ulasan buku merbabu

Beberapa ulasan buku Merbabu : Pendakian Bertabur Bintang dari teman-teman yang sudah membacanya. Terima kasih sudah berkenan menuliskan ulasan buku Merbabu. Jadi bikin lebih bersemangat untuk terus berkarya mendokumentasikan keindahan pelosok negeri Indonesia melalui foto dan tulisan euy. Ditunggu ulasan buku Merbabu dari teman-teman lainnya ya.

buku merbabu - foto : Mariyana Ricky PD
buku merbabu – sumber foto : Mariyana Ricky PD

Buku Pendakian Bertabur Bintang yang disusun Om Widhi Bek, seolah membayar kangen saya akan atmosfer pendakian gunung. Kali terakhir saya merapal jejak pendakian adalah pada Maret 2016 lalu. Saat itu saya bersama teman-teman Berbagi Nasi Solo mendaki Gunung Merapi. Bahasa yang sederhana ditambah foto yang memukau membuat saya enggan membalik halaman meski telah usai membaca. Saya seperti sedang berada di sana, mendaki Merbabu di Jalur Suwanting. Sebagai sesama pemakai kacamata, saya juga merasakan hal serupa. Keringat berderu campur debu yang kerap bikin pandangan kabur diceritakan pula di buku ini. (Termasuk berhenti berkali-kali untuk mengelap kacamata 🤓)

Lembar demi lembar saya lalui sampai tiba di bagian “bertabur bintang”. Saya menganga saking takjubnya. Selarik Bimasakti yang membentang tepat di atas Merapi berhasil diabadikan Om Widhi.

Kerlap-kerlip lampu kota dari ketinggian, star trail, hingga sunrise pun tergambar rapi.

Rindu saya akan gunung terbayar lunas bersamaan dengan selesainya lembar demi lembar 100 halaman Pendakian Bertabur Bintang. Di sisi lain keinginan untuk mendaki Merbabu pun kian kuat. “Ahhh, tunggu tanggal mainnya,” pikir saya. Beberapa waktu ke depan saya pasti mencumbu kabut Merbabu.

🙏🏻🙏🏻 terimakasih bukunya om.

https://www.facebook.com/nnamariyana/posts/1459914347363625

ulasan buku merbabu
sumber foto : Dhanang DhaVe

Merbabu, salah satu gunung yang paling cantik di Jawa Tengah. Dengan ketinggian 3142 m dpl dan lengkap dengan 4 puncak menjadikan gunung ini salah satu favorit pendaki gunung. Merbabu semakin lengkap kemasyurannya manakala berada di tengah-tengah jajaran gunung di Jawa Tengah. Entah berapa kali saya mendaki, yang pasti sejak tahun 1998 hingga saat ini. Kekaguman saya tidak berhenti sampai di situ, tetapi juga pada dedikasi kepada Seorang Widhi Bek yang sudah melukis gunung ini siang malam dan menorehkannya pada sebuah buku yang bertajuk “Merbabu, pendakian bertabur bintang”.

Entah sudah berapa ribu file foto sudah saya hasilkan, tetapi hanya beberapa yang saya cetak. Widhi Bek berbeda, lewat satu jalur pendakian dia memotret dan membuat sebuah buku setebal 108 halaman. Buku yang lebih tepatnya adalah sebuah catatan perjalanan mendaki Merbabu melalui jalur Suwanting. Dia bercerita lewat gambar, seoalah mengajak penikmatanya merasakan hembusan aroma Pinus merkusii di awal pendakian, merasakan pekatnya debu, peluh di teriknya matahari, dan kerontangnya tenggorokan saat sumber air tidak tersedia.

Pendakian yang sangat melelahkan, walau dia memberi anak judul dengan bertabur bintang. Saya mengartikan, taburan bintang adalah kenyataan dia semalaman hampir tidak tertidur. Dengan penyangga kaki tiga, dan hawa dingin yang menusuk tulang dia seperti mahluk nokturnal. Saat pendaki lain sedang meringkuk dalam hangatnya kantung tidur, dia sibuk menseting kamera, menentukan komposisi, dan berdoa agar langit cerah.

Saya yakin memotret lansekap malam bukan pekerjaan penembak jitu “one shoot one kill“. Saya bisa membayangkan, saat memotret star trail langit selatan yang merapi menjadi subyeknya adalah sebuah pertaruhan besar. Membuka rana sekian detik bahkan hingga membakar sensor bermenit-menit adalah sebuah risiko yang besar. Risiko yang besar adalah hasil yang tidak sesuai dengan keinginan kita, bisa saja faktor alam, atau kesalahan seting kamera. Yang pasti pekerjaan ini mirip orang autis yang lagi kumat dan penderita Schizophrenia dadakan.

Saya mengakui, ini dalah potret terbaik yang dirangkum dalam sebuah buku terlebih dengan satu trip perjalanan. Namun tanpa mengurangi rasa hormat saya berharap untuk kedepannya buku mungil ini juga bisa menjadi pembelajaran buat fotografer. Mungkin akan sangat sempurna, selain narasi juga ada bocoran sedikit data exif sehingga bisa menjadi rujukan. Meskipun hanya mm lensa, diafragma, iso, kecepatan, dan waktu itu bisa memberikan informasi kunci bagaiamana bisa menghasilkan karya yang luar biasa. Untuk fotopanorama sukur-sukur bisa diberikan tips bagaimana teknik pengambilan dan olah digitalnya.

Sisi lain yang menarik buku ini adalah pesan moral juga disampaikan dengan contoh yang nyata. Sebungkus kue kering dan pesan menjadi foto yang kuat, bahkan nyaris ditemukan foto sejenis.

Cerita yang lain adalah saat tragedi ketiadaan air, dengan suka rela warga pengelola base camp mengirimkan air. Sangat jarang saya mendapatkan kepedulian dan tanggung jawab warga pengelola terhadap permasalahan pendaki, disaat semua ini banyak kesan komersialisasi.

Sekali lagi saya ucapkan selamat buat Widhi Bek buat buat sbuah maharkarya dari sisi barat daya Merbabu. Yang pasti tidak hanya cerita manis tentang pendakian bertabur bintang, tetapi juga debu dan nafas yang tersengal-sengal. Saya tunggu karya-karya dari jalur-jalur berikutnya dan gunung-gunung selanjutnya. Merbabu selalu merindumu, selamat… dan terimakasih TelusuRI.

http://www.dhave.net/2017/06/13/merbabu-tak-sekedar-pendakian-bertabur-bintang-namun-pesan-moral-dan-keindahan/

ulasan buku merbabu
menikmati buku merbabu – sumber foto : cak_har

@cak__har – Menikmati sunrise sambil mereview Photobook MERBABU “PENDAKIAN BERTABUR BINTANG” ==================

Sangat menikmati setiap foto yang disajikan. Terlebih foto di pos 3, sungguh menakjubkan.

Foto landscape, milkyway, startrail tersaji sangat indah. Uraian di tiap point membawa suasana pendakian yang real, emosional saat solidaritas sesama pendaki, sampai kiriman air minum ke pos 3.

Buku yang recommended untuk dimiliki bagi semua pencinta alam, Fotografi, landscape. Bisa jadi referensi bagi teman2 yang punya foto2 keren, jangan di simpan di HD saja, bisa punya ide untuk bikin Photobook juga.

Terakhir ucapan Terimakasih om @widhibek @landscapeindonesia semoga sukses selalu dalam mengexplore landscape Indonesia.
https://www.instagram.com/cak__har/

Jiancuk apik nan

Satu kalimat yang terlontar mulut setelah melihat photobook catatan pendakian yang saya dapat dari give away yang diadakan oleh mas Wahyu Widhi. “Merbabu pendakian bertabur bintang” semacam album foto penuh cerita yang secara tak langsung membangkitkan kenangan kala mendaki pertama di merbabu via suwanting. Cerita yang dituliskan secara detail gag puitis malah menggambarkan apa yang saya rasakan dulu. Foto foto yang jiancuk apik tenan tercetak jelas seakan meracuni untuk kembali mendaki. Foto foto panjang dengan view tiap pos dengan apik bisa menggambarkan alur cerita di setiap halamannya.
Sesuai dengan judulnya, foto2 yang disajikan mas widhi benar2 bisa memperlihatkan bagaimana milkyway bisa terpampang jelas di langit malam.

Buku ini sekali lagi sukses meracuni saya untuk kembali lagi bergadang berdingin2 ria memandang langit malam. Berharap bisa mendapatkan bentangan bimasakti dengan foreground tenda tenda.

Buat temen temen pendaki yang pengen tau jalur suwanting seperti apa, buku ini rekomen deh buat referensi sebelum melakukan pendakian. Dari kondisi jalur sampai spot foto terbaik yang bisa diabadikan dengan lensa kamera.

fb : sugeng riyanto budi utomo

Untuk ulasan buku Merbabu lainnya bisa ditengok di sini :

behind the scene buku merbabu dari foto – foto kan Acep permana juga bisa dinikmati sambil membayangkan perjalanan selama 3 hari 2 malam di gunung Merbabu yang dipenuhi bintang.

Untuk yang ingin mengkoleksi buku Merbabu : Pendakian bertabur bintang masih ada stok kok. Silakan langsung order via wa ke 0856 298 1413.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *