lombok (still) hidden paradise – hari 3 pagi

Hari ketiga..

Tak terasa sudah tiga hari saya berada di hidden paradise ini. Awalnya saya berencana cm 2 hari 1 malam di sini kemudian pindah ke tempat lain. Tapi karena memang keindahan tempatnya dan juga sambutan ramah dan kekeluargaan mas Wawan dan istrinya membuat saya betah di tempat ini. Belum lagi masih banyak spot yang belum sempat saya datangi.

Sekitar pukul 05.00 saya keluar dengan sebelumnya mengetok pintu minta tolong dibukakan pagar nya (lagi). Pagi ini saya mencoba akan mengambil foto suasana pagi di salah satu spot menarik yang kemarin sempat saya lihat dari jalan. Pantai dengan menara bekas gardu pandang untuk penangkaran mutiara keliatannya akan bagus menjadi foreground foto pagi ini.

Matahari masih tampak malu malu di balik bukit, tapi semburat warna oranye dan keunguan sudah mulai tampak diantara langit cerah berwarna biru muda. Dengan mengambil posisi di pasir yang berbatasan dengan ombak yang pelan dan supaya bisa mendapatkan efek soft saya menggunakan speed lambat, 15 detik dengan iso 100 dan bukaan kecil F/22.

slow speed @ koresh

Tas dan sandal kemudian saya letakkan di pinggir pantai, tripod beserta kamera kemudian saya angkat masuk ke air untuk bisa mendapatkan komposisi menara yang lebih menarik. Air sebatas paha terasa cukup dingin juga di permukaan kulit. Matahari yang mulai tampak merekah di balik bukit memberi warna kuning keemasan pada langit yang mulai sedikit tertutup awan. Untuk mendapatkan sedikit texture pada bangunan menara beberapa kali secara manual saya jepretkan flash yong nua ke arah menara.


Matahari sudah cukup tinggi sehingga sudah cukup sulit mendapatkan gambar yang bagus apabila tetap memaksakan memasukan matahari ke dalam komposisi. Akhirnya mulai mencari cari obyek obyek lain yang cukup menarik untuk difoto. Dan tidak perlu waktu lama ketika mata tertuju kepada 2 buah batu yang beberapa kali tampak tersapu ombak yang mendekati pantai. apalagi background pegunungan berkabut dengan awan mendung di atas nya cukup membuat indra saya tertarik untuk mengekplorasinya.

mendung di ujung sana

Permukaan air yang cukup jernih juga membuat permukaan pasir dibawahnya yang membentuk alur alur bekas riak ombak tadi malam menjadi salah satu obyek explorasi saya pagi itu. Dengan memutar filter CPL maksimal saya mulai mengatur efek transparan permukaan air laut yang saya inginkan. Galur galur pasir seakan menjadi alat bantu mata untuk menuntunke arah gili asahan di belakang sana.

gili asahan

Mundur sedikit dari lokasi pemotretan kemudian saya mencoba menggabungkan obyek batu dengan menara dengan harapan bisa saling menguatkan komposisi. Dan karena matahari sudah mulai tinggi saya bisa menggunakan speed 1 detik dengan bukaan F/16 di iso 100.

pagi yang sempurna

Sekitar pukul 7 saya putuskan kembali ke penginapan untuk menikmati sarapan roti dengan selai. Kemudian dengan ditemani mas wawan saya mulai berjalan kaki sembari membawa life jacket dan kacamata snorkle ke arah kores. Setelah berjalan menyusuri pantai sekitar 10 menit sampai lah di kores. Yang ternyata lokasi pemotretan tadi pagi, dimana ada menara penjaga. Hahahaha€¦ tau gitu tadi minta tolong dbawakan sarapan ke sini aja 😀

Permukaan pantai di sini ternyata dari dangkal langsung menjorok dalam, makanya kenapa ombak di pantai sedikit tenang tapi menimbulkan galur galur di sepanjang pantai. jadi cukup kaget juga waktu pertama masuk air.. untung tadi pagi pas bawa kamera ndak sampe agak jauh masuk airnya.bisa alih profesi jadi cuma penulis cerita perjalanan kl kamera saya sampe kecemplung di tempat yg dalam ini 😀

langsung dalam

Sayang di sini cm ada 1 karang yang berada di antara pasir. Ikan ikan yang terlihat juga cuma ada beberapa.

karang sendirian..kasihan

Tapi saya anggap sebagai pembelajaran awal, karena ternyata agak ribet juga menggunakan casing waterproof dicapac ini. Selain itu setiap saat saya harus memegangi casing di bagian lensa yang cukup panjang untuk canon 10-22 saya. Kalau tidak dipegangi bakalan membentuk lingkaran di frame :D. tapi overall casing murah meriah ini cukup lumayan untuk belajar memotret di bawah air. worth it lah kl bahasa bulenya :p

lumayan kan hasilnya pake dicapac :D

mas wawan in action

Sempat berpindah lokasi dengan berjalan kaki lebih ke barat, tapi juga yang ada hanya karang yang sudah mati.. malahan lebih asik memotret di pinggir pantai 😀

dikejar ombak

Tak terasa hampir 1 jam bermain air. Kembali ke penginapan, mandi sembari sekalian mencuci pakaian kotor. Badan cukup berasa capek juga, efek lama ndak berolahraga ni keknya.. jadi rencana awal mau ke pantai mekaki setelah snorkling terpaksa dibatalkan dan diganti dengan acara tidur siang 😀

zzzzzzzzzzzzzzzz

Leave a comment: