm serta gopro saja kali ini. Setelah beberapa kali menggunakan Gopro Hero 7 Black untuk memotret wide pemandangan, saya lebih percaya diri dengan hasil foto dengan format rawnya.

Memang tidak sebagus kalau menggunakan dslr canon 6d dan lensa wide canon 16-35mm f/4 seperti biasanya, tapi cukup lah untuk sekedar membawa kenang-kenangan foto pemandangan. Bahkan semenjak mencoba stitching panorama, saya mulai sering memotret beberapa frame untuk nanti digabung menjadi satu panorama yang melebar.

morning pano | gopro

Saya berhenti di tanjakan kedua, langit sudah berwarna oranye. Saya meletakan kamera Gopro Hero 7 Black di salah satu sudut, yang tidak menghalangi pengunjung lainnya. Setelah itu mengeluarkan kamera theta 360 yang sudah mulai jarang saya gunakan (efek bawa banyak kamera ya begini ini hahaha). Mengambil beberapa frame dan kemudian meletakan tidak terlalu jauh dari Gopro Hero 7 Black setelah sebelumnya mengatur mode interval 8 detik.

morning sunshine

Berikutnya baru berfokus pada kamera canon 6D yang terpasang lensa sigma 105mm f/2.8 untuk mengabadikan momen bulatan sempurna matahari pagi yang mulai muncul dari balik bukit. Saya menunggu ketika ketika salah satu kapal melintas di tiang cahaya, membentuk bayangan tersiram cahaya mentari.

golden hill

Setelah itu, duduk, menikmati pagi yang indah, yang entah ke berapa kalinya, di Padar. Saya sengaja tidak menyusul naik ke atas, mencoba menerima berkat pagi ini dari manapun berada. Sesekali di belakang beberapa rombongan berjalan menapaki jalan bertangga menuju ke atas Padar.

going down

Musik DEPAPEPE mengalun pelan dari headset yang saya pasang, alunan gitar yang serasi dengan sinar matahari yang mulai merayapi punggungan bukit di depan saya. Selamat datang Agustus, semoga hari hari ke depan semakin banyak petualangan menanti.

Leave a comment: